Simfoni Ukhuwah Program Tutorial





Aljabar, Agustus 2009
Dear Diary,
Hari ini adalah kali pertama aku menikuti kuliah umum dengan gembira. Dengan penuh syukur aku mulai membuka buku panduan yang didalamnya terdapat banyak kegiatan mahasiswa.
“ Waaaah saaangat banyak.” Akhirnya dengan penuh semangat kubulati kegiatan apa saja yang akan aku ikuti selama perkuliahan. Dan yang pertama kulingkari adalah ..”’LEPPIM, yah aku senang menulis, kubulati dengan segera. Hmmm, kemudian...UPTQ...karena aku senang dengan puisi dan saritilawah serta pidato bahasa yang beragam. Hmmm..kemudian...pramuka..yah, aku igin melanjutkan JAMDUN. (Jambore dunia). Setelah sewaktu dulu JAMNAS (jambore nasional). Huhu...nah, cukup. (self oriented).hehe
Eits. Seketika mataku bersiborok dengan tulisan yang mengingatkanku pada seseorang.yah, murabiyahku dulu. Hmmm,
“Nanti kiki ikut LDK ya..” ujarnya.
“Hmm, yah. Hampir lupa. Ini amanaah kiki....”Aku bergumam tak jelas. Akhirnya aku mengazamkan untuk mengikuti semua pilihanku itu.
Seiring berjalannya waktu. Ternyata aku mulai menyadari bahwa hidup ini penuh dengan misteri. Dulu. Aku masih sangat ingat. Ketika SMA liqo dimarahi oleh guru didepan kelas. Karena mengajak teman-teman. Karena disekolah tidak diperbolehkan mengikuti “pengajian sesat”.ah menyebalkan. Pindah sekolah malah lingkungannya tidak menyenangkan.lho?menyalahkan sekolah. Bukannya mau pindah sendiri?huhu.
 Tempatnya di mesjid yang jauh dari sekolah. berjalan jauh berkilo-kilo untuk mengirit ongkos dan berlari-lari mengejar waktu untuk pramuka karena pengurus harus lebih awal. Belum lagi di tegur dengan keras oleh salah satu pemilik pesantren. Dan tokoh disana. Karena mengajak santrinya. Alias temanku. Untuk liqo. Hingga satu persatu sampai kelulusan dan masa-masa sebelum kuliah hanya tersisa satu dan itupun tetap berusaha bergabung dengan sekolah lain. Dan kini dengan mudah mentoring itu dengan mudah kudapatkan. Ternyata hidayah itu. Sulit, namun indah dan amat mahal harganya. Dan bagaimana mungkin aku akan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini?
Tidaaaak mungkin..!!!#ekspresi aneh.he
***
Aljabar,  September 2009
Entah mengapa terasa biasa dan seolah tak terjadi apa-apa hari itu. Sebut saja kostan Aljabar adalah penghuninya sebagian besar aktivis di salah satu organisasi dakwah di UPI. Yang tentunya sangat memompa semangat untuk selalu melakukan kebaikan dan kebaikan. Setelah beberapa bulan terlewati. Aktivitas pun mulai lancar dari yang tak dapat jauh dari rumah. Sudah mulai dapat fokus kuliah. Meskipun bayang-bayang rumah selalu menyertai. Hmmm,,, hari itu ternyata tes Baqi. Namun sebelumnya secara tak sengaja aku melihat pamflet di mading sekre tutorial. Bersama teman sekostan yang sampai sekarang juga sebagai pengurus tutorial. Kami janjian untuk mendaftar. Dengan niat coba-coba dan ingin tahu. Hari itu juga. Setelah selesai Tes,  Menyelip dan dengan rasa deg-degan karena tes Bagi hampir selesai. Dan alhasil. Tes Baqi baru selesai. Aku baru masuk. Dan itulah Allah...ternyata teteh yang mengetes Baqi kelasku hari itu adalah teman sekamarku. Yakni kakak tingkatku...
“Its beautifull Allah...” jadi ga dimarahi.hehe
***
Alfurqon, November 2010
Dan mungkin itu adalah jalan dari Allah dengan mudah Dia mengarahkanku dalam kebaikan. Sedari dulu ingin ikut TMR namun belum juga kesampaian. Karena pulang lah, sakit, dan sebagainya.  Hingga ditakdirkanlah untuk tetap di Tutorial hingga saat ini.^^
Setelah direnungkan. Ternyata, dimanapun kamu ki, asal itu ladang dakwah dan kebaikan. Maka amanah dari murabiyahmu tertunaikan.hmmm.
Dan Ini ceritaku tentang hijab.hehe
Serasa aneh berada pada ruangan dimana setiap ikhwan dan akhwat. Sebutan untuk laki-laki dan perempuan yang biasa digunakan sehari-hari dalam aktivitas di sekre tutorial yang belum begitu kukenal.
Teringat dulu. Ketika kelas satu SMA. Dimana ketika aku belum mengerti apa yang harus kujaga dalam pergaulan. Sebelum aku pindah ke sekolah lain.
Dulu, masa jahiliyah tapi lumayan tidak terlalu konslet.hehe
Di setiap kelas ada hijab. Untuk memisahkan murid laki-laki dan perempuan. Kala itu benar-benar belum mengerti kenapa harus memakai kos kaki. Kenapa laki-laki dan perempuan dipisah ketika ada kegiatan. Tidak boleh bercanda berlebihan de el el. Awal masuk SMA yang suram.hehe
Hingga hal yang paling menyebalkan adalah ketika tengah belajar. Salah satu teman laki-laki mengintip dari kain hijab yang bolong. Sambil melihat dengan wajah bercanda. Nah dan yang paling lucu adalah. Hal jail yang sering dilakukan baik siswa laki-laki atau siswa perempuan. Yakni pura-pura mengambil sesuatu kebawah meja. Padahal melihat lingkungan sekitar dibalik hijab.haha.
Thats right...
Dan yang paling ekstrem adalah ketika kejahilan tinggat tinggi dan kebosanan tingkat akut mulai meraja lela. Ketika guru menulis dipapan tulis. Otomatis barisan belakang kurang melihat karena terhalang hijab. Oh...maka dengan dalih tak kelihatan tersebut. Dibukalah hijab. Harusnya setengahnya atau bahkan seperempatnya. Ternyata sengaja dibuka semuanya. Dan terlihatlah aktivitas-aktivitas aneh itu.
Yah, siswa laki-laki yengah tertidur lelap dan siswa perempuan tengah berdandan. Haha. Dan mereka gelagapan melihat situasi yang tak aman itu.hihi.rasakaaan.!!!
Hingga selepas SMA pun aku belum faham akan pentingnya dan fungsi hijab. Hingga tibalah saatnya hidup di tutorial. Dan mulai saat itu aku mengerti makna hijab seutuhnya.alhamdulillah.^^
Meskipun perlu beberapa tahun untuk memahami dan mengaplikasikannya dengan hati. Bukan karna ikut-ikutan. Ya Allah, bagaimana dengan hal lain yang membutuhkan keikhlasan dan kesabaran. hmmm. bukankah Allah Maha menghargai proses bukan?^^
Wokkeh...kembali ke cerita awal....
Mulailah ke pekanan. Meskipun sedikit banyak bolos. Karena himpunan dan sifatku yang lebih senang menyendiri. Kali pertama member magang. Hmm...Sesuai. Diperpustakaan. Subhanallah..sangat menikmati. Mengklasifikasikan jenis buku, mengkode, melabeli, hingga merapihkan kembali buku menjadi rutinitas selama menjadi member magang. Bahkan semester depannyapun tetap diperpustakaan.
Melihat kabid yang sangat luar biasa lembut. Hatiku Selalu berkata. Apakah aku bisa sepert beliau?
“Ah, tentu setiap orang memiliki keunikannya tersendiri.” Aku berkata sambil mengulas senyum.
Sangat bangga menjadi bagian tutorial. Seperti memiliki saudara sendiri. Meskipun bukan bidang tutorial Reguler kala itu. Namun setiap pekanan. Sangat senang membantu bidang tesebut.
Hingga dengan secara tersembunyi ada yang menyarankan untuk memindahkanku ke BTR.
“Teteh boleh bicara sebentar? Teh Suci menatapku lembut.
“Boleh teh.” Ujarku.singkat.
Senyap beberapa lama. Aku duduk disampingnya, ia tersenyum, namun serius.
“Kiki gimana kalau pindah ke BTR?” Pinta teh Suci. Suatu ketika.
Aku tergagap. Sambil nyengir kuda.
“Nanti kiki mau pkir-pikir dulu teh.” Ujarku. Singkat.
“Iya, teteh akan menunggu.” Teh Suci berkata sambil tersenyum. seolah mengerti jalan pikiranku
Belum sempat aku bertanya, teh Dini menjulurkan tangannya.
“Ke BTR ya de. insyaAllah BTR juga ladang dakwah yang harus dilakukan.” Ujar teh Dini. Lembut.
Aku hanya memandang bingung pada kabidku. Teh Chendra. Beliau hanya tersenyum.
“Teteh mah gimana kiki aja, dimanapun kita. Selama itu kebaikan. Lakukan aja.” Teh Chendra berkata dengan senyumnya yang menentramkan.
“Di BTR, interaksi dengan peserta lebih intens de, bisa sambil belajar lebih memahami peserta. Kan sama tuh sama jurusannya PPB kan?” teh Dini berujar berusaha meyakinkan.
Aku  hanya tersenyum. Getas. Sambil menatap dengan tatapan hampa. Tiba-tiba berkelebat dalam bayanganku buku ustad Rahmat Abdullah..
“Bentuklah dirimu dengan kesholehan dan kemurnian keimanan kepada-Nya. Siapkan dirimu dengan potensi yang dimiliki. Bangun visi dakwah yang kokoh untuk menjadi agen pengubah karena dakwah kita adalah dakwah panjang. Lakukan perubahan itu dari yang kecil dan mulailah dari sekarang. Karena dakwah adalah momentum kebaikan yang Allah karuniakan pada kita...”
Seketika aku terkesiap..
“get be ready sista!!”^^
Meski telah melalui proses panjang dengan larik do’a dan sharing dengan kakak-kakak yang lain...Akhirnya...^^
***
Bandung, januari 2011
Dear Diary..
Hari ini aku masih sangat ingat. Terekam jelas dimemori otakku. kala itu,  Akhirnya aku memutuskan untuk pindah ke BTR. Meskipun berat. Sangat berat. Bukan karena tak bisa. Namun karena sudah sangat dekat dengan personil bidang perpustakaan. Sudah hampir tiga semester disana.Dan aktivitasnya yang sangat menyenangkan. Namun seperti teh chendra bilang. Dakwah itu tak selamanya indah. Harus ada yang dikorbankan. Bahkan jiwa sekalipun...
Dan simponi ukhuwah itu pun mulai tersemai sejak itu....karena Hidup, akan membuatmu hidup dengan kemampuanmu.^^
***




Bandung,  Februari 2011
Dear Diary.
Hari itu lelah masih terasa. Baru selesai kuliah seharian. Hingga tak sempat rapat. Sudah sedari kemarin opini itu berunculan. “Ya Allah, amanah berat ini..apakah bisa?” Aku ingin mengatakan banyak hal. Namun diujung lidah semuanya tertahan.lebay.hehe
“Tentu bisa de,...” ujar kakak-kakak dengan senyum yang penuh arti.
Lantaran mencium gelagat tak beres. Aku hanya dapat tersenyum getir. Sambil terus berharap agar segala hal yang baik akan selalu menemaniku. Dan akhirnya...hari itu tiba.
Menangis, menangis dan menangis. Aku mematut diri pada cermin.  “Sudahkah aku pantas untuk memikul amanah ini? amanah yang memiliki kewajiban yang luar biasa. Yang berimbas pada agenda tutorial yang amat besar akibatnya.”
Melihat kabidku pertama dulu yang dengan sabar, dan tetap tersenyum. Meskipun tangis sering mengiringi. Hampir semua tugasnya BTR ia lakukan. Namun karena dukungan dari sahabat-sahabatnya yang sama-sama pengurus di Tutorial juga. Selalu tak pernah lelah menyemangati dan saling mebantu. Maka angkatan 2007 melenggang dengan cantik Kepengurusannya. Karena kesolidan, kekokohan akhlak, dan kesabaran yang sangat luar biasa.
Kau tahu Ry, ketika aku di Biro peserta dulu. Ketika pergantian kabid baru. masih bingung harus berbuat apa. Karena kabid sebelumnya tak memberika arahan. Dan kala itu aku ditunjuk sebagai kabiro peserta. padahal baru dipindahkan dari Perpustakaan. Walaupun sebenarnya semester sebelumnya sebagai staaf di Biro peserta. Namun tetap saja belum faham. Sedangkan aku sendiri tak tahu apa yang harus kulakukan. Ditambah lagi dengan saudaraku di biro peserta yan memilih untuk sibuk diluar. Hingga pengelompokkan masih belum rampung hingga pekanan ke lima. Ya Allah, betapa cerobohnya aku. Karena berkali-kali kelompok direvisi karena ada masukan dari jurusan, BAAK dan dari rekomendasi kakak-kakak.
 Dulu, hampir seringkali sakit karena tugas kuliah dan organisasi yang begitu menuntut. Karena terasa berat. Karena merasa sendiri. Psikosomatis.haha
Hingga hal yang menakjubkan itu terjadi. Hampir semua pengurus terutama angkatan 2008 berkumpul di kostnku untuk merampungkan pengelompokkan. Dan sejak itu mereka selalu berkata.. “ada yang bisa teteh bantu?”
Dan itulah yang aku contoh dari mereka. Tak peduli pekerjaan bidang manapun. Tak peduli sedang apapun. Kata “ Ada yang bisa teteh bantu?”
Selalu menjadi kata indah yang aku lontarkan pada saudaraku di Tutorial saat ini dan mungkin selamanya...
Hingga kemudian digantilah kabidnya menjadi sosok yang sangat luar biasa. Sangat sederhana, dan sabarnya luar biasa. Bahkan ketika semua orang menangis karena beratnya amanah. Ia tetap tersenyum. Meskipun diri ini kala itu sering langsung pergi dari pekanan yang baru setengahnya karena harus praktikum ke dua sekolah.
 Jabatan tangannya, pelukan dan tepukan hangatnya dibahu. Mampu melecut semangat dan menghilangkan rasa “malu” itu. Shaumnya tak pernah lekang dari aktivitasnya, dzikir setelah shalatnya amat panjang dan khusuk. Serta semangat, kesabaran. Kesederhanaan yang ke 29 huruf abjad  pun tak mampu mengungkapkan pribadinya yang baik. Ya Allah, sangat jauh-sangat jauh jika dibandingkan dengan mereka yang telah melewati fase itu dengan kesabaran dan keikhlasan.
“Dan bagaimana denganku? Yang mendengar lagu sedih saja bisa langsung menangis. Parah ya?”hehe.
Apalagi menghadapi masalah BTR yang tidak hanya setiap sabtu ahad saja . Namun setiap hari. Ada saja yang harus dikerjakan. Dan dikembangkan. hmmm
“INI TANTANGAN KIKI. DOSA KAMU ITU SUDAH BANYAK. MUNGKIN DENGAN AKTIVITAS KAMU DITUTORIAL BISA TERKURANGI. BAHKAN DAPAT MENGHAPUS DOSAMU YANG LALU. KARENA TETAP MELAKUKAN KEBAIKAN SECARA TERUS MENERUS. “ ujar hati kecilku.
“Hmmm...benar juga. Bagaimana bisa aku dewasa..” Benakku segera menerawang.teringat kata-kata dosen.
“Ketika ada siswa atau orang lain yang memiliki masalah. Dan banyak masalah yang harus dibantu. Apakah harus selalu difikirkan? Tentu tidak. Ada tempat, waktu yang memisahkannya. Karena kita juga manusia. Yang harus memiliki waktu dengan keluarga, kewajiban terhadap diri sendiri, dan kepada orang lain.”
Aku manggut-manggut tak jelas. Sambil mendengarkan dengan khidmat murattal baru yang mengispirasi...^^
Tiba-tiba aku juga teringat pada teguran teman dari jurusan psikologi.
“Kamu itu harus tegas Ki. Dan harus dapat memposisikan diri. jangan hanya karena gak tega. Kamu mengorbankan kepentingan dirimu sendiri. Kalau kamu itu temannya. Yah perlakukan dan bantu orang yang bermasalah itu sesuai dengan posisimu saat itu. Yakni teman. Tidak lebih. Jika ia sebagai muridmu perlakukan sebatas muridmu, jika ia keluargamu, perlakukan juga dengan segala kemampuan yang kamu miliki sesuai dengan masalahnya. Karena setiap orang memiliki kepasitasnya sendiri. Ada yang bahkan tak mau dibantu. Ada juga yang hanya ingin didengarkan. Jangan difikirkan. Itu akan memberatkanmu. Bukan kewajiban namanya  jika itu meberatkan dan memberi keburukan untukmu.” Ujarnya. Tegas. Menatapku yang lamat-lamat mulai berfikir.
“Belajar bersikap ASERTIF DAN EMPATHY KIKI SHOLEHAAH!!!”
Kutulis besar-besar di laptop, serta buku catatan.
“Okeee....belajar berkata TIDAK jika itu memang tidak baik. dan tetap harus membantu orang lain dengan segala kemampuan yang dimiliki...Fightiiin...!!!^^
“hmmm..benar juga...” melankolisku ini sudah akut. Sangat bagus jika untuk belajar memahami dan menganalisis perilaku orang lain. Namun tidak baik jika setiap masalah dihayati. Dan kau tahu Diary, sejak saat itu aku belajar untuk “kebal” menghadapi masalah. Untuk tetap bertahan ketika semuanya terdiam. Mencoba untuk dapat menjadi diriku apa adanya. Sabar, ikhlas, dan tetap tersenyum. Dengan tetap membantu orang lain. Be great fighter . seperti sabarnya ummi dan bapak ya. Kikoyy...^^
***


Februari 2012
Hy Ry, Pekanan pertama, kebat kebit rasanya hati ini menghadapi hari ini. Padahal kegiatan ini sudah seringkali terjadi. Bahkan menjadi suatu hal yang biasa dilakukan oleh Tutorial. Namun hal ini berbeda rasanya ketika awal mula kepengurusan PT 2012. Disana aku tak lagi sebagai staff yang masih dapat bersandar pada KABID. Sebagai adik yang selalu menyodorkan dan meluahkan masalah pada kakak tingkat yag masih ada. Kini kami semua berdiri sendiri. Ingin rasanya diri ini berteriak.
“Wah subhanallah. Berat sekali amanah ini”.  Aku memejamkan mata. Sambil menarik nafas. Senyap beberapa lama.
 Bagaimana peserta akan baik jika aku belum baik? innalillah...smoga aku tetap diberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik dan lebih baik ya Rabbi...hikz
***
Pekanan kedua
 Kau Tau Ry, Kekisruhan pada saat pembukaan, ternyata belum selesai.hyyyy...Karena pekanan kedua ini adalah gerbang awal yang sangat menentukan. Hari ini adalah kali pertama pengelompokkan peserta. Masih terbayang bagaimana keadaan dulu. Banyaknya peserta yang berduyun-duyun mendatangi pengurus karena belum ada pengumuman yang jelas. Atau namanya tidak tercantum. menjadi nyeri saat diingat lagi.huhuy..nyastra lagi.^^
Aku mencoba menarik nafas dengan tak lepas dari dzikir.
“Ya Allah, ridhailah aktivitas kami hari ini..” Aku bergumam dengan khusuk.
“Sudah di print dua sesi. Satu kertas informasi kelompok dipegang oleh tutor, dan satu lagi ditempel pada papan tulis kecil yang kami siasati untuk disimpan dengan jarak yang jauh satu sama lain. Agar peserta tidak membludak disatu titik.” Ujar Sevy. Dengan penuh semangat. Alih-alih menenangkan diri. semakin lama semakin perasaan ini tak karuan. Angin semilir alfurqon yang lembut justru menikam perasaan.
Akhirnya saat itu pun tiba...dan kau tahu Ry...
 Subhanallah...tidak ada kekisruhan, tidak ada gerutu dari peserta, dan langsung tertib. Meskipun ada peserta yang belum tercantum namanya. Namun semuanya dapat kami atasi.
“Ini beneran sudah selesai ki?” sevy bertanya seolah tak percaya dengan apa yang tengah kami alami saat itu. Karena dengan mudahnya peserta tertib .
“hufft... tahap dua terlewatiiiiii....”^^
“Alhamdulillah selesai juga.” Teh lisma berujar senang. Senyumannya mengambang.
Hingga beberapa detik kemudian. Kami tersadar. Tertawa bersamaan saling melemparkan pandangan. Antara haru, senang, dan heran..
Yah...kami dapat melakukannya...
Pelajaran hari ini,,,
“ Kikoyyy, jangan berburuk sangka dan menyerah sebelum berjuang. Karena dengan persiapan yang optimal, peserta yang sebegitu banyaknya ternyata dapat dengan mudah dikondisikan...”
“Alhamdulillah Allahku....Engkau memang Maha membolak balikkan hati...” hatiku berujar sendu. Malam sudah mendekap pujung waktunya. Setetes, dua tetes, air mataku kian menganak sungai. Terimakasih Diary, renungan malam ini amat membuatku tenang. Karena dengan muhasabah ini, aku dapat melihat diriku apa adanya. Dan aku mulai memaknai amanah ini sebagai qodar terbaik yang Allah berikan padaku.^^
Pekanan ke Sembilan
Gumpalan kabut yang membungkus puncak menara Al-Furqon terlihat anggun, sahutan asma’ul husna membahana dari corong mikrophon yang tinggi mengangkasa mendadak membunuh sepi.
“Selalu saja ada yang lebih pagi.” Gumamku. Menambah lecutan semangatku lebih pagi untuk datang ke pekanan tutorial. Masih terasa pegal dan  letih yang tersisa.   Mabit tadi malam ternyata cukup menyita tenaga fisikku. Entah mengapa pagi ini aku merasa berbeda. Aku rasa  pagi ini adalah pagi yang sangat luar biasa. Aku ingat, bahwa ini adalah pekan ke -9. Selepas persiapan kecil  dan beres-beres tadi. Aku kembali menelusuri jalan raya gerlong yang mulai ramai oleh pedagang  sayuran, buah-buahan dan berbagai jajanan pagi.  Serta Para pengemis yang selalu memeriahkan suasana. Mulai memenuhi pinggir jalan gerlong yang sudah mulai terbersit sinar mentari. Sejenak aku melihat jam di hp-ku pukul 06.00. Hari mulai bertandang.  
Terlihat sudah ada dua tas di akhwat yang tergeletak sekenanya dikarpet sekre bagian akhwat. Aku segera bergegas memeriksa keadaan dilantai utama. Sembari Menyiapkan perlengkapan pengecapan peserta dan mempersiapkan agenda pekanan.  Sudah ada dua orang akhwat. Alhamdulillah. Aku bergumam sesaat sambil melihat sekitar. LCD sudah ada, hijab sudah terpasang. Emmm, seketika aku terkesiap. Peserta sudah masuk dan duduk dengan rapi. Sedangkan belum ada murattal yang dilantunkan. Tidak terlihat ada ikhwan yang mengkondisikan peserta ikhwan. Dan perangkat acara belum ada. Panik!
 Ketar ketir berlari-lari kecil menuju sekre untuk mencari ikhwan yang bersedia mengkondisikan. Setelah sekian lama tidak ada jawaban. Akhirnya. Mulai bermunculan ikhwan yang menjadi operator, pembaca asamaul husna, dan MC. Serta penjaga presensi. Huft...alhamdulillah
“Langkah satu mulai terlewati.” Gumamku. Menelan ludah . Ku edarkan pandangan. Hmmm, entah hanya perasaanku saja, atau memang kenyataannya pengurus hari ini. Belum terlihat. Padahal ada banyak agenda sejak sabtu pagi kemarin. Kuliah duha, bintor, mentoring, sarasehan binder, ta’lim  dan mabit FPOK, mentoring pagi, karena akan ada outbond untuk FPOK, serta pekanan seperti biasa fakultas MIPA . berbarengan dengan bintor dan dilanjutkan pembinaan member. Wah subhanallah. Tak lebih dari 15 orang pengurus ikhwan akhwat dibantu beberapa binder, panitia fakultas, dan beberapa tutor. Akhirnya rampung sudah.hmmm... luar biasa. Meskipun dalam hati kebat kebit dengan tak henti hentinya melantunkan kalimah dzikrullah agar stiap langkah ini bermanfaat dan bernilai ibadah. Namun, aku tetap berharap dan selalu berharap. Agar siang pengurus insyaAllah akan segera datang. Menenangkan hati, sekaligus menguatkan. Dan Yapp!! ternyata Allah langsung mendengar  do’aku. Sesegera mungkin ikatan itu bertaut, mengencang dan kembali bergemuruh makhluk langit menyuarakan keindahan ukhuwah yang nyata berderap dibumi, namun, cinta dan harap tetap bertengger dilangit. Dan, akhirnya, para pengurus pun bnyak yang datang, alhamdulillah...
Ketika menuju tangga atas, tak sengaja hampir saja bertabrakan dengan peserta aku hanya nyengir,
“maaf.”  Ujarku. Hp-ku tiba-tiba berkedip.buru-buru aku meraihnya
Segera aku membuka sms dan menemukan tulisan itu. sms dari Akh Devi.
 “Assalamualaikum, sudah tau info dari hanifah?jzkllah
Aku mengkerut. Segera kubalas.
“Info tentang apa?”
Tak lama kemudian ada balasan kembali.
“coba tanyakan langsung ke Hanifah atau Sevy.”
Itulah devi. Kayaknya ga tega liat kiki pingsan mendadak.hee
Aku langsung sms sevy. Kemudian ada balasan yang amat mengejutkan.
 “Pemateri untuk kuliah duha hari ini tiba-tiba mengcansel jam setengah tujuh tadi. “ Ujarnya. Terbayang wajah saudara sekaligus salah satu sahabat terbaikku. Takut-takut melihat wajahku yang sedikit mengkerut.
Padahal saat itu jam sudah menujukkan pukul 07:30. Akhirnya. Aku dan teh Resty mulai bergeriliya menelfon dari satu nomer ke nomer yang lain. Dari yang mulai ada yang tengah diluar kota, sudah ada agenda dan lain sebagainya. Bahkan tak segan aku dipanggil ikhwan. Karena suaraku kala itu masih serak karna flu masih bersarang dihidungku. Hingga setelah kuhubungi ketum, akhirnya ada juga yang menggentikan.Huft.....hari yang indah..dan kesehatanku ngedrop lagi. Karena demamnya belum mau pergi.hehe
Penutupan
Jujur saja Ry, menuju pekanan kali ini aku merasa hampa. Lebay.^^
disisi lain, aku merasa sedih karena bingung harus sering meninggalkan agenda PT karena harus mengerjakan tugas individual, praktikum ke sekolah dan tentunya kerja kelompok yang cukup menyita waktu.lho??bukannya kewajiban kiki itu kuliah?haha.
Karena bimbingan dengan dosen tak bisa sepekan sebelumnya. Persiapan seminar kecil memerlukan banyak perhatian. Hingga sedikit terlalaikan perhatianku pada penutupan. Hanya bisa meng es-em-es. Dan menelfon terkait konsep dan acara yang akan ditampilkan. Meskipun mengikuti sebagian rapatnya. Namun memang pikiranku saat itu tak disana. Tugas ini itu membuatku merasa bingung apa yang harus kulakukan terlebih dahulu.
Ah kikoyyy, Sangat bangga dengan kinerja akh Nizar, Akh Robi, dan kawan-kawan yang sabar luar biasa memimpin agenda penutupan dengan tanpa menimbulkan sesuatu yang luar bisa. Kesabaranya itu membuatku bangga. Padahal pemateri sampai 2 hari – H. Belum fix.heu
Malam itu, aku telah membagi beberapa orang akhwat untuk mabit, dan sebagian lagi untuk datang pagi-pagi untuk memprsiapkan acara. Akhirnya telah disepakati. Sebelum pulang ke kostn. Kami, sevy, kiki dan mona akan membeli beberapa perangkat acara untuk reward dan bingkisan. Namun karena beberapa hal, ukh mona tak jadi ikut. Akhirnya aku dan sevy yang bergegas pergi. Dijalan kami kembali teringat dengan memory indah itu. Ketika kepengurusan kang ence semseter ganjil. Berjalan dijalan karena keasyikan mendengarkan cerita sevy. Hingga kiki, sevy dan teh lisma kelolosan. harusnya turun di Borma, malah aga jauh karena semuanya gak ada yang nyadar. Akhirnya kami berjalan lumayan jauh menuju borma kembali.
“huft,,borma tutup teh...” kataku sambil berlari kecil mendahului langkah teh lisma dan sevy.
“So, how?” sevy berkata dengan nafasnya yang masih tersengal.
“Kita coba ke Griya. Semoga masih buka” teh lisma masih dengan semangat mengajak kami yang mulai kehabisan nafas karena berjalan cukup jauh.
Aku bergumam tak karuan. Mendesah. “Semoga belum terlambat...”
“Aaamiiin...” sevy dan teh lisma menjawab bersamaan. Dan canda pun datang kembali. Ketika kami mengingat kenangan itu...mobil yang kejauhan.haha
“Masih buka teteh...ayoo cepeeet bentar lagi tutup aku bereriak sambil melambaikan tangan pada sevy dan teh lisma.
 “Alhamdulillah.”,.....tahmid meluncur bersamaan dengan rasa syukur tu..
Meskipun para karyawan sudah mulai merapihkan. Kami berusaha tak peduli. Yang kami pikirkan adalah barang-barang yang akan kami beli.
“Lampunya sudah mau dimatikan teh.” Ujar kata salah seorang karyawan. Dengan sopan dan sabar menunggu kami yang tengah memilah milih barang untuk reward tutor. Akhirnya karena lumayan lama.
Salah satu ketua karyawan disana mendatangi kami.
“eh sevy..”
“teteh?” sevy berkata dengan mata berbinar.
“Alhamdulillah.”  Aku berkata senang dalam hati
“Buat tutorial ya??” teteh itu tersenyum dengan tak mengalihkan pandangannya dari kami yang tengah salah tingkah. Memilah milih barang dan rasa bersalah karena griya akan tutup.
“Iya teteh..” sevy membalas dengan senyum.
“salam untuk kang Tri ya..teteh udah lama ga ketemu. Semenjak teteh kerja disini. Dan kang tri ke riau lagi” ujarnya. Dengan sopan.
“Sekarang sudah berganti teteh.” Kami menjawab bersamaan.
“oh?...ya ath semoga acaranya sukses.” Ujarnya, dengan senyum tak lekang dari wajahnya.
Alhamdlillah...that because of you, Allah...^^
Dan alhmdulillah penutupan sekarang tidak terulang kembali kejadian itu lagi.hehe

***
Entah pekan keberapa. Aku masih ingat. Kala itu seharian kami pekanan hari sabtu. Dan ada PGM juga. Ternyata kami ada tamu kunjungan dari kampus lain. Akhirnya dengan rasa kantuk yang sangat. Aku, teh resty, sevy, Ina dan teh lisma. Menuju sekre. Meski dengan langkah gontai. Namun tetap mengulas senyum dengan sisa-sisa semangat yang kami punya. meskipun belum bisa menyembunyikan lelah yang masih betah hinggap pada diri kami.hehe
Saling menertawakan. Karena wajah kami sudah menunjukkan rasa kantuk.
Rencana awal tadinya kami membagi dua bagian. Btr, media, dan Btt
disekre untuk mempersiapkan PGM. Dan Humas, bendum dan perpus di DT untuk menemani tamu jaulah dari kampus lain. Tiba-tiba ketum menginstruksikan untuk tetap menginap di sekre. Akhirnya kami kelabakan. Karena yah tadi. Hanya beberapa yang hadir.
Sigkat cerita. Kami menyambut mereka dengan hangat. Celoteh sana-sini mulai terjalin. Meski dengan rasa kantuk yang tak bisa dibendung. Setelah mereka rehat. Kami satu persatu mulai tidur namun yang paling terakhir tidur teh resty. Ia masih terjaga. Ia masih saja sibuk mempersiapan presentasi bidangnya bsok, masih dengan tanggap memeriksa kunci. Dan jauh malam baru tertidur. Tak dapat dibohongi. Meskipun rasa kantukku tak mampu kubendung. Namun aku sangat bangga padanya. Kakinya masih sakit, namun ia dengan setia menemani adik-adiknya. Dan hampir disetiap kegiatan BTR ia selalu menyempatkan hadir. Meskipun aku tahu, ia tengah banyak tugas. Meskipun tengah sakit. Ya Allah....masih jauh rasanya diri ini dari perjuangan yang sebenarnya.
 Dan kau tau Ry, keesokan harinya. Kami memutuskan untuk pergi ke kostan untuk bersiap-siap pekanan ba’da shalat subuh.
Dan tebak. Siapa yang datang pagi kembali untuk pekanan.^^
yah itu-itu lagi...huhu
walaupun banyak yang hadir alhamdulillah. Dan aku merasa kepengurusan PT 2012 sangat luar biasa.
Aku selalu menghibur hati ketika tengah sulit. Terutama saat keberadaan saudaraku yang lain dipertanyakan keberadaanya. Kata yang selalu kuungkapkan dalam hati sebagai pengobat adalah “ Pahalamu, tergantung dari kadar lelahmu..”
itu yang selalu menguatkanku hinga saat ini. Jika bukan karena-Nya, jika bukan karena perjuangan Rosullullah yang selalu membuat hatiku bangga, jika bukan karena para tabi’in yang dengan susah payah membukukan ilmu, dengan kesungguhkan mereka menyedikitkan makannya untuk tetap belajar agar mewariskan generasi terbaik. Jika bukan karena contoh dari ummi dan bapak yang memberikan tauladan kesabaran. Jika bukan  karena “sakit hati” dulu ketika liqo susah untuk didapatkan. Jika bukan karena Syurga-Nya...aku pun takkan mau berlelah-lelah seperti ini...!!!”
Sambil nangis ga karuan. hikz
***
Aku tak ingat pekan keberapa kala itu aku harus pulang. Penyakit home sick sudah akut mulai bertandang.hehe
Dan ada teman dekat yang akan menikah. Akhirnya dengan berat hati pulang juga. Berat rasanya dalam hati untuk meninggalkan pekanan pekan itu. Karena ada agenda pertama kali PGM FPMIPA. Karena persiapannya belum matang dan berbagai kendala didalamnya.
Ketika dirumah. Dari hari jum’at sudah berusaha menghubungi biro acara terutama PJ PGM FPMIPA. Hanifah kala itu. Aku tahu, kooordinasi dengan FPMIPA sulit. Karena waktu itu katanya kepengurusan setiap himpunan dan jajarannya baru lengser. Jadi tengah vakum of power. Hingga saling melemparkan amanah dar satu orang ke orang lain.
“ Kenapa harus mengelak jika ini adalah amanah bersama untuk mendapat pahala?” hatiku berkata dengan sedikit gusar. Karena respon dari panitia fakultas yang masih saja belum dapat memberikan respon yang baik.
Aku mulai menelfon dari pengurus ke pengurus yang lain.
“Gimana persiapannya?” ucapku.
“kurang tau ki, coba tanya ke hanifah.” Hmmm sudah dapat kutebak
“Konsumsi udah dipesan?fee dan agenda bsok sudah dipersiapkan?
“ memangnya besok ada agenda apa ukht?” gubrak!!!
 Aku hanya menelan ludah. Menarik nafas dan beristigfar dalam hati.
“Besok ada PGM FPMIPA ukht. Afwan tolong disiapkan ya terkait konsumsi dan Feenya. Setau kiki untuk PJ konsumsi pekan ini mengcansel. Jadi belum ada yang handle. Afwan tlong bantuin Hanifah karena ki sedang pulang.” Ujarku. Panjang lebar.
Hanifah ditelfon tak diangkat, disms tak balas. Hanya bulak balik diruang tamu sampai ditegur ummi. Karena ga ada kerjaan bulak balik diruang tamu tak karuan sambil menimang-nimang hp.
Besok malamnya, adalah malam yang medebarkan.
“Teteeh ada es-em eees...” adikku berteriak dari kamarnya.
Karena dirumah jarang pegang HP. Seringkali menggeletakkan sekenanya.
“iaaaaa..” aku bergegas mengambil hp dan membuka sms.
“Assalmualaikum teteh afwan Anggi mau mengundurkan diri dari PT . Anggi udah ga kuat lagi teteh.”
Deg,,,!!!
“Ada apa lagi ini?” masalah PGM belum selesai karena tidak ada kabar.
“Lalu Anggi?” aku menggigit bibir. Terkejut mengetahui berita buruk itu.
Segera ku telfon...
Masih dengan bekas tangisnya Anggi mengungkapkan kesedihannya. Bahwa ia merasa capek sendiri karena harus selalu menggantikan petugas yang tidak hadir. Bahkan berbagai tugas harus dilakukan dalam satu waktu.
“Masya Allah, aku tidak peka..kemana rasa empathymu kii. Dia masih member magang. Yang belum terbiasa beraktivitas di Btr yang harus selalu sigap.” Ucapku dalam hati. Kedua sudut mataku dirembesi air.
“Teteh minta maaf karena pekan ini belum bisa bantu karena harus pulang. Anggi kalau ada apa-apa jangan malu untuk minta bantuan sama pengurus yang lain.yaa.” aku mencoba tersenyum. Meski dengan rasa sedih yang tertahan-tahan.
“Meskipun Anggi masih member magang, Anggi harus buktikan bahwa Anggi bisa sabar dan amanah. Bahkan jadi contoh untuk yang lain, Pahala itu ga akan tertukar de.... “ ujarku. Mengakhiri percakapan malam itu.
***
“Teteeeeh..” ujar hanifah. Dengan muka masam yang ditekuk.
“pengen cerita,” sudah kuduga.
Aku hanya senyum dan mengajaknya keluar sekre. Menuju sudut lain Alfurqon.
“Pengen nangis teteh.hikz...” Hanifah wajahnya sudah tak karuan. Adikku yang satu ini biasanya cerewet dan suka tersenyum itu mendadak mendung dan tak bersemangat.
“Hahooo, kenapa ih pengen nangis gitu. Biasannya Ipeh senyum terus?” # Ipeh alias kucrit 2 nama penggilan kesayangan kiki buat Hanifah.hehe
Kucrit 1 uci (bendum), kucrit 3 Siti (sekum). Wah banyak adiknya kiki.hehe
Masih banyak adik-adik kiki di PT. Yang jika disebutkan bisa sampai membuat Novel. Melihat keunikan dan kesholehan mereka.
Istilah kucrit dalam mind set kiki. Adalah sesuatu yang menggemaskan, lucu, adik kesayangan, dan sesuatu yang selalu membuat senyum.
ia hanya tersenyum sesaat. Gelayut mendungnya msih kentara
“Teteh, kemariiin.hikz...
“Ayo ah, cerita” ujarku tak sabar...sambil tersenyum melihatnya. Walaupun ada rasa perih disana.
“PGM kemarin ancur banget. Teh. Maafin hanifah teh.”hikz. ia menyeka air mata yang tak dapat ditahannya sedari tadi.
“asa ga ada yang certia pekanan kemarin ada kejadian apa.” Ujarku. Sambil tersenyum. Walaupun semakin sedih melihat adik tersayangku sedih.
“kemarin rapat koordinasi sama panitia fakultas itu jum’at sore teh. Trus karena mereka ga terlalu tau gimana konsep PGMnya. Jadi hanifah sama kang devi   sama yang lain cepet-cepet bikin cara supaya outbonnya bisa maksimal. Walupun emang ga terlalalu ancur teh. Karena terbantu sama angkatan atas. Soalnya pengurus disini juga mungkin terfokus sama pekanan di alfurqon. Tapi hanifah ngerasa sedih. Belum maksimal. Hikz
aku membiarkannya sejenak. Sambil berusaha memegang erat tangannya yang masih bergetar.
“bagus ko de...” ujarku. Dengan penuh semangat
“masa teteh?itu kan ga optimal banget teh. Koordinasi sama panitia fakultasnya.” Kulihat kesungguhn dimata beningnya.
“nah, kan udah berhasil yah PGM nya. Jadi ipeh ga usah sedih lagi.” Aku berkata dengan senyum penuh kesungguhan.
“tapi teeeh..”
Apapun yang sudah kita lakukan. Dan memang itu sudah dengan  optimal kita ikhtiarkan. insyAllah, Allah udah mencatat itu sebagai kebaikan de.apalagi kemarin gak ada yang bantu banyak. Wah hebat tuh.” Kataku. Sambil mengusap lembut kepalanya.
“iya teh..” ia menunduk dalam
“udah ah. Senyum lagiii.jeleek. aku menatapnya sambil tertawa. Dan mencubiit pipinya.
“ udah plong teteh.” .ia berujar riang.
“haha. Ipeh...ipeh.aneh-aneh aja....pokoknya. PGM nya jadikan pelajaran de, buat semester depan ya..
“iya teteh...” senyumnya kembali berkembang.
Ah, ade sholehahku yang satu ini....membuatku menangis semalaman suntuk karena merasa bersalah telah meninggalkan PT pekan itu.

***
Ini ceritaku pertama kali ketika berkenalan dengan sevy dan devi.
Di Banten ada yang namanya stuften. Alias student from banten. Nah, ketika mahasiswa baru dulu. Walaupun agak jarang ikut rapat. Akhirnya aku memesan jaket yang katanya jaket stuften. Nah. Sore itu. Disudut alfurkan depan sebelah kanan.
Aku berniat mengambil jaket yang sudah dipesan. Disana aku bertemu dengan seorang akhwat.
“Assalamualaikum..” ujarnya. Senyumnya tulus sambil menatapku.
“waalaikumsalam,...kiki...” ujarku. Memperkenalkan diri.
Sevy. Jawabnya.
Devi masih sibuk dengan teman- teman yang lain. Dan waktu itu pun belum kenal.
Dengan senyum yang tulus.
Setelah celoteh sana sini.
Aktif dimana Sevy? Ujarku. Dengan tak lepas senyum
“Ditutorial.” Ujarnya.
Aku seketika berfikir kok bisa?
Karena selama ini aku belum pernah melihatnya.
Setelah lama-lama akhirnya kami tau bahwa kiki ganjil dan sevy genap. Sehingga kami belum pernah bertemu. Singkat cerita. Tiga semester berlalu . antara sevy dan kiki jarang terjadi interaksi intens mengenai tutorial. Bahkan tidak terlalu kenal. Sevy sibuk dengan BTR nya. Kiki sibuk dengan perpusnya.
Dan tibalah masa itu.huhu
Masa dimana akhirnya kami dipersatukan dalam satu bidang dan satu tali ukhuwah yang direkatkan karena cinta pada Allah. Echem...hingga kini alhamdulillah.^^
Banyak kejadian yang luar biasa yang telah kualami di Tutorial. Yang jika dituliskan akan menjadi manuskrip abadi yang karenanya  indahnya ukhuwah itu akan terpatri abadi selamanya atas izin-Nya. Salah satu nya adalah aku memiliki adik –adik dan saudara yang sudah sangat dekat di PT.Khususnya BTR. Meskipun kejenuhan, rasa lelah dan emosi yang sering tak terkendali. Namun semuanya acapkali berakhir dengan indah. Alhamdulillah.
Sangat bangga pada Akh Devi yang selalu menyempatkan untuk merancang dan menyiapkan acara pekanan meskipun tugasnya yang harus banyak keluar kota.  Sangat bangga pada akh Robi yang dengan totalitas optimal sangat “menghayati” indahnya bermujahadah di tutorial. Subhanallah
“biarkan jundi-jundi BTR menyelesaikan semua ini. insyaAllah kita bisa teteh.:-)
Selalu ia mengatakannya di sms ketika memang tengah sendiri mengerjakan sesuatu terkait agenda tutorial. Menyiapkan perangkat acara pekanan, mengecap dan merekap presensi peserta, dan menghadapi peserta yang tak habis-habisnya complain terkait kelulusan peserta.
Hmm.. sangat luar biasa. Selalu mengingatkan apa saja yang harus dilakukan. Dan rela berhari-hari mengerjakan RNA . dan lebih sering sendiri. Subhanallah. Hanya Allah yang mampu membalas jasanya.
Akh Firman yang luar Biasa. Yang selalu mengingatkan seorang kabid untuk mengontrol keadaan mentoring jundi-jundinya. Dan berusaha mengoptimalkan ikhtiarnya yang ikhwn sendirian di Biro Tutor. Sama dengan Akh Robi yang sendirian di Biro peserta.
Akh Nizar yang dengan ketawaduannya selalu mau menerima amanah yang diberikan. Meskipun amanah dihimpunan belum dapat ditinggalkan.
Hannifah yang benar-benar totalitas, ia dengan sifat kekanak-kanakan dan tanggungjawabnya selalu kurindukan. Jika tak ada Devi, Anggi, sevy, teh lisma, mungkin BTR akan sepi....hehe...mereka adalah sosok yang sungguh luar biasa
 Anggi yang selalu ceria dan belajar dari nol apa itu cinta. Serta cahya yang dengan gigih berusaha selalu memperbaiki diri dan selalu berkarya melakukan yang terbaik yang dapat ia lakukan. Meski fisik tengah tak sehat, meski amanah yang harus ia lakukan teramat berat. Namun ia selalu tersenyum, selalu bersegera menyambut amanah dengan ikhlas.^^
akh heri yang selalu menyambut amanah ketika memang ia bisa melakukannya disela kesibukannya yang suka naik turun gunung. Dan keluar kota.
Hemi dan Neneng. Dua sejoli yang kerap selau kutunggu kehadirannya. Karena keceriaan dan sifat mereka yang selalu mau membantu.
Ela...wah subhanallah. Sangat bangga padanya. Meskipun sering riweh. Namun sangat telaten dan rapih. Melankolis pisan.he
Kau tau Ry, aku memiliki kakak-kakak yang sungguh sangat luar biasa. Mereka memiliki keunikannya sendiri.Beliau adalah sosok yang sangat luar biasa. Ada dan tidak adanya beliau memang tak terlihat. Namun kinerjanya sungguh sangat luar biasa. Tak pernah malu untuk melakukan yang terbaik agar agenda dapat berjalan dengan lancar. Tak pernah sungkan untuk berbaur bersama adik-adiknya dan mau mengerti, memahami dan benar-benar sabar atas segala perlakuan yang ia terima dari teman-temannya. Sosok tangguh itu tak pernah lepas dari shaum sunnahnya, shalat jama’ahnya, dan bekerja pada garda terdepan menyambut amanah dengan penuh syukur dan senyuman. Meskipun letih. Yah, itulah kakak, sekaligus saudaraku di syurga.aamiin. semoga menjadi do’a. Jzakumullah khairan katsir teh lisma. Uhibbuki fillah....
Lain halnya dengan teh idhel. Kakak yang pendiam namun selalu bergerak cepat, tanggap dan cerdas. Menyiasati hal besar dengan santai, namun rapi dan selesai. Mengerjakan sesuatu secara rapi dan diam.  Aku banyak belajar dari beliau. Belajar untuk terampil dalam segala hal, dan tegas .alias bertindak asertif. (berani berkata tidak untuk kebaikan).
Kakakku yang satu ini adalah sosok yang luar bisa. Beliau adalah akhwat tangguh yang selalu berusaha yang terbaik untuk agamaAllah. Selalu berusaha hadir pada setiap agenda Tutorial. Selalu mengatakan “ jika perlu bantuan. Sms teteh aja.”. ya Allah. Sangat baik. Meskipun sangat tegas dan sering kali sedikit kurang peka. Namun aku belajar darinya arti mujahadah sebenarnya. Yang tak pernah pamrih dan selalu berusaha menunaikan amanah dengan baik. Itulah teh Resty.^^
Jika diibaratkan. Tutorial ibarat seutas tali yang kadang runyam dan akan menyakiti ketika salah arah. Namun akan saling menguatkan ketika kesabaran dan keikhlasan membersamainya. Hingga ikatan yang kokoh akan terjalin dengan indah.
Allahku, tak dapat kulukisakan rasa rinduku ini, pada saudara-saudaraku..yang selama ini telah kuanggap layaknya saudara kandungku sendiri.
Memiliki saudara sepertimu adalah keberuntungan bagiku...
Meskipun tak jarang, kami bersitegang. Mulai dari hal kecil. Sampai hal besar terkait kebijakan, dan hal lain yang memicu perdebatan
Manusia memang tak pernah luput dari yang namanya luka, rasa bersalah, dan rasa tak mampu.
Namun setiap orang memiliki kekuatan untuk melawannya dengan kelebihan dari puing-puing kesabaran yang dimilikinya.
Dan ternyata tak semua orang memilikinya.
Membuat kebijakan yang alot, dan menyelesaikan RNA yang berlarut-larut. Pekanan  yang sering kali sepi. Dan banyaknya komplain yang tak habis-habis. Serta berbagai bumbu kehidupan di BTR.
Ya Allah, sangat beruntung aku bertemu dengan kalian. Yang tak dapat kupungkiri ini semua adalah karunia yang tak terperi. Jazakumullah khairan katsir kepada teh lisma, sevy, Hanifah, Hemi, Neneng, ela, Cahya, Anggi.   akh robi, Akh Devi, akh firman, Akh Nizar, Akh Heri, Akh Fahmi, dan Akh Hamdan.
Kau tahu kawan, aku bangga menjadi bagian darimu, menjadi bagian dari barisan dakwah yang saling merangkul dalam kebaikan dan kesabaran. Saling mencintai dan mendahulukan karena Allah.
Meskipun terluka, pernah. sering bahkan. Namun obatnya pun kudapati dengan segera. Senyum, dan sapaan hangat itu..menjadi penguatku.
Dikeluarga ini, keluarga yang diikat oleh ikatan persaudaraan karena Allah, aku merasa sangat bangga, dan penuh syukur kuhaturkan.kepada semua orang yang menjadi bagian darinya.
Belajar makna sabar, kuat alias tahan banting, cekatan, tanggap dalam segala stuasi, ikhlas, dan belajar dewasa dari Tutorial. Dunianya orang yang berkutat dengan hal yang luar biasa. Ilmu baru, dan penuh dengan tantangan yang RUARR BIASSA....yakni proses menuju kebahagiaan yang hakiki. insyaAllah...^^
saaangat cinta kalian semua karna Allah. Hikz
BTR SMART!!!

hingga akhirnya,.....
Hidup adalah kumpulan pilihan,….
         Kita mungkin tak sekuat batu karang saat ombak menerjang,….
         Kita  juga mungkin tak seperti jati yang tegar berdiri walau nyala api mengelilinginya.
        Rabb…..
       Anugerahi kami kesabaran yang kuat agar dapat imani semua ketetapan-Mu, hingga air mata ini    menagih janji, agar malaikat menyambut “assalaamu’alak bimaa shobartum” di tempat perjumpaan yang abadi dengan-Mu, tersenyum bersama-Mu, bercanda ria dengan Rasul-Mu, bercengkerama dengan sahabat-sahabat Rasul….
        Aamien….
   
إِصْبِرُوْا وَ رَابِطُوْا.....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Simfoni Ukhuwah Program Tutorial"

Post a Comment

Copyright 2009 Pelangi Rizqi
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Blogger Templates