Memeluk Hujan

Ketika malam tak lagi bersahabat, aku ingin berteriak sekencang-kencangnya, agar apa yang tengah berkecamuk dalam benakku dapat hilang. hingga aku dapat tersenyum, meski letih menjelma dalam nyata..
Ah, meski kata tak lagi ada, hanya tangis yang tak kunjung reda. aku yakin, sangat yakin, setiap orang punya takdirnya sendiri. meski galau menggema, meski asa hilang mengangkasa. menguap bagai buih lautan yang membiru hingga kelu.
kuhantarkan do'a untuk orang-orang yang kukasihi,
semoga Allah selalu menyertaimu dalam kebahagiaan, ketengangan, hingga kita dapat bertemu kembali dalam jannah-Nya yang suci...
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Memeluk Hujan"

Post a Comment

Copyright 2009 Pelangi Rizqi
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Blogger Templates