KEBERKAHAN USIA
Hari
ini tepat sebelum kepulangan saya ke rumah. Esok sudah menjelang sabtu, kamis
depan syawal sudah datang menghampiri. Ah entahlah, diwaktu yang sama sudah ada
undangan untuk menghadiri buka bersama dengan
anak-anak jalanan bersama Pengurus Tutorial dan Matagira. Akhirnya saya
memnyiapkan diri untuk dapat pulang dengan rasa nyaman. Tanpa cucian kotor dan
berbagai tugas yang menanti. Saat tengah menjemur di kostan lantai dua
terdengar lantunan murattal dari mesjid Nurul Falah tanda jum’at akan segera
tiba. saya dengan khusu menikmati disertai semilir angin dalam diam . Setelah
semua selesai. sayapun bergegas turun. tak diduga ternyata papan tangga yang
saya turuni licin karena kaki saya sempat basah menginjak air. akhirnya dalam waktu sepersekian detik. saya
sudah dibawah tangga dalam keadaan duduk. selama itu saya sudah tak berfikir
apa-apa lagi. saya sudah beranggapan bahwa usia saya sampai disini. jatuh.
membentur tembok dan entahlah. dengan keadaan sendiri di kostn karena kedua
adik tingkat yang masih dibandung tengah i’tikaf di tempat yang berbeda.saya
sendiri tak dapat membayangkan. dalam keadaans sendiri. gemetar dan tak tau harus
berbuat apa. tadinya saya biasa saja. saya tidak merasaka sakit hanya sedikit
gemetar. setelah sampai kamar barulah saya menangis karena kedua sikut dan
punggungsaya sakit. alhmdulillah biiznillah saya ternyata jatuh pada papan yang
tidak ada penghalangnya dan langsung terduduk tidak sampai membentur tembok.
sebentar kemudian saya baringkan. saya menahan tangis sambil teryus beristugfar
betapa kematian sudah sangat dekat dengan saya. faghfirlii ya Rabbi...faghfirliii..desahku..air
mata tak mampu kubendung.
cukup
sepuluh menit. setelah saya menangis. saya kembali tenang. saya tak boleh
sakit. sore sudah ada agenda untuk bertemu dengan adik-adik di kolong jembatan.
saya juga besok harus pulang. saya harus sembuh. saya pulang sendiri dengan
perjalanan cukup jauh memakan waktu delapan jam. akhirnya saya memaksakan diri
untuk menemui ibu pijit yang sering membantu memijit. meskipun sakit tapi saya
bertekad akan tetap melakukannya karena saya tidak ingin membuat orangtua saya
hawatir.
setalah
itu, meskipun masih terasa sakit, setidaknya membuat hati saya tenang.karena
jika tak dipijit akan demam dan malah bengkak tak karuan. akhirnya saya cba
untuk istirahat. tapi tak bisa. jam sudah menunjukkan pukul empat. saya
putuskan untuk ikut karena ukht tika hanya sendiri jika saya tak ikut. akhirnya
saya pergi meskipun masih sangat terasa sakit. setelah membeli segala
sesuatunya. kami berangkat dan tibalah disana. suasana yang kurang nyaman
karena sampah bertebaran dimana-mana. anjing berkeliaran dan suara bising
kendaraan yang tiada henti memenuhi gendang telinga. meskipun begitu, saya tak
memperdulikan. yang saya perhatikan adalah perilaku anak-anak disana. saya
memang tak dapat menyembunyikan sakit. dan kantuk serta lemas. karena acara
masih belum usai sampai pukul set sembilan. setelah sampai kostn. saya kembali
berfikir, tak ada yang sia-sia hidup didunia ini. kejadian yang say alami hari
ini telah memberikan banyak pelajaran. salah satunya adalah jalan untuk
bersyukur dan memutuskan suatu pilihan. dan saya memilih untuk dapat belajar
dari apa yang sayA lihat dan saya miliki sampai saat ini. terutama nikmat hidup
yang Allah karuniakan pada saya...
Jum'at 02 Agustus 2013







0 Response to "KEBERKAHAN USIA"
Post a Comment