saung Angin...^^
Baiklah,
aku akan mulai memahat kembali otakku yang sempat kelu karena sudah beberapa
lama tak menjamah rangkaian kata pada lembaran kertas putih dengan kursor yang berdenyut-denyut menunggu
ideku dengan sabar.haha
Bermula saat aku
yang sangat menggilai novel Muhammad Sang Penggenggam Hujan. gila pada
Astu dan Kahsva. Pada penggambaran suasana sejarahnya yang dapat kuarasakan
sempurna. terlebih kekaguman dan rasa cintaku pada Rosulullah yang semakin tak
terkira. Membacanya membutuhkan waktu memang. dahiku sesekali berkerut.
menyertai mataku yang belum berhenti mengitari huruf yang terletak rapi pada
novelnya mas Tasaro GK.
Aku bahkan menulis kembali kata atau kalimat yang
menurutku menjadi kekhasan penulis. sehingga aku dapat mengenali tipe penulis
pada penulis novel yang aku baca.
Berawal
dari teman sekostan yang mengajakku ikut. langsung saja aku menyambutnya dengan
senyum. Meskipun pada hari yang sama ada dua agenda yang harus kutinggalkan. Seminar
grafologi dan tugas organisasiku. yang memang setiap sabtu ahad berlangsung.
tapi aku mencoba berfikir. untuk bertanggungjawab dengan pilihanku sendiri.
grafologi aku
telah menyiasati untuk membeli bukunya dan belajar sendiri. Begitu pula tugas
organisasiku yang sudah aku amanahkan pada temanku yang lain. karena sabtu ahad
selalu disana maka untuk saat ini aku putuskan untuk meninggalkannya barang
sejenak. untuk merefresh kembali semangat menulisku. Meskipun sebelum berangkat
ada saja ujiannya. hanya aku dan temanku yang tau.haha
Hampir tidak
jadi karena aku tak tega meninggalkankanya. Namun kembali pada perkataanku bahwa.
“Aku harus
bertanggungjawab pada apa yang aku lakukan”...mulai saat itu aku melangkah
dengan senyum.
“Semoga ini
adalah jalan agar aku lebih bisa bertanggungjawab dengan keputusanku sendiri.” gumamku.
Dan...tak menyangka pula aku bertemu dengan teman organisasi yang berada di
purwakarta. triiing. ingatanku kembali menerawang. pada tugasku itu. hihi
hingga suatu
ketika. kami disambut dengan kata yang mampu membuat semangatku mengkerut.
sebentar kemudian tersenyum. Hal yang membuatku terpana adalah kalimat yang
dilontarkan ketika kami berkumpul di lapangan dekat saung angin.
“Saung angin
ini sebenarnya adalah sebuah uangkapan. bahwa seorang penulis itu sebelum
mencapai puncak keberhasilan maka harus mendaki alias berusaha. ketika sampai
pada keberhasilan. maka tunggulah angin yang akan datang menyambut. ini berarti
bahwa setiap fase dalam menulis itu ada ujiannya. ada racikan kesabaran,
ikhtiar optimal, dan tawakkal didalamnya . jadi...menjadi penulis itu tak
mudah, juga tak sulit. dengan tak lupa
menseting niat agar proses, dan tujuan menulis kita diperuntukan untuk
kemashlahatan ummat. untuk generasi yang lebih baik. menciptakan peradaban yang
cinta ilmu dan sholih.”kurang lebih seperti itu.
sebenarnya aku
adalah tipikel orang yang tidak terlalu menggebu untuk mengukai figur. ex
artis, penulis. dsb. hanya keinginan yang lumayan cukup besar untuk bertemu dan
mengambil ilmunya membuat semangatku meluap. sma aj.hihi..
Ah engga
juga.heee...
Sampai suatu
ketika...
Aku memang
menyukai Rosulullah. Sudah banyak Sirah Nabawiah aku lahap. Bagaimana
keluarganya, sahabatnya dan sifatnya karena aku sangat menyukai sejarah.
terutama sejarah islam. Misalkan saja buku khusus membahas tentang khadijah,
aisyah, dan. 99 cahaya islam di eropa karya Hanum Salsabila Raies. Namun yang
amat mengena dihatiku adalah bagaimana penggambaran rosulullah yang ada dalam
novel muhammad penggenggam hujan dan pengeja hujan. aku menangis sejadi
jadinya. merasakan rindu yang amat sangat. aku sangat berharap bertemu
dengannya. membersamainya bersama golongan 70 ribu manusia yang pertama kali masuk
syurga bersama Rosulullah. Menyelami telaganya, dan bertetangga dengannya kelak
dijannah-Nya...aamiin.
itu yang aku
rasa setelah membacanya. aku juga sedikit tertarik pada Ahmad Rofi Usmani yang membantu
pembuatan novel itu. pernah juga membaca buku beliau. sangat bagus. dan beliau
ahli dibidang sejarah islam. saaangat suka. semoga suatu saat nanti bisa
sharing bersama keduanya. Tasaro GK. dan Ahmad Rofi Usmani.ngarep.hehe
Ketika aku
mendengar istilah TARAJE. jujur saja aku belum faham dengan apa yang tengah
dibicarakan karena aku belum masuk pada komunitasnya.haha
tapi, aku
rasa ini amat menarik. aku dapat mengetahui
bagaiamana nikmatnya menulis dari mas Tasaro.
hmm...menurutku...
menulis adalah suatu tanggungjawab. lho? aku mengartikannya sendiri pemirsah.haha
menulis adalah suatu tanggungjawab. lho? aku mengartikannya sendiri pemirsah.haha
menurutku,
menulis tidak hanya sekedar aktualisasi diri sebagai salah satu wujud
penyaluran bakat atau hobi. namun. lebih dari semua itu, menulis sdalah belajar
bagaimana kita dapat bertanggung jawab untuk memberikan kontribusi terbaik
untuk orang lain. didalamnya ada kata “istiqomah alias konsistensi penulis yang
rela menyempatkan meskipun beberapa menit dalam sehari untuk menulis. rela
mengembangkan kelima alat indranya untuk dapat merasakan bagaimana indahnya
hidup dari yang Maha hidup. juga bagaimana mengembangkan nalar dengan berbagai
realita yang ada.
yup. itulah
menulis. tentu setelah lumayan rada merenung setelah mendapat materi 5 I + one
nya Tasaro GK. hehe
Aku memang
orang yang sangat senang membaca. terutama novel.hehe
tapi satu hal
yang aku lakukan sebelum membaca buku adalah membaca biografi penulis.
baru setelah
itu aku mau membaca. kenapa? karena dengan membaca biografi aku akan sedikit
tahu. apa sebenarnya tujuan penulis hehe...so tau...haha
kebiasaan anak jurusan BK kan kepo yang bahasa ilmiahnya analisis perilaku.hehe
kebiasaan anak jurusan BK kan kepo yang bahasa ilmiahnya analisis perilaku.hehe
ketika melihat
mas Tasaro aktivitasnya menulis, menanam dikebun dan tinggal di tempat yang
amat nyaman untuk “merenung” hehe.
aku pikir. ini
unik. sangat unik.
bagaimana
tidak, biasanya seorang penulis adalah orang yang menurut saya...hidup dengan
dunianya itu.
jujur saja ini
saya katakan karena sebelumnya saya belum pernah bertemu dengan beliau.
nah, ketika
pertama kali mendengar bagaimana beliau berbicara.
emmmm....
aku sedikit
bisa menilai.haha.lagi-lagi..
bahwa aku belum
mendapatkan itu....mendapatkan rasa tanggungjawab dengan pilihanku sendiri. bersikap asertif pada setiap keadaan. dan menikmati
hidup dengan caraku sendiri. memaknai makna Illahiah dengan memberikan kontribusi
pada ummat dengan caraku sendiri.
selama ini tren
konformitas ternyata sedikitnya membuatku bingung dengan identitasku sendiri.
nah, sudah
dapat dilihat kan...bagaimana perjalanan ku dipertemukan dengan mas Tasaro, teman-teman
penulis seperti kak Atih dan Antitesanya. juga teman-teman penulis hebat lainnya
yang dengan hebatnya menjadi gelas kosong saat mendengarkan materi saat itu.
any way...
any way...
Aku mendapatkan
banyak “hikmah” hari itu. Aku kembali merasakan bagaimana seharusnya menjadi
seorang penulis. aku jadi tahu bagaimana jurus menulis yang sangat jitu. namun
lebih dari semua itu. aku bisa menikmati bagaimana nikmatnya menulis yang
sesungguhnya. bagaimana menjadi penulis yang tidak hanya sekedar menulis. namun
menjadi penulis yang siap menjadi sarana perbaikan gerenasi yang lebih baik..^^
bagaimana
tidak. belajar dari seorang penulis hebat langsung, belajar dialam. diatas
bukit beratapkan saung kecil yang dari saung angin ini dapat melihat indahnya
bandung dan sumedang. hmmm..amazing..^^
bagaimana
denganmu???
masih menunggu?
atau beru akan memulai saat ini?tak apa kawan... tak ada kata terlambat untuk
perbaikan. ada pepatah mengatakan bahwa “balas dendam yang diperbolehkan adalah
balas dendam untuk menjadi yang terbaik mengalahkan orang lain dalam kebaikan”.
pernah dengar
istilah bahwa kesungguhan dan kegigihan yang amat sangat itu lebih baik dari
pada mengandalkan sekarung bakat yang tertidur.so..tunggu apalagi?
Menulislah.....
tebarkan kasih sayang dan kebaikan dibumi dengan caramu sendiri. Agar
namamu, juga namaku menjadi salah satu nominasi aktris dan aktor terbaik di
akhirat kelak.. menggema dalam keabadian....
yakin pada
Allah, dan percaya diri menciptakan keajaiban diatas Dunia. ^^
@yèô_$#ur Ík< tb$|¡Ï9 5-ôϹ Îû tûïÌÅzFy$# ÇÑÍÈ
84.
dan Jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang)
Kemudian,(Asyu’ara :84)
ayooo,
gabung di komunitas TARAJE dan bermetamorfosislah menjadi makhluk yang
memberikan “keindahan” pada orang –orang disekitarmu.^^







0 Response to "saung Angin...^^"
Post a Comment