Mawar





Ketika kutengadahkan wajahku pada langit temaram malam ini...
Ia tampak murung dan tak semangat melihatku tengah sendu dalam kesendirian.
Berbeda dengan itu, bintang berkerlip indah diantara pijaran bulan yang mredup tertutup mega kelabu
Seketika kutatap setangkai mawar yang masih menyisakan embun yang berkilat tatkala sisa sinar rembulan masih tersisa itu menimpanya dari kejauhan. 
Ia begitu cantik meskipun sedikit banyak sobekan disana sini terlihat membuatnya tak sesempurna layaknya mawar merah yang kebanyakan telah tertata indah dalam pot dan etalase yang tersusun apik.
Namun aku menemukan sesuatu yang berbeda. Aku melihat sisi lain dari setangkai mawar merah yang memiliki banyak sobekan itu.aku melihat sebuah rasa yang berbeda.
Ketikapun sobekan itu tampak terlihat jelas. Ia tetap kukuh berdiri. Dengan sisa-sisa sari bunga yang masih dimilikinya..
Aku hanya dapat tertegun betapa mawar pun memiliki cita rasa tertinggi untuk berproses menjadi lebih baik. Dengan memanfaatkan hal yang tersisa  untuk dapat memperbaiki sisi lain dari bagian  dirinya  yag telah rapuh itu.
Yah, aku tau..seketika aku  pun tersadar, bahwa hidupku masih ada harapan..
Harapan untuk menjadi lebih baik..meskipun segala kekhilafan, dosa dan segala kemaksiatan selama ini telah membuatku “rusak”. Namun ternyata Dia masih memberiku kesempatan untuk bertaubat, Dia masih menutupi aib, kemaksiatan, dan keimananku yang tengah rombeng termakan dosa-dosa yang tak kusadari selama ini.
Terimakasih, telah mengingatkanku kembali ya Rabb...meskipun dengan setangkai mawar layu itu....

Bandung, 8 desember 2011
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Mawar"

Post a Comment

Copyright 2009 Pelangi Rizqi
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Blogger Templates