Bumikan Nyata rasa Syukurmu.^^
Anak adalah karunia
yang tak terperi. Kehadiran yang dinanti penuh harap dan suka cita. Bersemayam dalam
rahim, hingga terlahir kedunia dengan tangis penuh harap.
Sempurna, sehat dan shalih menjadi
pelengkapnya. Selanjutnya adalah do’a yang tak pernah terputus menghinggapi
pada diri setiap anak adam yang memiliki orang tua. Setiap larik nafasnya
selalu dihinggapi tali-tali do’a yang selalu ummi dan abinya sisipkan pada
setiap aktivitas yang dilakukan.
Setiap anak “PASTI” memiliki kelebihan. dan sebelum anda
meneruskan membaca tulisan saya lebih jauh. Silahkan di setting mindsetnya untuk
memiliki pandangan bahwa “SETIAP ANAK PASTI MEMILIKI KELEBIHAN” , terlepas ia
memiliki kekurangan fisik, psikis atau apapun. sebelum membicarakan lebih jauh.
Mari kita benahi fikiran kita. Karna niat, pandangan awal menjadi sugesti, keyakinan
yang akan sulit dirubah. Maka kita mulai dengan membaca basmalah, dan niat
serta pandangan yang positif tentang hakikat seorang anak.^^
Selama ini, ada poin utama rasa syukur
versi saya.^^
Pertama dengan berucap, dan kedua adalah bentuk tindakan.
Pertama dengan berucap, dan kedua adalah bentuk tindakan.
Misalkan, kita berucap alhamdulillah
saat dikaruniai seorang anak.>anak lagi? yah kan lagi bahas tentang anak.
jadi sabarya?hha
kita lanjutkan.^^
Pada tahapan kedua kita
arahkan anak untuk dapat menjadi anak shalih shalihah dengan memberikan asupan
gizi yang tepat, perhatian dan kasih sayang yang ranum dan pendidikan yang
tepat bagi perkembangan minat, bakat dan kemampuannya. jika kita hanya
bersyukur namun pada tahap tindakan memaksakan kehendak sendiri dalam pemilihan
pendidikan tanpa melihat minat, bakat dan apa yang diinginkan anak, tanpa
diskusi, asupan gizi yang kurang baik, dan apatis terhadap anak. jangan
salahkan anak jika mereka mencari perhatian dengan destruktif, marah yang tak
jelas, dan mengganggu orang lain. hingga akan berdampak pada prestasi yang buruk,
dijauhi teman-temannya, dan anak takkan bisa berkembang dengan baik.
MasyaAllah..bagaimana
ketika dia sudah remaja? padahal apa yang kita rasakan dan lakukan sekarang
adalah kumpulan dari mozaik-mozaik pengaruh lingkungan, pola asuh, dan
kemampuan perkembangan yang kita miliki. dapat terbayang bukan bagaimana nanti kehidupannya
kelak bukan?
sip...^^
Meskipun saya memang belum memiliki anak namun tak salah bukan kita memetakan “serpihan” kehidupan kita dari sekarang? meskipun memang usia takkan pernah ada yang tahu. namun menciptakan generasi rabbani adalah keharusan. dan harus memiliki persiapan sesempurna mungkin untuk menciptakan “lingkungan” yang baik untuk anak.
Meskipun saya memang belum memiliki anak namun tak salah bukan kita memetakan “serpihan” kehidupan kita dari sekarang? meskipun memang usia takkan pernah ada yang tahu. namun menciptakan generasi rabbani adalah keharusan. dan harus memiliki persiapan sesempurna mungkin untuk menciptakan “lingkungan” yang baik untuk anak.
cukup sekian untuk artikel pertama dihari ke-5 bulan ramadhan ini cukup sekian.
nantikan kelanjutannya esok hari.^^
InsyaAllah akan saya ulas secara
mendalam mengenai anak kali ini.^^
jangan lupa ya...tetapkan mind set
berfikit kita bahwa “SETIAP ANAK PASTI PUNYA KELEBIHAN” dan wujudkan rasa
syukur kita dengan kesungguhan nyata.^^
boleh coba dipraktikkan pada adik,
sepupu, murid binaan, atau siapapun bagi yang belum punya anak. selamat
mencoba.hhe
karna KITA adalah apa yang KITA
FIKIRKAN.””
Senin yang dingin, ba’da shubuh saat
berharap cemas u bertemu dengan anak-anak “harapan” di hari pertama.”^^







0 Response to "Bumikan Nyata rasa Syukurmu.^^"
Post a Comment