Simfoni Ukhuwah Program Tutorial
Dear Diary,
Hari ini
adalah kali pertama aku menikuti kuliah umum dengan gembira. Dengan penuh
syukur aku mulai membuka buku panduan yang didalamnya terdapat banyak kegiatan
mahasiswa.
“ Waaaah
saaangat banyak.” Akhirnya dengan penuh semangat kubulati kegiatan apa saja
yang akan aku ikuti selama perkuliahan. Dan yang pertama kulingkari adalah ..”’LEPPIM,
yah aku senang menulis, kubulati dengan segera. Hmmm, kemudian...UPTQ...karena
aku senang dengan puisi dan saritilawah serta pidato bahasa yang beragam.
Hmmm..kemudian...pramuka..yah, aku igin melanjutkan JAMDUN. (Jambore dunia).
Setelah sewaktu dulu JAMNAS (jambore nasional). Huhu...nah, cukup. (self
oriented).hehe
Eits. Seketika
mataku bersiborok dengan tulisan yang mengingatkanku pada seseorang.yah,
murabiyahku dulu. Hmmm,
“Nanti kiki
ikut LDK ya..” ujarnya.
“Hmm, yah.
Hampir lupa. Ini amanaah kiki....”Aku bergumam tak jelas. Akhirnya aku
mengazamkan untuk mengikuti semua pilihanku itu.
Seiring
berjalannya waktu. Ternyata aku mulai menyadari bahwa hidup ini penuh dengan
misteri. Dulu. Aku masih sangat ingat. Ketika SMA liqo dimarahi oleh guru
didepan kelas. Karena mengajak teman-teman. Karena disekolah tidak
diperbolehkan mengikuti “pengajian sesat”.ah menyebalkan. Pindah sekolah malah
lingkungannya tidak menyenangkan.lho?menyalahkan sekolah. Bukannya mau pindah
sendiri?huhu.
Tempatnya di mesjid yang jauh dari sekolah.
berjalan jauh berkilo-kilo untuk mengirit ongkos dan berlari-lari mengejar
waktu untuk pramuka karena pengurus harus lebih awal. Belum lagi di tegur
dengan keras oleh salah satu pemilik pesantren. Dan tokoh disana. Karena mengajak
santrinya. Alias temanku. Untuk liqo. Hingga satu persatu sampai kelulusan dan
masa-masa sebelum kuliah hanya tersisa satu dan itupun tetap berusaha bergabung
dengan sekolah lain. Dan kini dengan mudah mentoring itu dengan mudah kudapatkan.
Ternyata hidayah itu. Sulit, namun indah dan amat mahal harganya. Dan bagaimana
mungkin aku akan menyia-nyiakan kesempatan berharga ini?
Tidaaaak
mungkin..!!!#ekspresi aneh.he
***
Aljabar, September
2009
Entah mengapa terasa biasa dan seolah tak terjadi apa-apa hari itu. Sebut
saja kostan Aljabar adalah penghuninya sebagian besar aktivis di salah satu
organisasi dakwah di UPI. Yang tentunya sangat memompa semangat untuk selalu
melakukan kebaikan dan kebaikan. Setelah beberapa bulan terlewati. Aktivitas
pun mulai lancar dari yang tak dapat jauh dari rumah. Sudah mulai dapat fokus
kuliah. Meskipun bayang-bayang rumah selalu menyertai. Hmmm,,, hari itu
ternyata tes Baqi. Namun sebelumnya secara tak sengaja aku melihat pamflet di
mading sekre tutorial. Bersama teman sekostan yang sampai sekarang juga sebagai
pengurus tutorial. Kami janjian untuk mendaftar. Dengan niat coba-coba dan ingin tahu. Hari itu juga.
Setelah selesai Tes, Menyelip dan dengan
rasa deg-degan karena tes Bagi hampir selesai. Dan alhasil. Tes Baqi baru
selesai. Aku baru masuk. Dan itulah Allah...ternyata teteh yang mengetes Baqi
kelasku hari itu adalah teman sekamarku. Yakni kakak tingkatku...
“Its
beautifull Allah...” jadi ga dimarahi.hehe
***
Alfurqon, November 2010
Dan mungkin itu adalah jalan dari Allah dengan mudah Dia mengarahkanku
dalam kebaikan. Sedari dulu ingin ikut TMR namun belum juga kesampaian. Karena
pulang lah, sakit, dan sebagainya.
Hingga ditakdirkanlah untuk tetap di Tutorial hingga saat ini.^^
Setelah direnungkan. Ternyata, dimanapun kamu ki, asal itu ladang dakwah
dan kebaikan. Maka amanah dari murabiyahmu tertunaikan.hmmm.
Dan Ini ceritaku tentang hijab.hehe
Serasa aneh
berada pada ruangan dimana setiap ikhwan dan akhwat. Sebutan untuk laki-laki
dan perempuan yang biasa digunakan sehari-hari dalam aktivitas di sekre
tutorial yang belum begitu kukenal.
Teringat dulu.
Ketika kelas satu SMA. Dimana ketika aku belum mengerti apa yang harus kujaga
dalam pergaulan. Sebelum aku pindah ke sekolah lain.
Dulu, masa
jahiliyah tapi lumayan tidak terlalu konslet.hehe
Di setiap
kelas ada hijab. Untuk memisahkan murid laki-laki dan perempuan. Kala itu
benar-benar belum mengerti kenapa harus memakai kos kaki. Kenapa laki-laki dan
perempuan dipisah ketika ada kegiatan. Tidak boleh bercanda berlebihan de el
el. Awal masuk SMA yang suram.hehe
Hingga hal
yang paling menyebalkan adalah ketika tengah belajar. Salah satu teman
laki-laki mengintip dari kain hijab yang bolong. Sambil melihat dengan wajah
bercanda. Nah dan yang paling lucu adalah. Hal jail yang sering dilakukan baik
siswa laki-laki atau siswa perempuan. Yakni pura-pura mengambil sesuatu kebawah
meja. Padahal melihat lingkungan sekitar
dibalik hijab.haha.
Thats right...
Dan yang paling
ekstrem adalah ketika kejahilan tinggat tinggi dan kebosanan tingkat akut mulai
meraja lela. Ketika guru menulis dipapan tulis. Otomatis barisan belakang
kurang melihat karena terhalang hijab. Oh...maka dengan dalih tak kelihatan
tersebut. Dibukalah hijab. Harusnya setengahnya atau bahkan seperempatnya.
Ternyata sengaja dibuka semuanya. Dan terlihatlah aktivitas-aktivitas aneh itu.
Yah, siswa
laki-laki yengah tertidur lelap dan siswa perempuan tengah berdandan. Haha. Dan
mereka gelagapan melihat situasi yang tak aman itu.hihi.rasakaaan.!!!
Hingga selepas
SMA pun aku belum faham akan pentingnya dan fungsi hijab. Hingga tibalah
saatnya hidup di tutorial. Dan mulai
saat itu aku mengerti makna hijab seutuhnya.alhamdulillah.^^
Meskipun perlu
beberapa tahun untuk memahami dan mengaplikasikannya dengan hati. Bukan karna
ikut-ikutan. Ya Allah, bagaimana dengan hal lain yang membutuhkan keikhlasan
dan kesabaran. hmmm. bukankah Allah Maha menghargai proses bukan?^^
Wokkeh...kembali
ke cerita awal....
Mulailah ke pekanan. Meskipun sedikit banyak
bolos. Karena himpunan dan sifatku yang lebih senang menyendiri. Kali pertama
member magang. Hmm...Sesuai. Diperpustakaan. Subhanallah..sangat menikmati.
Mengklasifikasikan jenis buku, mengkode, melabeli, hingga merapihkan kembali
buku menjadi rutinitas selama menjadi member magang. Bahkan semester depannyapun
tetap diperpustakaan.
Melihat kabid yang sangat luar biasa
lembut. Hatiku Selalu berkata. Apakah aku bisa sepert beliau?
“Ah, tentu setiap orang memiliki
keunikannya tersendiri.” Aku berkata sambil mengulas senyum.
Sangat bangga menjadi bagian tutorial.
Seperti memiliki saudara sendiri. Meskipun bukan bidang tutorial Reguler kala
itu. Namun setiap pekanan. Sangat senang membantu bidang tesebut.
Hingga dengan secara tersembunyi ada
yang menyarankan untuk memindahkanku ke BTR.
“Teteh boleh bicara sebentar? Teh Suci
menatapku lembut.
“Boleh teh.” Ujarku.singkat.
Senyap beberapa lama. Aku duduk
disampingnya, ia tersenyum, namun serius.
“Kiki gimana kalau pindah ke BTR?” Pinta
teh Suci. Suatu ketika.
Aku tergagap. Sambil nyengir kuda.
“Nanti kiki mau pkir-pikir dulu teh.”
Ujarku. Singkat.
“Iya, teteh akan menunggu.” Teh Suci
berkata sambil tersenyum. seolah mengerti jalan pikiranku
Belum sempat aku
bertanya, teh Dini menjulurkan tangannya.
“Ke BTR ya de. insyaAllah BTR juga ladang
dakwah yang harus dilakukan.” Ujar teh Dini. Lembut.
Aku hanya memandang bingung pada
kabidku. Teh Chendra. Beliau hanya tersenyum.
“Teteh mah gimana kiki aja, dimanapun
kita. Selama itu kebaikan. Lakukan aja.” Teh Chendra berkata dengan senyumnya
yang menentramkan.
“Di BTR, interaksi dengan peserta lebih
intens de, bisa sambil belajar lebih memahami peserta. Kan sama tuh sama
jurusannya PPB kan?” teh Dini berujar berusaha meyakinkan.
Aku hanya tersenyum. Getas. Sambil menatap dengan
tatapan hampa. Tiba-tiba berkelebat dalam bayanganku buku ustad Rahmat
Abdullah..
“Bentuklah dirimu dengan kesholehan dan kemurnian keimanan kepada-Nya. Siapkan dirimu dengan potensi yang dimiliki. Bangun visi dakwah yang kokoh untuk menjadi agen pengubah karena dakwah kita adalah dakwah panjang. Lakukan perubahan itu dari yang kecil dan mulailah dari sekarang. Karena dakwah adalah momentum kebaikan yang Allah karuniakan pada kita...”
“Bentuklah dirimu dengan kesholehan dan kemurnian keimanan kepada-Nya. Siapkan dirimu dengan potensi yang dimiliki. Bangun visi dakwah yang kokoh untuk menjadi agen pengubah karena dakwah kita adalah dakwah panjang. Lakukan perubahan itu dari yang kecil dan mulailah dari sekarang. Karena dakwah adalah momentum kebaikan yang Allah karuniakan pada kita...”
Seketika aku
terkesiap..
“get be ready sista!!”^^
“get be ready sista!!”^^
Meski telah
melalui proses panjang dengan larik do’a dan sharing dengan kakak-kakak yang
lain...Akhirnya...^^
***
Bandung, januari 2011
Dear Diary..
Hari ini aku masih sangat ingat. Terekam
jelas dimemori otakku. kala itu, Akhirnya
aku memutuskan untuk pindah ke BTR. Meskipun berat. Sangat berat. Bukan karena
tak bisa. Namun karena sudah sangat dekat dengan personil bidang perpustakaan. Sudah
hampir tiga semester disana.Dan aktivitasnya yang sangat menyenangkan. Namun
seperti teh chendra bilang. Dakwah itu tak selamanya indah. Harus ada yang
dikorbankan. Bahkan jiwa sekalipun...
Dan simponi ukhuwah itu pun mulai
tersemai sejak itu....karena Hidup, akan membuatmu hidup dengan kemampuanmu.^^
***
Dear Diary.
Hari itu lelah masih terasa. Baru
selesai kuliah seharian. Hingga tak sempat rapat. Sudah sedari kemarin opini
itu berunculan. “Ya Allah, amanah berat ini..apakah bisa?” Aku ingin mengatakan
banyak hal. Namun diujung lidah semuanya tertahan.lebay.hehe
“Tentu bisa de,...” ujar kakak-kakak
dengan senyum yang penuh arti.
Lantaran mencium gelagat tak beres. Aku
hanya dapat tersenyum getir. Sambil terus berharap agar segala hal yang baik
akan selalu menemaniku. Dan akhirnya...hari itu tiba.
Menangis, menangis dan menangis. Aku
mematut diri pada cermin. “Sudahkah aku
pantas untuk memikul amanah ini? amanah yang memiliki kewajiban yang luar
biasa. Yang berimbas pada agenda tutorial yang amat besar akibatnya.”
Melihat kabidku pertama dulu yang dengan
sabar, dan tetap tersenyum. Meskipun tangis sering mengiringi. Hampir semua
tugasnya BTR ia lakukan. Namun karena dukungan dari sahabat-sahabatnya yang
sama-sama pengurus di Tutorial juga. Selalu tak pernah lelah menyemangati dan
saling mebantu. Maka angkatan 2007 melenggang dengan cantik Kepengurusannya.
Karena kesolidan, kekokohan akhlak, dan kesabaran yang sangat luar biasa.
Kau tahu Ry, ketika aku di Biro peserta
dulu. Ketika pergantian kabid baru. masih bingung harus berbuat apa. Karena
kabid sebelumnya tak memberika arahan. Dan kala itu aku ditunjuk sebagai kabiro
peserta. padahal baru dipindahkan dari Perpustakaan. Walaupun sebenarnya semester
sebelumnya sebagai staaf di Biro peserta. Namun tetap saja belum faham.
Sedangkan aku sendiri tak tahu apa yang harus kulakukan. Ditambah lagi dengan
saudaraku di biro peserta yan memilih untuk sibuk diluar. Hingga pengelompokkan
masih belum rampung hingga pekanan ke lima. Ya Allah, betapa cerobohnya aku.
Karena berkali-kali kelompok direvisi karena ada masukan dari jurusan, BAAK dan
dari rekomendasi kakak-kakak.
Dulu, hampir seringkali sakit karena tugas
kuliah dan organisasi yang begitu menuntut. Karena terasa berat. Karena merasa
sendiri. Psikosomatis.haha
Hingga hal yang menakjubkan itu terjadi.
Hampir semua pengurus terutama angkatan 2008 berkumpul di kostnku untuk merampungkan
pengelompokkan. Dan sejak itu mereka selalu berkata.. “ada yang bisa teteh
bantu?”
Dan itulah yang aku contoh dari mereka.
Tak peduli pekerjaan bidang manapun. Tak peduli sedang apapun. Kata “ Ada yang
bisa teteh bantu?”
Selalu menjadi kata indah yang aku
lontarkan pada saudaraku di Tutorial saat ini dan mungkin selamanya...
Hingga kemudian digantilah kabidnya
menjadi sosok yang sangat luar biasa. Sangat sederhana, dan sabarnya luar
biasa. Bahkan ketika semua orang menangis karena beratnya amanah. Ia tetap
tersenyum. Meskipun diri ini kala itu sering langsung pergi dari pekanan yang
baru setengahnya karena harus praktikum ke dua sekolah.
Jabatan tangannya, pelukan dan tepukan hangatnya
dibahu. Mampu melecut semangat dan menghilangkan rasa “malu” itu. Shaumnya tak
pernah lekang dari aktivitasnya, dzikir setelah shalatnya amat panjang dan
khusuk. Serta semangat, kesabaran. Kesederhanaan yang ke 29 huruf abjad pun tak mampu mengungkapkan pribadinya yang
baik. Ya Allah, sangat jauh-sangat jauh jika dibandingkan dengan mereka yang
telah melewati fase itu dengan
kesabaran dan keikhlasan.
“Dan bagaimana denganku? Yang mendengar
lagu sedih saja bisa langsung menangis. Parah ya?”hehe.
Apalagi menghadapi masalah BTR yang tidak
hanya setiap sabtu ahad saja . Namun setiap hari. Ada saja yang harus
dikerjakan. Dan dikembangkan. hmmm
“INI TANTANGAN KIKI. DOSA KAMU ITU SUDAH
BANYAK. MUNGKIN DENGAN AKTIVITAS KAMU DITUTORIAL BISA TERKURANGI. BAHKAN DAPAT
MENGHAPUS DOSAMU YANG LALU. KARENA TETAP MELAKUKAN KEBAIKAN SECARA TERUS
MENERUS. “ ujar hati kecilku.
“Hmmm...benar juga. Bagaimana bisa aku
dewasa..” Benakku segera menerawang.teringat kata-kata dosen.
“Ketika ada siswa atau orang lain yang
memiliki masalah. Dan banyak masalah yang harus dibantu. Apakah harus selalu
difikirkan? Tentu tidak. Ada tempat, waktu yang memisahkannya. Karena kita juga
manusia. Yang harus memiliki waktu dengan keluarga, kewajiban terhadap diri
sendiri, dan kepada orang lain.”
Aku manggut-manggut tak jelas. Sambil
mendengarkan dengan khidmat murattal baru yang mengispirasi...^^
Tiba-tiba aku juga teringat pada teguran
teman dari jurusan psikologi.
“Kamu itu harus tegas Ki. Dan harus
dapat memposisikan diri. jangan hanya karena gak tega. Kamu mengorbankan
kepentingan dirimu sendiri. Kalau kamu itu temannya. Yah perlakukan dan bantu
orang yang bermasalah itu sesuai dengan posisimu saat itu. Yakni teman. Tidak
lebih. Jika ia sebagai muridmu perlakukan sebatas muridmu, jika ia keluargamu,
perlakukan juga dengan segala kemampuan yang kamu miliki sesuai dengan
masalahnya. Karena setiap orang memiliki kepasitasnya sendiri. Ada yang bahkan
tak mau dibantu. Ada juga yang hanya ingin didengarkan. Jangan difikirkan. Itu
akan memberatkanmu. Bukan kewajiban namanya jika itu meberatkan dan memberi keburukan
untukmu.” Ujarnya. Tegas. Menatapku yang lamat-lamat mulai berfikir.
“Belajar bersikap ASERTIF DAN EMPATHY
KIKI SHOLEHAAH!!!”
Kutulis besar-besar di laptop, serta
buku catatan.
“Okeee....belajar berkata TIDAK jika itu
memang tidak baik. dan tetap harus membantu orang lain dengan segala kemampuan
yang dimiliki...Fightiiin...!!!^^
“hmmm..benar juga...” melankolisku ini
sudah akut. Sangat bagus jika untuk belajar memahami dan menganalisis perilaku
orang lain. Namun tidak baik jika setiap masalah dihayati. Dan kau tahu Diary, sejak saat itu aku belajar untuk
“kebal” menghadapi masalah. Untuk tetap bertahan ketika semuanya terdiam.
Mencoba untuk dapat menjadi diriku apa adanya. Sabar, ikhlas, dan tetap
tersenyum. Dengan tetap membantu orang lain. Be great fighter . seperti
sabarnya ummi dan bapak ya. Kikoyy...^^
***
Februari 2012
Hy Ry, Pekanan pertama,
kebat kebit rasanya hati ini menghadapi hari ini. Padahal kegiatan ini sudah
seringkali terjadi. Bahkan menjadi suatu hal yang biasa dilakukan oleh Tutorial.
Namun hal ini berbeda rasanya ketika awal mula kepengurusan PT 2012. Disana aku
tak lagi sebagai staff yang masih dapat bersandar pada KABID. Sebagai adik yang
selalu menyodorkan dan meluahkan masalah pada kakak tingkat yag masih ada. Kini
kami semua berdiri sendiri. Ingin rasanya diri ini berteriak.
“Wah subhanallah. Berat sekali amanah
ini”. Aku memejamkan mata. Sambil
menarik nafas. Senyap beberapa lama.
Bagaimana peserta akan baik jika aku belum
baik? innalillah...smoga aku tetap diberikan kesempatan untuk menjadi lebih
baik dan lebih baik ya Rabbi...hikz
***
Pekanan kedua
Kau Tau Ry, Kekisruhan pada saat pembukaan,
ternyata belum selesai.hyyyy...Karena pekanan kedua ini adalah gerbang awal
yang sangat menentukan. Hari ini adalah kali pertama pengelompokkan peserta.
Masih terbayang bagaimana keadaan dulu. Banyaknya peserta yang berduyun-duyun
mendatangi pengurus karena belum ada pengumuman yang jelas. Atau namanya tidak
tercantum. menjadi nyeri saat diingat lagi.huhuy..nyastra lagi.^^
Aku mencoba menarik nafas dengan tak
lepas dari dzikir.
“Ya Allah, ridhailah aktivitas kami hari
ini..” Aku bergumam dengan khusuk.
“Sudah di print dua sesi. Satu kertas
informasi kelompok dipegang oleh tutor, dan satu lagi ditempel pada papan tulis
kecil yang kami siasati untuk disimpan dengan jarak yang jauh satu sama lain.
Agar peserta tidak membludak disatu titik.” Ujar Sevy. Dengan penuh semangat. Alih-alih
menenangkan diri. semakin lama semakin perasaan ini tak karuan. Angin semilir
alfurqon yang lembut justru menikam perasaan.
Akhirnya saat itu pun tiba...dan kau
tahu Ry...
Subhanallah...tidak ada kekisruhan, tidak ada
gerutu dari peserta, dan langsung tertib. Meskipun ada peserta yang belum
tercantum namanya. Namun semuanya dapat kami atasi.
“Ini beneran sudah selesai ki?” sevy
bertanya seolah tak percaya dengan apa yang tengah kami alami saat itu. Karena
dengan mudahnya peserta tertib .
“hufft... tahap dua terlewatiiiiii....”^^
“Alhamdulillah selesai juga.” Teh lisma
berujar senang. Senyumannya mengambang.
Hingga beberapa detik kemudian. Kami
tersadar. Tertawa bersamaan saling melemparkan pandangan. Antara haru, senang,
dan heran..
Yah...kami dapat melakukannya...
Pelajaran hari ini,,,
“ Kikoyyy, jangan berburuk sangka dan
menyerah sebelum berjuang. Karena dengan persiapan yang optimal, peserta yang
sebegitu banyaknya ternyata dapat dengan mudah dikondisikan...”
“Alhamdulillah Allahku....Engkau memang
Maha membolak balikkan hati...” hatiku berujar sendu. Malam sudah mendekap pujung
waktunya. Setetes, dua tetes, air mataku kian menganak sungai. Terimakasih
Diary, renungan malam ini amat membuatku tenang. Karena dengan muhasabah ini,
aku dapat melihat diriku apa adanya. Dan aku mulai memaknai amanah ini sebagai
qodar terbaik yang Allah berikan padaku.^^
Pekanan ke Sembilan
Gumpalan kabut yang
membungkus puncak menara Al-Furqon terlihat anggun, sahutan asma’ul husna
membahana dari corong mikrophon yang tinggi mengangkasa mendadak membunuh sepi.
“Selalu saja ada yang lebih pagi.”
Gumamku. Menambah lecutan semangatku lebih pagi untuk datang ke pekanan
tutorial. Masih terasa pegal dan letih
yang tersisa. Mabit tadi malam ternyata cukup menyita tenaga
fisikku. Entah mengapa pagi ini aku merasa berbeda. Aku rasa pagi ini adalah pagi yang sangat luar biasa.
Aku ingat, bahwa ini adalah pekan ke -9. Selepas persiapan kecil dan beres-beres tadi. Aku kembali menelusuri
jalan raya gerlong yang mulai ramai oleh pedagang sayuran, buah-buahan dan berbagai jajanan
pagi. Serta Para pengemis yang selalu
memeriahkan suasana. Mulai memenuhi pinggir jalan gerlong yang sudah mulai
terbersit sinar mentari. Sejenak aku melihat jam di hp-ku pukul 06.00. Hari
mulai bertandang.
Terlihat sudah ada dua tas di akhwat yang
tergeletak sekenanya dikarpet sekre bagian akhwat. Aku segera bergegas
memeriksa keadaan dilantai utama. Sembari Menyiapkan perlengkapan pengecapan
peserta dan mempersiapkan agenda pekanan.
Sudah ada dua orang akhwat. Alhamdulillah. Aku bergumam sesaat sambil
melihat sekitar. LCD sudah ada, hijab sudah terpasang. Emmm, seketika aku
terkesiap. Peserta sudah masuk dan duduk dengan rapi. Sedangkan belum ada
murattal yang dilantunkan. Tidak terlihat ada ikhwan yang mengkondisikan
peserta ikhwan. Dan perangkat acara belum ada. Panik!
Ketar ketir berlari-lari kecil menuju sekre
untuk mencari ikhwan yang bersedia mengkondisikan. Setelah sekian lama tidak
ada jawaban. Akhirnya. Mulai bermunculan ikhwan yang menjadi operator, pembaca
asamaul husna, dan MC. Serta penjaga presensi. Huft...alhamdulillah
“Langkah satu mulai terlewati.” Gumamku.
Menelan ludah . Ku edarkan pandangan. Hmmm, entah hanya perasaanku saja, atau
memang kenyataannya pengurus hari ini. Belum terlihat. Padahal ada banyak
agenda sejak sabtu pagi kemarin. Kuliah duha, bintor, mentoring, sarasehan
binder, ta’lim dan mabit FPOK, mentoring
pagi, karena akan ada outbond untuk FPOK, serta pekanan seperti biasa fakultas
MIPA . berbarengan dengan bintor dan dilanjutkan pembinaan member. Wah
subhanallah. Tak lebih dari 15 orang pengurus ikhwan akhwat dibantu beberapa
binder, panitia fakultas, dan beberapa tutor. Akhirnya rampung sudah.hmmm...
luar biasa. Meskipun dalam hati kebat kebit dengan tak henti hentinya
melantunkan kalimah dzikrullah agar stiap langkah ini bermanfaat dan bernilai
ibadah. Namun, aku tetap berharap dan selalu berharap. Agar siang pengurus
insyaAllah akan segera datang. Menenangkan hati, sekaligus menguatkan. Dan
Yapp!! ternyata Allah langsung mendengar
do’aku. Sesegera mungkin ikatan itu bertaut, mengencang dan kembali
bergemuruh makhluk langit menyuarakan keindahan ukhuwah yang nyata berderap
dibumi, namun, cinta dan harap tetap bertengger dilangit. Dan, akhirnya, para pengurus
pun bnyak yang datang, alhamdulillah...
Ketika menuju tangga atas, tak sengaja
hampir saja bertabrakan dengan peserta aku hanya nyengir,
“maaf.” Ujarku. Hp-ku tiba-tiba berkedip.buru-buru aku
meraihnya
Segera aku membuka sms dan menemukan
tulisan itu. sms dari Akh Devi.
“Assalamualaikum,
sudah tau info dari hanifah?jzkllah
Aku mengkerut. Segera kubalas.
“Info tentang apa?”
Tak lama kemudian ada balasan kembali.
“coba tanyakan langsung ke Hanifah atau
Sevy.”
Itulah devi.
Kayaknya ga tega liat kiki pingsan mendadak.hee
Aku langsung sms sevy. Kemudian ada balasan
yang amat mengejutkan.
“Pemateri untuk kuliah duha hari ini tiba-tiba
mengcansel jam setengah tujuh tadi. “ Ujarnya. Terbayang
wajah saudara sekaligus salah satu sahabat terbaikku. Takut-takut melihat
wajahku yang sedikit mengkerut.
Padahal saat itu jam sudah menujukkan
pukul 07:30. Akhirnya. Aku dan teh Resty mulai bergeriliya menelfon dari satu
nomer ke nomer yang lain. Dari yang mulai ada yang tengah diluar kota, sudah
ada agenda dan lain sebagainya. Bahkan tak segan aku dipanggil ikhwan. Karena
suaraku kala itu masih serak karna flu masih bersarang dihidungku. Hingga
setelah kuhubungi ketum, akhirnya ada juga yang menggentikan.Huft.....hari yang
indah..dan kesehatanku ngedrop lagi. Karena demamnya belum mau pergi.hehe
Penutupan
Jujur saja Ry, menuju pekanan kali
ini aku merasa hampa. Lebay.^^
disisi lain, aku merasa sedih karena bingung harus sering meninggalkan agenda PT karena harus mengerjakan tugas individual, praktikum ke sekolah dan tentunya kerja kelompok yang cukup menyita waktu.lho??bukannya kewajiban kiki itu kuliah?haha.
disisi lain, aku merasa sedih karena bingung harus sering meninggalkan agenda PT karena harus mengerjakan tugas individual, praktikum ke sekolah dan tentunya kerja kelompok yang cukup menyita waktu.lho??bukannya kewajiban kiki itu kuliah?haha.
Karena bimbingan
dengan dosen tak bisa sepekan sebelumnya. Persiapan seminar kecil memerlukan
banyak perhatian. Hingga sedikit terlalaikan perhatianku pada penutupan. Hanya
bisa meng es-em-es. Dan menelfon terkait konsep dan acara yang akan
ditampilkan. Meskipun mengikuti sebagian rapatnya. Namun memang pikiranku saat
itu tak disana. Tugas ini itu membuatku merasa bingung apa yang harus kulakukan
terlebih dahulu.
Ah kikoyyy, Sangat bangga dengan
kinerja akh Nizar, Akh Robi, dan kawan-kawan yang sabar luar biasa memimpin
agenda penutupan dengan tanpa menimbulkan
sesuatu yang luar bisa. Kesabaranya itu membuatku bangga. Padahal pemateri
sampai 2 hari – H. Belum fix.heu
Malam itu, aku telah membagi
beberapa orang akhwat untuk mabit, dan sebagian lagi untuk datang pagi-pagi
untuk memprsiapkan acara. Akhirnya telah disepakati. Sebelum
pulang ke kostn. Kami, sevy, kiki dan mona akan membeli beberapa perangkat
acara untuk reward dan bingkisan. Namun karena beberapa hal, ukh mona tak jadi
ikut. Akhirnya aku dan sevy yang bergegas pergi. Dijalan kami
kembali teringat dengan memory indah itu. Ketika kepengurusan kang ence
semseter ganjil. Berjalan dijalan karena keasyikan mendengarkan cerita sevy.
Hingga kiki, sevy dan teh lisma kelolosan. harusnya turun di Borma, malah aga
jauh karena semuanya gak ada yang nyadar. Akhirnya kami berjalan lumayan jauh
menuju borma kembali.
“huft,,borma tutup teh...” kataku
sambil berlari kecil mendahului langkah teh lisma dan sevy.
“So, how?” sevy berkata dengan
nafasnya yang masih tersengal.
“Kita coba ke Griya. Semoga masih
buka” teh lisma masih dengan semangat mengajak kami yang mulai kehabisan nafas
karena berjalan cukup jauh.
Aku bergumam tak
karuan. Mendesah. “Semoga belum terlambat...”
“Aaamiiin...”
sevy dan teh lisma menjawab bersamaan. Dan canda pun datang kembali. Ketika
kami mengingat kenangan itu...mobil yang kejauhan.haha
“Masih buka teteh...ayoo cepeeet bentar
lagi tutup aku bereriak sambil melambaikan tangan pada sevy dan teh lisma.
“Alhamdulillah.”,.....tahmid meluncur
bersamaan dengan rasa syukur tu..
Meskipun para karyawan sudah mulai
merapihkan. Kami berusaha tak peduli. Yang kami pikirkan adalah barang-barang
yang akan kami beli.
“Lampunya sudah mau dimatikan teh.” Ujar
kata salah seorang karyawan. Dengan sopan dan sabar menunggu kami yang tengah
memilah milih barang untuk reward tutor. Akhirnya karena lumayan lama.
Salah satu ketua karyawan disana
mendatangi kami.
“eh sevy..”
“teteh?” sevy berkata dengan mata berbinar.
“Alhamdulillah.” Aku berkata senang dalam hati
“Buat tutorial ya??” teteh itu tersenyum
dengan tak mengalihkan pandangannya dari kami yang tengah salah tingkah.
Memilah milih barang dan rasa bersalah karena griya akan tutup.
“Iya teteh..” sevy membalas dengan
senyum.
“salam untuk kang Tri ya..teteh udah
lama ga ketemu. Semenjak teteh kerja disini. Dan kang tri ke riau lagi”
ujarnya. Dengan sopan.
“Sekarang sudah berganti teteh.” Kami
menjawab bersamaan.
“oh?...ya ath semoga acaranya sukses.” Ujarnya, dengan senyum tak lekang dari wajahnya.
“oh?...ya ath semoga acaranya sukses.” Ujarnya, dengan senyum tak lekang dari wajahnya.
Alhamdlillah...that because of you, Allah...^^
Dan alhmdulillah penutupan sekarang
tidak terulang kembali kejadian itu lagi.hehe
***
Entah pekan keberapa. Aku masih ingat.
Kala itu seharian kami pekanan hari sabtu. Dan ada PGM juga. Ternyata kami ada
tamu kunjungan dari kampus lain. Akhirnya dengan rasa kantuk yang sangat. Aku, teh
resty, sevy, Ina dan teh lisma. Menuju sekre. Meski dengan langkah gontai.
Namun tetap mengulas senyum dengan sisa-sisa semangat yang kami punya. meskipun
belum bisa menyembunyikan lelah yang masih betah hinggap pada diri kami.hehe
Saling menertawakan. Karena wajah kami
sudah menunjukkan rasa kantuk.
Rencana awal tadinya kami membagi dua
bagian. Btr, media, dan Btt
disekre untuk mempersiapkan PGM. Dan
Humas, bendum dan perpus di DT untuk menemani tamu jaulah dari kampus lain.
Tiba-tiba ketum menginstruksikan untuk tetap menginap di sekre. Akhirnya kami
kelabakan. Karena yah tadi. Hanya beberapa yang hadir.
Sigkat cerita. Kami menyambut mereka
dengan hangat. Celoteh sana-sini mulai terjalin. Meski dengan rasa kantuk yang
tak bisa dibendung. Setelah mereka rehat. Kami satu persatu mulai tidur namun
yang paling terakhir tidur teh resty. Ia masih terjaga. Ia masih saja sibuk
mempersiapan presentasi bidangnya bsok, masih dengan tanggap memeriksa kunci.
Dan jauh malam baru tertidur. Tak dapat dibohongi. Meskipun rasa kantukku tak
mampu kubendung. Namun aku sangat bangga padanya. Kakinya masih sakit, namun ia
dengan setia menemani adik-adiknya. Dan hampir disetiap kegiatan BTR ia selalu
menyempatkan hadir. Meskipun aku tahu, ia tengah banyak tugas. Meskipun tengah
sakit. Ya Allah....masih jauh rasanya diri ini dari perjuangan yang sebenarnya.
Dan kau tau Ry, keesokan harinya. Kami
memutuskan untuk pergi ke kostan untuk bersiap-siap pekanan ba’da shalat subuh.
Dan tebak. Siapa yang datang pagi
kembali untuk pekanan.^^
yah itu-itu lagi...huhu
walaupun banyak yang hadir
alhamdulillah. Dan aku merasa kepengurusan PT 2012 sangat luar biasa.
Aku selalu menghibur hati ketika tengah
sulit. Terutama saat keberadaan saudaraku yang lain dipertanyakan keberadaanya.
Kata yang selalu kuungkapkan dalam hati sebagai pengobat adalah “ Pahalamu,
tergantung dari kadar lelahmu..”
itu yang selalu menguatkanku hinga saat
ini. Jika bukan karena-Nya, jika bukan karena perjuangan Rosullullah yang
selalu membuat hatiku bangga, jika bukan karena para tabi’in yang dengan susah
payah membukukan ilmu, dengan kesungguhkan mereka menyedikitkan makannya untuk
tetap belajar agar mewariskan generasi terbaik. Jika bukan karena contoh dari
ummi dan bapak yang memberikan tauladan kesabaran. Jika bukan karena “sakit hati” dulu ketika liqo susah
untuk didapatkan. Jika bukan karena Syurga-Nya...aku pun takkan mau
berlelah-lelah seperti ini...!!!”
Sambil nangis ga karuan. hikz
***
Aku tak ingat pekan keberapa kala itu
aku harus pulang. Penyakit home sick sudah akut mulai bertandang.hehe
Dan ada teman dekat yang akan menikah. Akhirnya
dengan berat hati pulang juga. Berat rasanya dalam hati untuk meninggalkan
pekanan pekan itu. Karena ada agenda pertama kali PGM FPMIPA. Karena
persiapannya belum matang dan berbagai kendala didalamnya.
Ketika dirumah. Dari hari jum’at sudah
berusaha menghubungi biro acara terutama PJ PGM FPMIPA. Hanifah kala itu. Aku
tahu, kooordinasi dengan FPMIPA sulit. Karena waktu itu katanya kepengurusan
setiap himpunan dan jajarannya baru lengser. Jadi tengah vakum of power. Hingga
saling melemparkan amanah dar satu orang ke orang lain.
“ Kenapa harus mengelak jika ini adalah
amanah bersama untuk mendapat pahala?” hatiku berkata dengan sedikit gusar.
Karena respon dari panitia fakultas yang masih saja belum dapat memberikan
respon yang baik.
Aku mulai menelfon dari pengurus ke
pengurus yang lain.
“Gimana persiapannya?” ucapku.
“kurang tau ki, coba tanya ke hanifah.”
Hmmm sudah dapat kutebak
“Konsumsi udah dipesan?fee dan agenda
bsok sudah dipersiapkan?
“ memangnya besok ada agenda apa ukht?”
gubrak!!!
Aku hanya menelan ludah. Menarik nafas dan
beristigfar dalam hati.
“Besok ada PGM FPMIPA ukht. Afwan tolong
disiapkan ya terkait konsumsi dan Feenya. Setau kiki untuk PJ konsumsi pekan
ini mengcansel. Jadi belum ada yang handle. Afwan tlong bantuin Hanifah karena
ki sedang pulang.” Ujarku. Panjang lebar.
Hanifah ditelfon tak diangkat, disms tak
balas. Hanya bulak balik diruang tamu sampai ditegur ummi. Karena ga ada
kerjaan bulak balik diruang tamu tak karuan sambil menimang-nimang hp.
Besok malamnya, adalah malam yang
medebarkan.
“Teteeh ada es-em eees...” adikku
berteriak dari kamarnya.
Karena dirumah jarang pegang HP. Seringkali
menggeletakkan sekenanya.
“iaaaaa..” aku bergegas mengambil hp dan
membuka sms.
“Assalmualaikum teteh afwan Anggi mau
mengundurkan diri dari PT . Anggi udah ga kuat lagi teteh.”
Deg,,,!!!
“Ada apa lagi ini?” masalah PGM belum
selesai karena tidak ada kabar.
“Lalu Anggi?” aku menggigit bibir.
Terkejut mengetahui berita buruk itu.
Segera ku telfon...
Masih dengan bekas tangisnya Anggi
mengungkapkan kesedihannya. Bahwa ia merasa capek sendiri karena harus selalu
menggantikan petugas yang tidak hadir. Bahkan berbagai tugas harus dilakukan
dalam satu waktu.
“Masya Allah, aku tidak peka..kemana
rasa empathymu kii. Dia masih member magang. Yang belum terbiasa beraktivitas
di Btr yang harus selalu sigap.” Ucapku dalam hati. Kedua sudut mataku
dirembesi air.
“Teteh minta maaf karena pekan ini belum
bisa bantu karena harus pulang. Anggi kalau ada apa-apa jangan malu untuk minta
bantuan sama pengurus yang lain.yaa.” aku mencoba tersenyum. Meski dengan rasa
sedih yang tertahan-tahan.
“Meskipun Anggi masih member magang,
Anggi harus buktikan bahwa Anggi bisa sabar dan amanah. Bahkan jadi contoh
untuk yang lain, Pahala itu ga akan
tertukar de.... “ ujarku. Mengakhiri percakapan malam itu.
***
“Teteeeeh..” ujar hanifah. Dengan muka
masam yang ditekuk.
“pengen cerita,” sudah kuduga.
Aku hanya senyum dan mengajaknya keluar
sekre. Menuju sudut lain Alfurqon.
“Pengen nangis teteh.hikz...” Hanifah
wajahnya sudah tak karuan. Adikku yang satu ini biasanya cerewet dan suka
tersenyum itu mendadak mendung dan tak bersemangat.
“Hahooo, kenapa ih pengen nangis gitu.
Biasannya Ipeh senyum terus?” # Ipeh alias kucrit 2 nama penggilan kesayangan
kiki buat Hanifah.hehe
Kucrit 1 uci (bendum), kucrit 3 Siti
(sekum). Wah banyak adiknya kiki.hehe
Masih banyak adik-adik kiki di PT. Yang
jika disebutkan bisa sampai membuat Novel. Melihat keunikan dan kesholehan
mereka.
Istilah kucrit dalam mind set kiki.
Adalah sesuatu yang menggemaskan, lucu, adik kesayangan, dan sesuatu yang
selalu membuat senyum.
ia hanya tersenyum sesaat. Gelayut
mendungnya msih kentara
“Teteh, kemariiin.hikz...
“Ayo ah, cerita” ujarku tak sabar...sambil
tersenyum melihatnya. Walaupun ada rasa perih disana.
“PGM kemarin ancur banget. Teh. Maafin
hanifah teh.”hikz. ia menyeka air mata yang tak dapat ditahannya sedari tadi.
“asa ga ada yang certia pekanan kemarin
ada kejadian apa.” Ujarku. Sambil tersenyum. Walaupun semakin sedih melihat
adik tersayangku sedih.
“kemarin rapat koordinasi sama panitia
fakultas itu jum’at sore teh. Trus karena mereka ga terlalu tau gimana konsep
PGMnya. Jadi hanifah sama kang devi
sama yang lain cepet-cepet bikin cara supaya outbonnya bisa maksimal.
Walupun emang ga terlalalu ancur teh. Karena terbantu sama angkatan atas.
Soalnya pengurus disini juga mungkin terfokus sama pekanan di alfurqon. Tapi
hanifah ngerasa sedih. Belum maksimal. Hikz
aku membiarkannya sejenak. Sambil
berusaha memegang erat tangannya yang masih bergetar.
“bagus ko de...” ujarku. Dengan penuh
semangat
“masa teteh?itu kan ga optimal banget
teh. Koordinasi sama panitia fakultasnya.” Kulihat kesungguhn dimata beningnya.
“nah, kan udah berhasil yah PGM nya.
Jadi ipeh ga usah sedih lagi.” Aku berkata dengan senyum penuh kesungguhan.
“tapi teeeh..”
Apapun yang sudah kita lakukan. Dan
memang itu sudah dengan optimal kita
ikhtiarkan. insyAllah, Allah udah mencatat itu sebagai kebaikan de.apalagi
kemarin gak ada yang bantu banyak. Wah hebat tuh.” Kataku. Sambil mengusap
lembut kepalanya.
“iya teh..” ia menunduk dalam
“udah ah. Senyum lagiii.jeleek. aku
menatapnya sambil tertawa. Dan mencubiit pipinya.
“ udah plong teteh.” .ia berujar riang.
“haha. Ipeh...ipeh.aneh-aneh
aja....pokoknya. PGM nya jadikan pelajaran de, buat semester depan ya..
“iya teteh...” senyumnya kembali
berkembang.
Ah, ade sholehahku yang satu
ini....membuatku menangis semalaman suntuk karena merasa bersalah telah
meninggalkan PT pekan itu.
***
Ini ceritaku pertama kali ketika
berkenalan dengan sevy dan devi.
Di Banten ada yang namanya stuften.
Alias student from banten. Nah, ketika mahasiswa baru dulu. Walaupun agak
jarang ikut rapat. Akhirnya aku memesan jaket yang katanya jaket stuften. Nah.
Sore itu. Disudut alfurkan depan sebelah kanan.
Aku berniat mengambil jaket yang sudah
dipesan. Disana aku bertemu dengan seorang akhwat.
“Assalamualaikum..” ujarnya. Senyumnya
tulus sambil menatapku.
“waalaikumsalam,...kiki...” ujarku.
Memperkenalkan diri.
Sevy. Jawabnya.
Devi masih sibuk dengan teman- teman
yang lain. Dan waktu itu pun belum kenal.
Dengan senyum yang tulus.
Setelah celoteh sana sini.
Aktif dimana Sevy? Ujarku. Dengan tak
lepas senyum
“Ditutorial.” Ujarnya.
Aku seketika berfikir kok bisa?
Karena selama ini aku belum pernah
melihatnya.
Setelah lama-lama akhirnya kami tau
bahwa kiki ganjil dan sevy genap. Sehingga kami belum pernah bertemu. Singkat
cerita. Tiga semester berlalu . antara sevy dan kiki jarang terjadi interaksi
intens mengenai tutorial. Bahkan tidak terlalu kenal. Sevy sibuk dengan BTR
nya. Kiki sibuk dengan perpusnya.
Dan tibalah masa itu.huhu
Masa dimana akhirnya kami dipersatukan
dalam satu bidang dan satu tali ukhuwah yang direkatkan karena cinta pada
Allah. Echem...hingga kini alhamdulillah.^^
Banyak kejadian yang
luar biasa yang telah kualami di Tutorial. Yang jika dituliskan akan menjadi
manuskrip abadi yang karenanya indahnya
ukhuwah itu akan terpatri abadi selamanya atas izin-Nya. Salah satu nya adalah
aku memiliki adik –adik dan saudara yang sudah sangat dekat di PT.Khususnya BTR.
Meskipun kejenuhan, rasa lelah dan emosi yang sering tak terkendali. Namun
semuanya acapkali berakhir dengan indah. Alhamdulillah.
Sangat bangga pada Akh Devi yang selalu
menyempatkan untuk merancang dan menyiapkan acara pekanan meskipun tugasnya
yang harus banyak keluar kota. Sangat
bangga pada akh Robi yang dengan totalitas optimal sangat “menghayati” indahnya
bermujahadah di tutorial. Subhanallah
“biarkan jundi-jundi BTR menyelesaikan
semua ini. insyaAllah kita bisa teteh.:-)
Selalu ia mengatakannya di sms ketika
memang tengah sendiri mengerjakan sesuatu terkait agenda tutorial. Menyiapkan
perangkat acara pekanan, mengecap dan merekap presensi peserta, dan menghadapi
peserta yang tak habis-habisnya complain terkait kelulusan peserta.
Hmm.. sangat luar biasa. Selalu
mengingatkan apa saja yang harus dilakukan. Dan rela berhari-hari mengerjakan
RNA . dan lebih sering sendiri. Subhanallah. Hanya Allah yang mampu membalas
jasanya.
Akh Firman yang luar Biasa. Yang selalu
mengingatkan seorang kabid untuk mengontrol keadaan mentoring jundi-jundinya.
Dan berusaha mengoptimalkan ikhtiarnya yang ikhwn sendirian di Biro Tutor. Sama
dengan Akh Robi yang sendirian di Biro peserta.
Akh Nizar yang dengan ketawaduannya
selalu mau menerima amanah yang diberikan. Meskipun amanah dihimpunan belum
dapat ditinggalkan.
Hannifah yang benar-benar totalitas, ia
dengan sifat kekanak-kanakan dan tanggungjawabnya selalu kurindukan. Jika tak
ada Devi, Anggi, sevy, teh lisma, mungkin BTR akan sepi....hehe...mereka adalah
sosok yang sungguh luar biasa
Anggi
yang selalu ceria dan belajar dari nol apa itu cinta. Serta cahya yang dengan
gigih berusaha selalu memperbaiki diri dan selalu berkarya melakukan yang
terbaik yang dapat ia lakukan. Meski fisik tengah tak sehat, meski amanah yang
harus ia lakukan teramat berat. Namun ia selalu tersenyum, selalu bersegera menyambut
amanah dengan ikhlas.^^
akh heri yang selalu menyambut amanah
ketika memang ia bisa melakukannya disela kesibukannya yang suka naik turun
gunung. Dan keluar kota.
Hemi dan Neneng. Dua sejoli yang kerap
selau kutunggu kehadirannya. Karena keceriaan dan sifat mereka yang selalu mau
membantu.
Ela...wah subhanallah. Sangat bangga
padanya. Meskipun sering riweh. Namun sangat telaten dan rapih. Melankolis
pisan.he
Kau tau Ry, aku memiliki kakak-kakak
yang sungguh sangat luar biasa. Mereka memiliki keunikannya sendiri.Beliau
adalah sosok yang sangat luar biasa. Ada dan tidak adanya beliau memang tak
terlihat. Namun kinerjanya sungguh sangat luar biasa. Tak pernah malu untuk
melakukan yang terbaik agar agenda dapat berjalan dengan lancar. Tak pernah
sungkan untuk berbaur bersama adik-adiknya dan mau mengerti, memahami dan
benar-benar sabar atas segala perlakuan yang ia terima dari teman-temannya.
Sosok tangguh itu tak pernah lepas dari shaum sunnahnya, shalat jama’ahnya, dan
bekerja pada garda terdepan menyambut amanah dengan penuh syukur dan senyuman.
Meskipun letih. Yah, itulah kakak, sekaligus saudaraku di syurga.aamiin. semoga
menjadi do’a. Jzakumullah khairan katsir teh lisma. Uhibbuki fillah....
Lain halnya dengan teh idhel. Kakak yang
pendiam namun selalu bergerak cepat, tanggap dan cerdas. Menyiasati hal besar
dengan santai, namun rapi dan selesai. Mengerjakan sesuatu secara rapi dan
diam. Aku banyak belajar dari beliau.
Belajar untuk terampil dalam segala hal, dan tegas .alias bertindak asertif.
(berani berkata tidak untuk kebaikan).
Kakakku yang satu ini adalah sosok yang
luar bisa. Beliau adalah akhwat tangguh yang selalu berusaha yang terbaik untuk
agamaAllah. Selalu berusaha hadir pada setiap agenda Tutorial. Selalu
mengatakan “ jika perlu bantuan. Sms teteh aja.”. ya Allah. Sangat baik.
Meskipun sangat tegas dan sering kali sedikit kurang peka. Namun aku belajar
darinya arti mujahadah sebenarnya. Yang tak pernah pamrih dan selalu berusaha
menunaikan amanah dengan baik. Itulah teh Resty.^^
Jika diibaratkan.
Tutorial ibarat seutas tali yang kadang runyam dan akan menyakiti ketika salah
arah. Namun akan saling menguatkan ketika kesabaran dan keikhlasan
membersamainya. Hingga ikatan yang kokoh akan terjalin dengan indah.
Allahku, tak dapat kulukisakan rasa
rinduku ini, pada saudara-saudaraku..yang selama ini telah kuanggap layaknya
saudara kandungku sendiri.
Memiliki saudara sepertimu adalah
keberuntungan bagiku...
Meskipun tak jarang, kami bersitegang.
Mulai dari hal kecil. Sampai hal besar terkait kebijakan, dan hal lain yang
memicu perdebatan
Manusia memang tak pernah luput dari
yang namanya luka, rasa bersalah, dan rasa tak mampu.
Namun setiap orang memiliki kekuatan
untuk melawannya dengan kelebihan dari puing-puing kesabaran yang dimilikinya.
Dan ternyata tak semua orang
memilikinya.
Membuat kebijakan yang alot, dan menyelesaikan
RNA yang berlarut-larut. Pekanan yang
sering kali sepi. Dan banyaknya
komplain yang tak habis-habis. Serta berbagai bumbu kehidupan di BTR.
Ya Allah, sangat beruntung aku bertemu
dengan kalian. Yang tak dapat kupungkiri ini semua adalah karunia yang tak
terperi. Jazakumullah khairan katsir kepada teh lisma, sevy, Hanifah, Hemi,
Neneng, ela, Cahya, Anggi. akh robi, Akh Devi, akh firman, Akh Nizar, Akh
Heri, Akh Fahmi, dan Akh Hamdan.
Kau tahu kawan, aku bangga menjadi
bagian darimu, menjadi bagian dari barisan dakwah yang saling merangkul dalam
kebaikan dan kesabaran. Saling mencintai dan mendahulukan karena Allah.
Meskipun terluka, pernah. sering bahkan.
Namun obatnya pun kudapati dengan segera. Senyum, dan sapaan hangat
itu..menjadi penguatku.
Dikeluarga ini, keluarga yang diikat
oleh ikatan persaudaraan karena Allah, aku merasa sangat bangga, dan penuh
syukur kuhaturkan.kepada semua orang yang menjadi bagian darinya.
Belajar makna sabar, kuat alias tahan
banting, cekatan, tanggap dalam segala stuasi, ikhlas, dan belajar dewasa dari
Tutorial. Dunianya orang yang berkutat dengan hal yang luar biasa. Ilmu baru,
dan penuh dengan tantangan yang RUARR BIASSA....yakni proses menuju kebahagiaan
yang hakiki. insyaAllah...^^
saaangat cinta kalian semua karna Allah.
Hikz
BTR SMART!!!
hingga akhirnya,.....
Hidup adalah kumpulan pilihan,….
Kita
mungkin tak sekuat batu karang saat ombak menerjang,….
Kita juga mungkin tak seperti
jati yang tegar berdiri walau nyala api mengelilinginya.
Rabb…..
Anugerahi kami kesabaran yang kuat agar dapat
imani semua ketetapan-Mu, hingga air mata ini
menagih janji, agar malaikat menyambut “assalaamu’alak bimaa shobartum”
di tempat perjumpaan yang abadi dengan-Mu, tersenyum bersama-Mu, bercanda ria
dengan Rasul-Mu, bercengkerama dengan sahabat-sahabat Rasul….
Aamien….
إِصْبِرُوْا
وَ رَابِطُوْا.....







0 Response to "Simfoni Ukhuwah Program Tutorial"
Post a Comment