Selamat Datang Pewaris Peradaban...!!


“Kebangkitan Islam adalah satu episode yang paling mengagumkan dalam sejarah manusia. Islam lahir dibumi dan tidak dikenal banyak orang, kemudian dalam jangka waktu hanya 1 abad silam berkembang menguasai separuh alam. Dalam proses itu islam meruntuhkan kerajaan-kerajaan besar dan bersamaan dengan itu mengubah hati manusia sehingga akhirnya berhasil mendirikan dunia baru, yakni dunia islam..
(M. Lothrop Sttodard dalam bukunya “ The New World Of Islam” )

Banyak hal yang dapat kita lihat, dan kita rasakan sebagai nikmat yang tak terhingga dari Dzat yang Maha Kaya. Karya yang Maha indah dari segala apa yang ada. Salah satunya akal yang dimiliki oleh setiap manusia. Akal yang senantiasa membuat kita bangga menjadi makhluk ciptaan-Nya. Betapa banyak karunia-Nya menghinggapi diri kita? Diri yang kadang tak tahu berbuat apa dengan diberikannya waktu luang juga kesehatan yang ada..
Mari kita sejenak bersyukur dengan tafakur, bagaimana kebesaran-Nya membuat kita menjadi amat berharga sebagai seorang insan yang sempurna. Peradaban besar manusia telah membuktikan pada kita bahwa, betapa banyak “kanfas-Nya” telah menggoreskan kebanggaan tiada terkira.
Perkembangan keislaman tetap dalam keadaan baik selama ada orang yang berkreasi dan “membuat kehidupan”. Seperti  orang yang mengabdi dengan tulus, atau menjaga akhlak diri serta aib saudara seimannya atau pengelola pertanian dan perusahaan dengan jujur. Atau  minoritas yang menjaga kekayaan umat, dan orang yang duduk bersila untuk mengajarkan ilmu, atau orang yang sabar diantara rak-rak buku, dan tumpukan manuskrip, dalam berpuluh-puluh bentuk kreativitas lain yang  diam - diam bersuara dengan irama yang diciptakannya.
Bayangkan jika banyak ilmuan yang juga sebagai manusia bisa dapat membuat suatu hal yang luar biasa. Kenapa kita tidak bisa? Kenapa kita hanya bisa meminta sedangkan telah banyak potensi yang telah Dia ciptakan pada diri kita? Namun kita hanya mengabaikannya dengan percuma?
Allah telah memuji dengan wahyu-Nya yang mulia.
Kalian adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah (Q.S.Ali ‘Imran : 110)
Dalam hadist ditegaskan.
“lakukan segala apa yang mampu kalian amalkan. Sesungguhnya Allah tidak jemu sampi kalian sendiri merasa jemu (HR. Al Bukhari)
Carleton S. CEO HP. (Hewlett Packard) berpidato di Minneapolis, AS (2001) dengan topik Technology, Bussines and Our Way Of Life: What Next?” . Mengatakan
“ Beberapa abad silam, ada sebuah peradaban besar di Dunia. Kekuasaaanya begitu luas, sambung menyambung dari lautan kelautan, menjangkau kawasan utara, tropis, dan padang pasir. Dibawah kekuasaannya terdapat ratusan juta manusia dari berbagai agama, bangsa, dan keturunan. Salah satu bahasanya menjadi bahasan universal yang dipakai pada percakapan sebagian besar manusia saat ini (B. Arab).
 Para tentaranya beranggotakan orang-orang dari berbagai latar belakang dan pada daerah penaklukannya terlihat keamanan dan kemewahan tiada bandingannya. Peradaban ini hidup subur dengan penemuan-penemuan baru. Para arsiteknya mampu membangun bangunannya yang tinggi  melawan gravitasi. Pakar-pakar matematikanya menciptakan konsep aljabar dan algoritma. Konsep-konsep ini membantu penciptaan komputer dan enkripsi saat ini. Tokoh-tokoh medisnya menemukan obat-obat baru yang digunakan untuk melawan banyak penyakit. Tokoh-tokoh astronominya meneropong langit dan memberi  nama bintang-bintang dan sekaligus membuka jalan untuk penelitian luar angkasa.
Para penulisnya menulis ribuan cerita, juga kumpulan ilmu yang tak terhitung jumlahnya. Hingga menciptakan kegembiraan dengan hadirnya irama dengan nada yang diciptakan para penyairnya. Peradaban yang saya maksudkan adalah Islam, yang berkembang dari tahun 800-1600 Masehi.
Belum cukupkah bukti yang telah Allah tampakkan? Mari bercermin, sudah sejauh mana perbuatan kita bermanfaat pada orang lain. Semakin cepatnya waktu telah meninggalkan diri yang tertinggal, juga menemani diri yang ingin maju menggapai mimpi. Yang mau berikhtiar dengan optimal, juga bertawakkal atas segala kemungkinan serta menyikapinya dengan senyum dan kelapangan dada.
Dari pusat peradaban Baghdad dan Andalusialah lahir para ilmuwan besar seperti Ibnu Rusyd sang ahli filsafat yang terkenal dengan rasionalitasnya, Annafis, penemu sirkulsi darah, Ibnu Haitam “sang Bapak Optik”, Arrazi penemu obat cacar, Al-Farabi si ahli musik, Albattani si ahli Astronomi, Ibnu Batuta sang ahli bumi dan penjelajah dunia yang popular serta Ibnu Khaldun, sang Bapak sosial .
Jika kita amati sejarah peradaban manusia, kemajuan serta kehancurkan oleh satu hal yang mungkin menurut kita hal sepele.  Belajar. Yah, “karenanya apapun dapat terjadi. Pantas benar jika Allah memberikan wahyu  pertama adalah untuk membaca, karena dengannya kita dapat belajar dari segala apa yang ada. Cepat belajar, atau tertinggal dalam segala hal. Itulah pilihannya. Tidak ada pilihan lain. Setelah gilang gemilang kebangkitan pada masa Rosulullah, juga diteruskan pada puncak Abbasiyah. Dengan titian para pencari ilmu. Yang dengan kegemilangannya mampu membuat warga dunia berdecak kagum atas kejayaaannya. Tak lain adalah karena ilmu.
 Abad ini merupakan abad terpanas yang telah ada. Betapa tidak, banyaknya bencana juga banyaknya kejahatan manusia tak membuat kita tersadar dan mau bergerak. Penyebab jatuhnya suatu peradaban menurut Ibnu Khaldun adalah sebagai berikut :
a) Rusaknya moralitas penguasa, (b) penindasan penguasa dan ketidak adilan, (c) kedzaliman, (d) Hedonisme, (e) egoisme, (f) oportunisme, (g) campur tangan penguasa dalam kegiatan ekonomi rakyat, (h) rendahnya komitmen masyarakat terhadap agama, (j) penggunaan pena dan pedang secara tidak tepat.
Krisis umat Islam pada masa kini adalah krisis ilmu. yaitu menurunnya tradisi keilmuan Islam dan krisis pandangan hidup. Di bawah hegemoni Barat, muslim kini lebih banyak menguasai ilmu – ilmu yang dihasilkan oleh kebudayaan dan pandangan hidup barat. Dan lebih ironisnya, ilmu dipelajari dengan tujuan yang salah, yaitu ilmu untuk materi, kekuasaan, dsb. Hal ini yang sangat perlu untuk diluruskan.
Muhammad Anis Matta menegaskan dalam bukunya “Membentuk Karakter Cara Islam”. Dengan menuliskan, “Demikianlah, penyakit syubhat dan syahwat, sama bersumber dari kelemahan akal dan jiwa.”
Perjuangan para cendekiawan muslim terdahulu menjadi pertanda bahwa kita bisa. Kita kuat dan mampu mengembalikan kejayaan itu kembali dengan kegemilangan oleh tangan-tangan kita saat ini. Tangan yang dapat menciptakan sesuatu yang berharga. Sesuatu yang berguna bagi sesama. Dan itulah tugas kita bersama. Hingga ummat ini tak hanya akan menjadi buih yang tak berarti. Melainkan akan menjadi ombak yang menggemparkan. Ombak yang benar-benar nyata dan mengembalikan kegemilangan. Kegemilangan yang membawa kemaslahatan bagi sekalian alam.
Mari kita satuhan tujuan dan optimalkan seluruh kekuatan potensi yang ada pada diri ini tak lain adalah untuk kita senidiri, untuk agama yang kita cintai. Juga kembalinya rahmat Allah yang tengah menanti
Masih ada harapan..? tentu ada!!
Selama kita masih bernafas, selama Dia masih memberi kita kesempatan utuk hcidup. Maka amanah ini harus kita tunaikan. Menjadi khalifah dimuka bumi ini. Memimpin yang memang seharusnya kita pimpin.
Keharmonisan dan keseragaman merupakan nilai-nilai keindahan yang Allah letakkan dalam segala benda.  Karena Allah Maha Indah dan menyukai keindahan. Allah telah memberikan sebagian kecintaan-Nya terhadap keindahan kepada mahluk agar dapat merasakan keindahan, sebagaimana Allah menganugerahkan sebagian kecil rahmat-Nya kepada mahluk agar saling menyayangi. Termasuk kesempurnaan cita rasa keindahan ini adalah kita beradaptasi dengan fenomena kehidupan ini.
Mari kita bangun Peradaban Islam dengan membangun kembali kejayaan tradisi keilmuan atau intelektual yang berdasarkan pada pandangan hidup Islam secara sinergi yang meliputi seluruh aspek oleh penguasa, ilmuwan, swasta, politikus, militer, dsb. Karena tanpa sinergi seluruh pihak, pembangunan peradaban mustahil dapat dilakukan.
Karena sesungguhnya cikal bakal ilmu yang kini tengah dikembangkan oleh bangsa Barat berasal dari para cendekiawan muslim. Yang kemudian mereka belokkan dan dengan bangga mereka mengakuinya. Mahmud Ahmadinejad menngatakan dalam suratnya, yang ditujukan pada Presiden Amerika George Woker Bush. “Suka atau tidak suka. Dunia sedang bergerak cepat kearah keimanan pada tuhan dan keadilan dan kehendak tuhan akan mengatasi segala sesuatu, dan keselamatan bagi mengikuti petunjuk.”
 Apalagi yang kita tunggu??
Jangan pernah mau tertinggal dalam  berbuat kebaikan. Karena Allah hanya akan membersamai orang yang berlomba-lomba Mardhatillah, para pencari Ridha Allah, yang dengan keridhaan-Nya, Allah tinggikan Izzahnya pada para mahluk langit, juga bumi.

 “Its okay be lost in the beginning, let’s start once again, once again...”
(tidak apa-apa kalah pada awal kita mulai. Mari mulai lagi, melangkah lagi...)
-Little by little, Ost Naruto...-


CREATED BY :
Kiki Rizqi Nadratushalihah PPB UPI 2009
 Terinspirasi dari Seminar Research Institute  dan Pusat Kajian Pendidikan dan Kebijakan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia...^^

Sumber :
·         Yunsirno, Keajaiban Belajar
·         Muhsin Labib dkk, Ahmadinejad! David ditengah Angkara Goliath Dunia
·         Al Banna Shofwan, Palestine Emang Gue Pikirin!
·         Thalib Muhammad. 25 Tuntunan Belajar Islami
·         Anis Matta Muhammad. Membentuk Karakter Cara Islam
·         Ar-Rasyd Ahmad, Life Making, menjadi Aktivis Kreatif
·         Fathi Muhammad, The Power Of Youth (Strategi Menjalani Hidup Bagi Kaum Muda)
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ranting Basah

Ranting basah menyemai benih yang tengah menengadah
Menjejak sukma yang kian tiada.
 Ah..mentari
Dimanakah kau kini?
Redupmu menyisakan kepiluan
Kegegahanmu kini telah musnah diterpa air bah
Meluluhlantakkan manusia serta rumah-rumah
 Mengikis harapan yang tengah dititi penuh arah
Aku tak mengerti. Sungguh tak dapat kupahami apa yang tengah terjadi. Segalanya telah musnah seketika. Digulung ombak raksasa
Aku sungguh tak mengeri..
Akankah kuharap doa ini masih dapat terdengar lagi oleh-Mu…
Hingga kikisan sepi itu mulai menjalar??
Ketika tak lagi kutemui senyum ibu dan ayah..juga adik kecilku?
Segalanya musnah..
Duh Rabby…mengapa semua ini terjadi?
Tidak cukupkah selama in kami diterpa gempa yang tak kenal henti?
Hingga ruas tulang dan nadi ini telah akrab oleh getaran serta kehilangan orang yang disayangi?
Seketika aku tercenung…
Hal apa yang membuat-Mu murka??
Telah kutakar segala tirakat laku serta rasa yang selama ini ada
Memang bukan karena-Mu..namun karena ulah kami yang seolah tak tahu diri,,
Memang atas izin-Mu, atas Maha Rahman –Mu, bencana itu datang menghujam bumi.
Aku akui….
banyak hal yang tak dapat kuakui..
kesalahan yang karena-nya kami mendustakan keberadaan-Mu…
Duh Rabbku…aku yakin, Maha Rahman –Mu tak pernah lekang
Jangan kau halangi benih kasih sayang diantara kami..
Meski raga ini terpisah…
Aku yakin, Rasa itu pasti akan tetap ada.
Rasa untuk tetap menjaga bumi, juga mahluk dan segala apa yang telah KAU titipi..
Termasuk sifat pemimpin yang kau semat dalam hati kami..
Tentu atas Izin-Mu..
Rabbku yang Maha Tinggi…
*Kusemai Do’a untuk saudaraku yang tenah berduka. Dimanapun mereka berada*
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Diantara Dua Pilihan

AKU MALU,,,,Wahai Dzat yang Maha Rahman..
Keyakinanku akan rizqi serta anugrah-Mu tak pernah surut Rabb,
Meski terkadang kata ini ternodai oleh keluh kesah yang sering membuat-Mu  “cemburu”.
Karena aku lebih memilih mahluk-Mu, dibanding dengan panggilan-Mu…
Kau tahu Rabbku…
kerlip bintang kali ini membuatku teramat malu..
Aku merasa derai air mata ini tak lagi berguna..hingga taubatku pun hanya sia-sia…
Jalan-Mu begitu berliku…
Hatiku yang terkadang redup tertiup angin duniawi..
Gemerlap harta dunia…cinta dan nafsu dunia yang tak mempu ku reda.. membuatku malu untuk sekedar bersyukur pada-Mu…
Jauh dari lubuk hatiku terdalam…
 Jalan Ini yang kupilih penuh keyakinan, walau kadang bimbang menyerang..inilah jalan yang kupilih..meski peluhku berubah menjadi darah.. hanya Engkau tempatku berpegang
Meski tak sedikit yang mencibir bahkan mengolok-olokku dengan perkataan yang tak pantas terdengar..…
Hingga tawaran kesenangan yang telah mereka iming-imingi tak membuat langkahku surut untuk tetap berada dalam jalan-Mu Rabbku..
Kenikmatan berada dalam dekapan-Mu tak dapat dibeli dengan apapun…
Aku takut, sungguh takut..
Ketika tak ada seorang pun yang dapat menolongku, menolong kedua orang tuaku, selain syafaat dari orang terkasih-Mu, juga amal baik yang kulakukan...
Ketika tak ada lagi yang dapat diandalkan, hingga teman pun saling mempersalahkan..
Rabbku yang Maha Pemurah…
Berkahilah segala langkah dan azzamku untuk tetap mencari ridha-Mu..
Dalam dekapan malam yang dingin, serta air mataku yang menjadi saksi atas rasa Maluku …meski jauh dari kata taubatannasuha..namun aku yakin..dan sangat yakin…
Engkau pasti mendengar…
Engkau Pasti melihat..
dan Engkau pun pasti merasa…
hambaMu yang penuh dosa tengah bersimpuh dalam sujudnya yang panjang..meniti kembali jalan-Mu yang telah ternodai…menggapai kasih-Mu yang abadi…
*di malam yang dingin..diselimuti gerimis yang membuatku bertambah yakin akan kuasa-Mu Rabbku…*
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Diantara Dua Pilihan

AKU MALU,,,,Wahai Dzat yang Maha Rahman..
Keyakinanku akan rizqi serta anugrah-Mu tak pernah surut Rabb,
Meski terkadang kata ini ternodai oleh keluh kesah yang sering membuat-Mu  “cemburu”.
Karena aku lebih memilih mahluk-Mu, dibanding dengan panggilan-Mu…
Kau tahu Rabbku…
kerlip bintang kali ini membuatku teramat malu..
Aku merasa derai air mata ini tak lagi berguna..hingga taubatku pun hanya sia-sia…
Jalan-Mu begitu berliku…
Hatiku yang terkadang redup tertiup angin duniawi..
Gemerlap harta dunia…cinta dan nafsu dunia yang tak mempu ku reda.. membuatku malu untuk sekedar bersyukur pada-Mu…
Jauh dari lubuk hatiku terdalam…
 Jalan Ini yang kupilih penuh keyakinan, walau kadang bimbang menyerang..inilah jalan yang kupilih..meski peluhku berubah menjadi darah.. hanya Engkau tempatku berpegang
Meski tak sedikit yang mencibir bahkan mengolok-olokku dengan perkataan yang tak pantas terdengar..…
Hingga tawaran kesenangan yang telah mereka iming-imingi tak membuat langkahku surut untuk tetap berada dalam jalan-Mu Rabbku..
Kenikmatan berada dalam dekapan-Mu tak dapat dibeli dengan apapun…
Aku takut, sungguh takut..
Ketika tak ada seorang pun yang dapat menolongku, menolong kedua orang tuaku, selain syafaat dari orang terkasih-Mu, juga amal baik yang kulakukan...
Ketika tak ada lagi yang dapat diandalkan, hingga teman pun saling mempersalahkan..
Rabbku yang Maha Pemurah…
Berkahilah segala langkah dan azzamku untuk tetap mencari ridha-Mu..
Dalam dekapan malam yang dingin, serta air mataku yang menjadi saksi atas rasa Maluku …meski jauh dari kata taubatannasuha..namun aku yakin..dan sangat yakin…
Engkau pasti mendengar…
Engkau Pasti melihat..
dan Engkau pun pasti merasa…
hambaMu yang penuh dosa tengah bersimpuh dalam sujudnya yang panjang..meniti kembali jalan-Mu yang telah ternodai…menggapai kasih-Mu yang abadi…
*di malam yang dingin..diselimuti gerimis yang membuatku bertambah yakin akan kuasa-Mu Rabbku…*
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ummiku Tersayang...^^

Seorang ibu dan rahimnya, Adalah cinta sejatinya
Rahim bukan hanya sayang, Bukan pula hanya sentuhan
Rahim menuntut pengorbanan, Kesediaan berpeluh membawa beban
Kesediaan memberi bukan hanya untuk diri sendiri
Kesediaan untuk dititipi, Hingga kesediaan untuk sakit, disakiti, bahkan berkorban nyawa.
Pantas bila rahim-Nya hanya menyapa mereka yang meyakini,
Mereka yang siap mengabdi, Mereka yang siap dibebani,
Mereka yang siap berbagi, Mereka yang siap mati
Untuk tegaknya panji-panji ilahi.
Ketika kau membaca note ini, pastilah wajah ibumu yang terlintas dalam benakmu, terekam jelas dalam memori otakmu yang selama ini kau berusaha untuk menjaganya.
Kau tahu saudaraku, pengorbanannya tak dapat terlukis oleh kata-kata. Tak dapat diukur meski kau memikirkannya hingga duduk terpekur.
Saudaraku, sungguh suatu kebahagiaan dapat bertemu ibu dikala sedih. Dikala rutinitas tak dapat lagi dapat diajak diskusi. Hingga ia mengobatimu dengan telaga keikhlasannya, seulas senyumnya yang tak pernah sirna tatkala kau menjumpainya, meski saat sedih dan beban yang menghimpit. Namun ia tetap tersenyum dan merangkulmu dalam dekapannya . Menciummu dengan bibirnya tak pernah berhenti berucap untuk bersyukur atas hadirmu, juga mendoakanmu..
Ummiku tersayang,
Tak jemu kau menunggu kepulanganku,
Mendidikku dengan tak pernah memaksaku untuk menuruti keinginanmu
Telah banyak kesalahan yang kuperbuat
Aku tau, keikhlasanmu tak pernah berujung
Kasih sayangmu takkan pernah lekang hingga bagaimanapun
Kau dengan lembut menuntunku memahami apa yang sebelumnya tak kupahami
Mengajarkanku akan rasa sayang dan hadirnya Tuhan yang Maha Penyayang…
Hingga sekarang, aku dapat memahami bagaimana rasanya menyayangi, dan disayangi. Bagaimana ikhlasnya berbagi tanpa ingin diberi.
Sungguh tak dapat kutuliskan..
Meski malam menyambutku dalam kelam
Hingga mega tak lagi menemani bintang
Wahai Rabbi…
Meski khilafku tak berujung,
Meski dosaku telah menggunug
Hingga rasa rindu ini tak mampu lagi untukku bendung
Dengan menyebut Asma-Mu yang Maha Agung..
Aku mohon, jangan kau hilangkan sifat “Rahim” pada ibuku..
Hingga nanti aku mendapatinya tersenyum bangga karena doa-doa anaknya yang tak pernah lelah dipanjatkan dengan kekhusuan
Hingga raga ini tak lagi ada..
Aku yakin Maha Rahman –Mu takkan pernah hilang…

*teruntuk ummi dan ayahku tersayang…<3
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Genius Learning

Dalam setiap proses pembelajaran, selalu aka nada tiga komponen penting yang saling terkait satu sama lain. Tiga komponen penting itu adalah:
  1. kurikulum, materi yang akan diajarkan
  2. proses, bagaimana materi diajarkan
  3. produk, hasil dari proses pembelajaran
Ketiga aspek ini sama pentingnya karena merupakan satu kesatuan yang membentuk lingkungan pembelajaran. Satukesenjangan yang selama ini kita rasakan dan alami adalah kurangnya pendekatan yang benar dan efektif dalam menjalankan proses pembelajaran. Selama ini kita hanya terpaku pada materi dan hasil pembelajaran. Kita terlalu sibuk dalam menetapkan tujuan yang ingin dicapai, lalu kita menyusun materi apa saja yang dirasa perlu diajarkan. Namun sering kali kita lupa bahwa dibutuhkan satu proses tersendiri untuk bias menjembatani antara kurikulum dan hasil pembelajaran. Yang terjadi selama ini adalah bila guru mengajar maka diasumsikan padasaat itu murid akan belajar. Satu asumsi yang salah namun jarang sekali ada orang yang mau repot-repot untuk mempertanyakan dasar asumsi ini.
Lingkungan pembelajaran:
Kurikulum ( materi yang diajarkan) ↔ Produk ( pembelajaran apa yang terjadi ) ↔ ↨ Proses ( bagaimana materi diajarkan )
Berangkat dari keprihatinan inilah maka saya menyusun dan mengembangkan metode pembelajaran Genius Learning. Genius Learning atau lebih tepat disebut sebagai Holistic Learning adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan satu rangkaian pendekatan praktis dalam upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran. Upaya peningkatan ini dicapai dengan menggunakan pengetahuan yang berasal dari berbagaio disiplin ilmu seperti pengetahuan tentang cara kerja otak, cara kerja memori, neuro-linguistic, programming, motivasi, konsep diri, kepribadian, emosi, perasaan, pikiran, metakognisi, gaya belajar, multiple intelligence atau kecerdasan jamak, teknik memori, teknik membaca, teknik mencatat, dan teknik belajar lainnya.
Dasar Genius Learning adalah metode accelerated lerning atau cara belajar yang dipercepat. Di luar negeri, metode ini disebut dengan beragam nama seperti Accelerated Learning, Quantum Learning, Quantum Teaching, Super Learning, Efficient and Effective Learning. Pada intinya, tujuan berbagai metode ini sama, yaitu bagaimana membuat proses belajar menjadi efisien, efektif, dan menyenangkan. Dr. George Lozanov adalah orang Bulgaria yang pertama kali mengembangkan metode ini. Beliau adalah bapak Accelerated Learning.
Mengapa saya memberikan nama Genius Learning? Nama ini saya berikan untuk membedakan metode accelerated learning yang saya kembangkan dengan metode sejenis yang ada di masyarakat. Metode Genius Learning telah memasukan dan mempertimbangkan kondisi masyarakat Indonesia secara umum, kebudayaan bangsa kita yang beragam, kondisi social ekonomi, system pendidikan nasional kita dan tujuan pendidikan yang utama, yaitu untuk menyiapkan anak-anak kita untuk bias menjalani hidupnya dengan berhasil setelah mereka meninggalkan sekolah formal dan masuk ke Universitas Kehidupan.
Saat memberikan dan loka karya untuk public dan kalangan dunia pendidikan, saya sering mendapat pertanyaan, “ Pak, mengapa metode Quantum Learning atau Quantum Teaching yang katanya sangat berhasil diterapkan diluar negeri, setelah kami coba disini kok tidak bisa maksimal hasilnya?” “ sebenarnya metode mereka itu sangat baik, namun yang sering kita lupa adalah bagaimana menyesuaikan metode itu dengan kebudayaan dan dunia pendidikan di negeri kita. Lagi pula metode Quantum Teaching/Learning yang dikembangkan oleh Bobbi DePorter merupakan satu paket dengan super camp. Untuk bisa berhasil, kita tidak boleh nanya mengadopsi sebagian dari metode tersebut karena akan kehilangan esensinya,” jawab saya.
Ada lagi yang bertanya “ apakah anda mengklaim bahwa metode Genius Learning ini lebih baik dari metode accelerated learning lainnya?” “ tentu saja tidak. Metode accelerated learning yang ada, yang telah lebih dulu dikembangkan, sama baiknya dengan genius lerning. Bedanya, genius learning adalah metode yang telah mengalami proses adaptasi dengan keadaan di Negara kita.” Jawab saya lagi.
Bila kita mengamati proses pembelajaran yang terjadi di dalam kelas, akan terlihat dengan jelas bahwa metode kuno atau konvensional yang telah kita gunakan selama ini adalah metode yang tidak menghargai harkat  kita sebagai manusia seutuhnya. Maksudnya, kita mengetahui bahwa sebagai manusia kita tidak hanyaterdiri dari tubuh fisik. Manusia terdiri badan dan batin. Batin sendiri terdiri dari empat komponen yaitu pikiran, ingatan, perasaan, dan kesadaran. Agar proses pembelajaran bisa berhasil dengan maksimal, kita harus mengakomodasi kedua aspek ini, yaitu badan dan batin.
Dalam proses pembelajaran di kelas, sering kali kita ( anak kita ) dianggap sebagai wadah kosong yang dapat diisi ilmu pengetahuan atau informasi apapun oleh guru. Kita jarang menemukan guru yang benar-benar memperhatikan aspek perasaan atau emosi murid, kesiapan mereka untuk belajar baik secara fisik maupun psikis. Yang kerap terjadi adalah guru masak ke kelas, murid duduk manis dan diam, lalu guru langsung mengajar.
Dalam menerapkan metode Genius Learning, kita berangkat dengan satu keyakinan dan pengharapan bahwa apabila setiap anak didik dapat dimotivasi dengan tepat dan diajar dengan cara yang benar-cara yang menghargai keunikan mereka-maka mereka semua dapat mencapai suatu hasil pembelajaran yang maksimal. Pendekatan yang digunakan dalam genius learning membantu anak didik untuk bisa mengerti kekuatan dan kelebihan mereka yang sesuai dengan gaya belajar mereka masing-masing. Anak didik akan memahami proses belajar yang benar. Mereka akan belajar cara belajar yang benar, sesuai dengan kepribadian dan keunikan mereka masing-masing.
Apa yang ditawarkan oleh metode Genius Learning adalah suatu sistem yang terancang dengan satu jalinan yang sangat efisien yang meliputi diri anak didik, guru, proses pembelajaran dan lingkungan pembelajaran. Dalam Genius Learning, kita menempatkan anak sebagai pusat dari proses pembelajaran, sebagai subyek pendidikan. Tidak yang terjadi selama ini, anak didik ditempatkan dalam suatu posisi yang  tidak pas yaitu sebagai obyek pendidikan.
Dengan adanya seorang guru dan anak didik di dalam kelas, tidak berarti proses pendidikan dapat berlangsung secara otomatis. Bial ada proses pengajaran, tidak berarti pasti diikuti denagn proses pembelajaran. Kedua proses ini memang diusahakan untuk bisa dicapai secara bersamaan. Namun perlu dipahami bahwa keduanya merupakan dua kegiatan berbeda.
Untuk itulah Genius Learning dirancang, yakni untuk menjembatani jurang yang memisahkan antara proses mengajar dan proses belajar.
Proses pembelajaran terbaik yang dapat kita berikan kepada anak didik kita adalah suatu proses pembelajaran yang diawali dengan menggali dan mengerti kebutuhan anak didik. Berangkat dari sini, kita sebagai pendidik harus bisa membawa anak didik, melalui suatu metode pembelajaran yang benar untuk bisa berkembang sesuai dengan potensi mereka seutuhnya.
Presuposisi atau asumsi dasar yang kita pakai dalam mendefiniskan kecerdasan dalam Genius Learning adalah sebagi berikut:
1.      Setiap orang dilahirkan jenius. Setiap orang dilahirkan dengan suatu kombinasi kecerdasan yang beragam. Karena perbedaan perjalanan dan pengalaman hidup, maka timbul perbedaaan dalam dominasi dan tingkat perkembangan kecerdasan yang kita miliki. Kondisi sosial dan budaya serta sifat dan proses pembelajaran yang kita alami akan menentukan seberapa cepat atau lambat proses perkembangan kecerdasan ini terjadi.
2.      Kecerdasan adalah suatu fenomena yang unik. Ada banyak cara dimana seseorang melihat dan mengerti dunia di sekelilingnya dan cara ia ungkapkan pengertian yang ia dapatkan.
3.      Konsep diri seseorang berbanding lurus dengan potensi yang ia gali dan kembangkan. Semakin baik konsep diri yang berhasil ia bangun, semakin baik pula ia mampu memaksimalkan penggunaan potensi yang ia miliki.
4.      IQ tinggi sangat membantu keberhasilan akademik namun bukan satu-satunya faktor utama. IQ rendah (dalam konotasi yang positif) bukan garansi kegagalan.
5.      Guru dapat mempengaruhi dan meningkatkan kecerdasan anak didik. Guru memainkan peran yang sangat penting dalam upaya menghilangkan berbagai hambatan yang menghambat perkembangan kecerdasan. Guru melakukannya dengan menggunakan strategi dan teknik yang tepat untuk membantu mengembangkan kecerdasan anak didik.
6.      Kecerdasan berkembang secara bertahap. Untuk lebih memahami hal ini perkembangan dapat dikembangkan menjadi empat tahap yaitu sebagai berikut:
a.       stimulasi
b.      penguatan
c.       belajar dan mengerti
d.      transfer dan pengaruh
·                                              Berpikir dapat diajarkan
Metakognisi atau yang kita kenal dengan istilah berpikir mengenai proses berpikir juga meliputi aspek belajar cara belajar yang benar, menggunakan teknik bertanya yang benar. Pengembangan lebih lanjut adalah dengan mengunakan teknik berpikir yang dikenal dengan nama Transformasional Thinking.
Metode Genius Learning disusun berdasarkan hasil riset mutakhir mengenai berbagai disiplin ilmu, terutama cara kerja otak dan memori. Pengetahuan kita mengenai apa itu otak, bagaimana cara kerjanya, faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja otak, berkembang sangat pesat dalam 10 tahun terakhir, ini semua ditunjang dengan perkembangan peralatan riset terutama alat pemindai/scaner yan gsangat canggih seperti PET (Positron Emossion Tomography), MRI (Magnetic Resonance Imaging), FMRI (Functional Magnetic Resonance Imaging) dan MEG (Magnetoencephalography). Saat ini kita dapat melihat secara langsung apa yang terjadi di otak saat otak diberi tugas atau sedang melakukan proses berfikir.   
Secara ringkas tahapan pembejalaran Genius Learning, adalah sebagai berikut :
  1. Suasana yang kondusif
  2. Hubungkan
  3. Gambaran besar
  4. Tetapkan tujuan
  5. Pemasukan informasi
  6. Aktivasi
  7. Demonstrasi
  8. Ulangi dan jangkarkan
Benarkah Accelerated Learning, begitu dahsyat hasilnya ?
Berikut beberapa contoh dari hasil aplikasi metode accelerated Learning, :
Belajar 1. 200 kata dalam bahasa asing hanya dalam waktu satu hari
Hasil yang paling mengesankan adalah klaim yang dilakukan oleh Dr. Lozanov dalam bidang pengajaran bahasa asing. Beliau melaporkan bahwa pelajar di Bulgaria yang mengikuti program pelatihan ini, merasa jauh lebih mudah menghapal 1.000 hingga 1.200 kata dalam bahasa asing dari pada hanya menghapal 500 kata saja.
Berikut adalah hasil penelitian yang dilakukan Dr. Lozanov sendiri terhadap 896 siswa dalam sesi pelatihan bahasa “suggestopedic”:
Jumlah kata tiap sesi
Jumlah siswa tiap sesi
% kata yang dihapal tiap sesi
1-100
324
92,3
100-200
398
96,8
201-400
93
93,1
401-600
53
90,4
1.200-1200
28
96,1

Belajar bahasa asing dalam waktu yang singkat
Pada tahun 1993, sekolah Bridley Moor High School di Reduicth, Inggris menguji cobakan efektifitas dan efesiensi metode accelerated learning dalam mempelajari bahasa asing.
Hal 13

Menggunakan metode baru (A.L)
Menggunakan metode konvensional
Lulus dengan nilai 80% atau lebih
65%
11%
Lulus dengan nilai 90% atau lebih
38%
3%

Hal ini membuktikan bahwa dengan menggunakan metode accelerated learning, murid yang lulus dengan nilai 90% atau lebih, julahnya 10 kali lipat dibandingkan dengan menggunakan metode biasa.
Meningkatkan kecepatan belajar sebesar 661%
Profesor pendidikan Freeman Lynn Dhority yang mengkhususkan diri dalam bidang pengajaran bahasa asing menjelaskan hasil percobaannya sebagai berikut :
1.      Tiga kelompok tentara Amerika belajar dasar-dasar bahasa Jerman selama 12 minggu, dengan menggunakan metode pengajaran standar (60 hari, 360 jam)
2.      Satu kelompok lagi belajar materi yang sama tetapi dengan menggunakan metode accelerated learning selama 18 hari (108 jam)
3.      Hanya 29% dari kelompok yang belajar dengan metode standar yang mencapai level persyaratan pemahaman yang diharapkan setelah belajar slam 360 jam.
4.      Tetapi 64% dari kelompok yang belajar dengan metode accelerated learning mencapai level kemampuan membaca dalam bahasa Jerman sama dengan kelompok 29% yang menggunakan metode biasa. Padahal mereka hanya belajar selama 108 jam. Dan 73% dari kelompok accelerated learning ini mencapai level pemahaman komunikasi dalam bahasa Jerman sperti yang disyaratkan.
5.      Secara statistik, ini berarti kecepatan belajar 661% lebih cepat, dengan hasil dua kali lipat, dengan waktu hanya sepertiga dari waktu normal
Laporan dari Hasil Campaign for Learning
            Campaign for Learning adalah suatu program uji coba penggunaan metode accelerated learning di Inggris dan Wales, dimulai bulan September 2000 hingga Juli 2001. Program ini melibatkan 24 sekolah dengan usia murid yang beragam hingga 1 hingga 18 tahun.
Hasil uji coba ini sangat membesarkan hati karena benar-benar memberikan gambaran baru mengenai bagaimana seharusnya proses belajar dan mengajar dilakukan. Akibat yang timbul pada diri anak didik, guru, dan sekolah juga sangat baik.
Berikut ringkasan dari hasil uji coba tersebut :
Hasil untuk murid
1.      Peningkatan hasil belajar yang sangat signifikan (minimal 20%).
2.      Suasana belajar yang lebih kondusif.
3.      Murid merasa lebih dihargai karena proses pembelajaran mengakomodasi semua gaya belajar mereka.
4.      Motivasi belajar murid meningkat.
5.      Belajar menjadi suatu kegiatan yang menyenangkan.
6.      Murid mampu menerapkan apa yang mereka pelajari ke dalam kehidupan mereka.
Hasil untuk guru
1.      Guru merasa lebih nyaman dan senang mengajar. Mereka dapat mengerti kebutuhan murid dan tidak khawatir jika murid membuat kesalahan. Kesalahan merupakan bagian dari proses pembelajaran.
2.      Guru menggunakan berbagai sumber informasi untuk mengajar.
3.      Guru mendukung penggunaan metode accelerated learning dan membentuk kelompok diskusi untuk lebih meningkatkan kemampuan mereka.
4.      Guru setuju dan bersikap positif terhadap prinsip pengajaran yang digunakan.
5.      Guru lebih siap mengurangi kontrol terhadap murid dan memberikan kebebasan kepada murid untuk turut menentukan arah dan proses pembelajaran.
6.      Motivasi mengajar meningkat.
7.      Guru merasa lebih diberdayakan karena kini lebih mengerti proses pembelajaran yang benar.
Hasil untuk sekolah
1.      Peningkatan suasana belajar secara signifikan.
2.      Kerja sama guru dan murid dalam menyukseskan proses pembelajaran meningkat.
3.      Kualitas dan isi program bimbingan belajar (mentoring) merupakan faktor kunci dalam keberhasilan program mentoring.
4.      Program “belajar cara belajar” telah diterima dan dimasukkan ke dalam program departemen tertentu dan ke dalam kurikulum.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Copyright 2009 Pelangi Rizqi
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Blogger Templates