9 Prinsip Genius Learning

1.      Otak akan berkembang dengan maksimal dalam lingkungan yang kaya akan stimulus multi sensori dan tantangan berfikir. Lingkungan demikian akan menghasilkan jumlah koneksi yang lebih besar di antara sel-sel otak.
2.      Besarnya pengharapan/ ekspektasi berbading lurus dengan hasil yang dicapai. Otak selalu berusaha mencari dan menciptakan arti dari suatu pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung pada level pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Motivasi akan meningkat saat murid menetapkan tujuan pembelajaran yang postif dan bersifat pribadi.
3.      Lingkungan belajar yang “aman” adalah lingkungan belajar yang memberikan tantangan tinggi namun dengan tingkat ancaman yang rendah. Dalam kondisi otak neo-cortex, dapat diakses dengan maksimal sehingga proses berpikir dapat dijalankan dengan maksimal.
4.      Otak sangat membutuhkan umpan balik yang bersifat segera dan mempunyai banyak pilihan.
5.      Music membantu proses pembelajaran dengan tiga cara, pertama, music membantu untuk men-charge otak. Kedua, music membantu merilekskan otak sehingga otak siap untuk belajar. Dan ketiga, music dapat digunakan untuk membawa informasi yang ingin dimasukan ke dalam memori.
6.      Ada beberapa alur dan jenis memori yang berbeda yang ada pada otak kita. Dengan menggunakan teknik dan strategi khusus, kemampuan untuk mengingat dapat ditingkatkan.
7.      Kondisi fisik dan emosi saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Untuk bisa mencapai hasil pembelajaran secara maksimal, kedua kondisi fisik dan kondisi emosi harus benar-benar diperhatikan.
8.      Setiap otak adalah unik dengan kapasitas pengembangan yang berbeda berdasarkan pada penagalaman pribadi. Ada beberapa jenis kecerdasan. Kecerdasan dapat dikembangkan dengan proses pengajaran dan pembelajaran yang sesuai.
9.      Walaupun terdapat perbedaan fungsi otak kiri dan otak kanan, namun kedua belah hemisfer ini bisa bekerja sama dalam mengolah informasi.
Perlu dibedakan antara tantangan dan stress. Stress meliputi rasa takut dan khawatir yang berawal dari keinginan untuk menhentikan atau melarikan diri dari suatu pengalaman negative yang riil maupun suatu pengalaman yang diaangap, dipandang, atau diasumsikan negative.
Rasa takut dan khawatir ini bisa berasal dari suasana kelas dan keadaan sekolah tidak kondusif, rasa takut, terhadap sikap dan perilaku guru, rasa takut akan hukuman, rasa takut akan kegagalan, takut mendapat malu, takut dimarahi, dan takut mendapat hukuman fisik.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "9 Prinsip Genius Learning"

Post a Comment

Copyright 2009 Pelangi Rizqi
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Blogger Templates