Sebuah Pembenaran




Gambar adalah karya seorang akhwat muslimah dengan nama pena Sarah Elsisya

Nurul Hidayati Kusumahastuti; Ibu Rumah Tangga yang Profesional
May 03, 2013 / by adminrki / 2 Comments

Menjadi ibu rumah tangga yang profesional. Seperti apa bentuknya?
Kalimat ini kedengarannya masih kurang akrab di telinga kita. Namun tidak bagi Nurul Hidayati, aktivis dakwah yang sangat concern dengan tugas-tugasnya sebagai seorang ibu dan isteri. “Manager keluarga” demikian Nurul menyebut aktivitas utamanya.
“Bayangkan, seorang Kathy Peel mantan CEO perusahaan besar di Amerika dengan kesadarannya yang tinggi bersedia meninggalkan karirnya untuk lebih mengutamakan tugas sebagai ibu agar dapat menjadi ibu rumah tangga yang profesional,” Nurul mencontohkan orang lain yang sekuler.
Kadang Nurul melihat beberapa akhwat yang merasa useless karena tidak ada kegiatan di luar rumah. Menurutnya, mungkin para akhwat itu belum menikmati tugasnya sehingga menjadi merasa tidak berarti karena hanya mengurusi rumah tangga saja. Padahal, katanya, mengurus rumah tangga merupakan tugas berat dan besar yang memerlukan profesionalisme. Tugas itu berkaitan dengan penggodokan generasi dan untuk peradaban baru di masa mendatang.
Perempuan yang punya hobi menata rumah ini mengatakan, menata rumah itu ada filosofinya. Baginya, rumah serta bagian-bagiannya adalah cermin dari diri kita. Apalagi bagi seorang daiyah, di mana rumah dan keluarganya tak luput dari perhatian orang. “Di luar ya kita berdakwah, tapi jangan sampailah kondisi di rumah kita tak mencerminkan hal-hal Islami seperti apik, bersih, dan rapi adalah hal-hal manusiawi yang disukai semua orang,” tutur Nurul ramah. Meski Nurul tak punya khadimat tapi suasana tampak rapi dan bersih. Halaman rumahnya penuh bunga-bunga yang menyejukkan mata.
Nurul menambahkan, tak sedikit akhwat yang stres pascamenikah karena mereka tak mempersiapkan diri dengan keterampilan rumah tangga. Sebelum menikah, katanya, fokus lebih banyak di luar rumah, dari kuliah, mengaji, hingga bekerja. Ketika menghadapi cucian menumpuk, anak rewel, rumah berantakan, mereka bingung dan tak terampil menatanya. “Urusan rumah memang tak ada sekolah khususnya, tapi itulah kita perlu belajar dan mendengar dari pengalaman orang lain,” terangnya.
Sama-sama berasal dari keluarga aktivis nan sibuk, Nurul menikah dengan Al-Muzzammil Yusuf tahun 1990. Perempuan kelahiran Klaten, Jawa Tengah ini menyenyam pendidikan tinggi di beberapa jurusan, yakni FISIP, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, serta program pascasarjana Manajemen.  Berbekal segudang ilmu yang ditekuninya itu, ia mendirikan Zamrud Personal Development Center tahun 1991 yang berkutat pada pengembangan diri muslimah. Ia sendiri menjadi salah seorang trainer utamanya.
“Saya punya 3 anak di akhirat dan 3 anak di dunia,” cerita Nurul tentang buah hatinya. Lho? Putera pertamanya, Asadullah Abdul Qohar, yang lahir Agustus 1991 menghadap Rabbnya tahun 1992. Putera ketiganya, Abdul Rohim, wafat tak lama setelah operasi cesar. Sedangkan puteri keenamnya, Syahidah Salsabila yang baru berusia 4 bulan juga meninggal akibat penyakit yang tak diketahui penyebabnya (sudden infant death syndroms).
Ketiga anaknya di dunia adalah Akrom Abdurrohman, 11, yang kini nyantri di Pesantren Daarul Huffaz, Lampung, Salma Sholihah, 6, kelas 1 SDIT Al-Hikmah, Bangka, Jakarta Selatan, serta Shofiyah Sakinah, 3, TKIT Al-Hikmah, Jakarta.
Nurul dan suaminya begitu sayang pada anak-anaknya. Untuk ketiga anaknya yang syahid itu Nurul memperlihatkan sebuah buku dan lembaran-lembaran yang berisikan puisi serta kalimat-kalimat yang dihadiahkan buat untuk anandanya tercinta. “Kehilangan orang-orang yang amat kita cintai begitu memilukan. Bila tak dikembalikan semuanya pada Allah, bisa-bisa syetan masuk menggoda kita,” katanya.
Nurul berpesan, bila kita berta’ziyah pada orang yang tertimpa musibah sebaiknya jangan menanyakan sebab, tapi hiburlah. Apalagi dengan memberi hadiah berupa buku atau berupa tulisan kita tentang kesabaran. “Setelah mengalami sendiri musibah seperti itu, saya selalu berupaya untuk melakukan hal seperti demikian,” tuturnya. Kerap bertanya ”sebab”, katanya, malah akan mengingatkan kembali luka-luka yang mau kita sembuhkan.  Kini bersama kedua anaknya, Nurul menjalankan aktivitas rumah tangganya di Jalan bangka II, Jakarta Selatan, tempat terdekat menuju sekolah anaknya.  [Itut Seventina A/saksi]


Sebersit berita ini menjadi penguat cerminan apa yang tengah berkecamuk dalam benak saya (saat ini).hee
 Awalnya saya merasa sedikit minder dengan orientasi saya yang menurut saya sedikit berbeda dengan orang lain. Ketika orang lain berniat atau bahkan memimpikan ketika sudah menikah maka akan tinggal dikota, dengan segudang aktivitas dan target karir yang ingin dicapai. Namun jauh dari semua itu saya memiliki pemikiran yang berbeda. Saya lebih suka dengan aktivitas dirumah. Membersihkan rumah, berkebun mencat kamar anak-anak, atau bahkan menyiapkan makanan dan menseting bagaimana aktivitas keluarga kecil saya kelak. Tak apa hidup dipedesaan. Ataupun jika dikota sangat berharap ketika sudah melahirkan, maka fokus saya selanjutnya adalah “bekerja” dirumah. Ini pilihan saya. Bersebrangan dengan para pemikir feminis yang beranggapan bahwa ketika seorang istri dirumah maka terkuburlah  segala potensi dan kebebasannya. Justru saya merasa tak bebas dengan lingkungan kerja yang bercampur baur. Bahkan saat ini saya dihadapkan pada beberapa pilihan pekerjaan dengan berbagai kondisi lingkungan yang belum tentu nyaman. Ketika saya bersikukuh ingin bekerja di boarding, SD, atau sekalian perguruan tinggi. Agar tidak bersentuhan dengan anak-anak. Self oriented.-_-
Agar wudhu selalu terjaga dan kekhusuan mengamalkan ilmu juga terjaga.
Justru saya merasa sangat tenteram ketika di “tugaskan” oleh imam saya kelak. Misalkan tetap dirumah, belajar menghafal dan membantu anak menghafal, membuat usaha serta asah terus keterampilan menulisnya. Wiiih syurga.hhe
Meskipun memang saya berkeinginan dan tengah mengikhtiarkan untuk melanjutkan ke jenjang master bahkan mungkin Doktor, karna ilmu tak ada batasnya untuk diraih. Semakin saya menggelutinya. Semoga semakin bermanfaat dan berkah.
Akhirnya suatu ketika saya menemukan teman yang sama pemikirannya seperti saya,hee
Berarti memang saya ”normal”. Saya teringat quote salah seorang penulis
“perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk, bukan tulang punggung.”
Yap, itulah hakikatnya istimewanya perempuan, madrasah peradaban. Selalu ingat dengan perkataan ummi pada saya, ketika saya dan adik saya hendak memilih jurusan diuniversitas,
“pilih jurusan yang ketika bekerja nanti tidak menghabiskan waktu diluar, kalian itu perempuan. Kalaupun bekerja niatkan untuk mengamalkan ilmu dan duhur harus sudah dirumah, mempersiapkan makanan, menyambut anak-anak dan suami.”
Belajar dari kesalahan ummi, kuliahlah sekarang. Ambil ilmu sebanyak-banyaknya, insyallah jodoh sudah Allah siapkan. Jangan pernah takut. Irulah yang membuat saya merasa terntram. Do’a yang tulus dari seorang Ibu. ummi dulu selesai SMA , beberapa bulan mengajar langsung menikah dan kuliah saat kami masih kecil. Sehingga cukup menyulitkan bagaimana ummi harus memenej semuanya. Padahal dulu ummi dapat sejenis PMDK namun kakek tak mengizinkan dan malah menikahkannya. Selain itu bapak (ayah) juga tak mengizinkan ummi untuk mengajar bapak lebih suka ummi dirumah mengurus anak-anak yaitu kami berlima. Setelah sekian lama, ummi membuktikan kesungguhannya untuk menuntut ilmu dengan mendapatkan beasiswa saat kami masih disekolah dasar waktu itu.
 Selain itu, ambil ibroh juga dari apa yang ummi lakukan. Bekerjalah seperti ummi, bekerja setelah anak-anak sudah besar. Anak-anak sudah melewati fase emasnya. Begitulah, ummi selalu rajin memberiku nasihat. _Terlebih saat ini.
Seperti tulisan saya sebelumnya, ummi selalu cerewet ketika saya tengah memasak. Jangan boros bumbu, jangan berantakan dan bereskan seperti semula. Dan sebagainya. Hingga kini kata-kata peringatan ummi sedikit bertambah
“bereskan yang rapih, nanti malu-maluin kalau dirumah merutua.-_-
Ummi telah mengajarkan banyak hal. Membuat kue, mensiasati masak berbagai jenis makanan dengan bumbu yang ada, menanam, ummi lebih rajin nanem dari pada bapak.heu
Bahkan mengajarkan bagaimana menabung ketika diamani uang oleh seseorang (ga tega bilang suami).huft>siul-siul gajelas.
Memang mungkin setiap orang memiliki persepsi berbeda tentang hal ini. Meskipun begitu, tidak boleh pula menyamaratakan persepsi feminis yang terkesan memaksakan pemikiran suatu golongan wanita pada setiap golongan wanita diseluruh dunia. Banyak faktor yang melatarbelakanginya. Budaya, lingkungan bahkan keluargapun menjadi tolak ukur kepribadian dan persepsi seseorang terhadap dunia disekitarnya.
Tulisan diatas mempertegas keinginan saya untuk dapat belajar profesional mendidik anak-anak saya kelak, Terutama dalam sisi tawazun yang ditanamkan.
Tulisan ini diharapkan menjadi sarana pembenaran dan penguatan bahwa tidak ada yang salah dengan jabatan “Ibu Rumah Tangga” yang menjadi masalah adalah ketika kita menjadi IRT kita lantas tidak produktif. Cari bakat dan potensi dari sekarang. Gali ilmunya. Agar kelak diamalkan dan dapat menjadi sarana pembelajaran untuk anak-anak dan kemaslahan untuk semua. #so’ bijak banget padahal belum nikah.
Karena perangai orangtua, rizqi yang halalan thayyiban, lingkungan yang “nyaman”. Serta tauladan menjadi sarana ampuh pembentukan karakter seorang pemimpin.
insyaAllah jika sudah diniatkan, diikhtiarkan dari sekarang. Maka meskipun tak dapat seluruhnya Allah sudah mencatat bagaimana ikhtiar kita untuk mewujudkannya. Wallahua’lam Bishawab.

Karna kita, adalah cerminan generasi kita...
Asi 2 tahun, pembekalan gizi, penanaman akidah yang lurus serta penajaman keterampilan bahasa, sosial, emosional, norma, motorik halus dan kasar sejak dini. Menjadi penentu masa depan seorang manusia.
Kept fight great Mother^^

10-12-2013
20:05
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Cloudy December




Ruangan fip lantai dua barisan ruangan dosen begitu sepi. Lampu begitu temaram. Biasanya kelas ramai. Entah kenapa tidak untuk hari ini. Aku duduk dilantai tepat disamping pintu ruangan dosen yang masih dikalungi gembok. Termangu. Memainkan pulpen dengan hati tak karuan. Bagaimanakah kedua dosen pembimbingku akan mengampuni “dosaku” yang membuat orang sepenting mereka dibuat menunggu?
Ah terlalu kamu ki.heu
Tapi teman dikostn sangat kasihan jika ditinggalkan dalam keadaan yang sangat tak tega ditinggalkan.
Dan memang, mungkin inilah qodarullah, Allah langsung membalasnya.
Hari ini syukur, gemetar dan membiru menjadi bulan-bulanan keadannku saat ini. Betapa tidak. Saya merasa begitu bodoh. Yang tertaman dalam otak saya saat ini adalah. Saya takkan bisa sidang. Tapi hati saya mengatakan kamu akan sidang kiki.
Ketika menengok kearah hentakan kaki berjalan dari keremangan aku dapat melihat pembimbing pertamaku datang sambil membawa kunci ruang dosen yang masih tertutup rapat.
“tuh gimana ga beruntung punya pembimbing sholeh mah ki” pembimbing dua yang muncul berbarengan dari arah yang berbeda memecah kesunyian.
“Sok ke ruangan pak pembimbing satu.nanti saya kesana.” Ujar beliau. Sambil menyimpan tas pada mejanya.
“Kamu, pake  deskriptif atau inferensial statistikanya?” saya baru saja duduk. Masih merapihkan rok mencari posisi yang nyaman. Pembimbing dua masih berada dikursinya. Semenit kemudian bergabung dengan kami. (red : pembimbing satu dan saya)
Pertanyaan sekak. Saking gempeur dan pikiran melayang. Menjawab sekenanya. Emm
Deskriptif pak..>padahal inferensial-_-
Coba pakai deskriptif aja. Ini pedoman skoringnya coba lihat pak. Ini memangnya ada ya?
Iya...
Kompetensi...
Pokonya ini disatukan.
Ini pakai histogram
Perbandingan
Pembahasan berbagai faktor, aspek dan hierarkisnya kriteria penyekoran. Tidak usai pakai signifikansi karena pasti akan sudah sangat terlihat perbandingannya.
Mau nulis tapi bingung. Tak mampu kutatap keduanya. Mataku fokus pada berkas tebalku. Yang ternyata hanya dilihat pengkategorian skor dan kesimpulan sajah. Berkas yang segitu tebalnya. All bab, 170 halaman.-_-
Melongo...seperti difilm. Terkesima melihat pembimbingku berjalan seiringan. Biasanya sering bersebrangan sehingga membuat saya rada pusing.heu
Dua-duanya tidak menyalahkan. Namun
“wahhh ini ngitungnya terlalu keren...plak#lima kali ganti cara perhitungan. Saya yakin bapa rada jujur bilangnya soalnya ngitungnya emang njelimet rda susyeh dan analisisinya harus spesifik banget.pede banget. Ya iyyalah uda ngolah data segitu njelimetnya uda berkali-kali ganti pola ngitungnya. Gimana ga kblinger?heu
Dan...
Lagih?
Ah.. tidak ada kata menyerah. Ini justru jalan Allah untuk memberikan sarana belajar statistik atau ngolah data. Supaya bisa semuanya. Saking uda banyak dicoba.haha
Mabok.heu
“kamu itu pintar ki, bapak percaya dalam semalam kamu bisa menyelesaikan semua ini. Inih email bapak. Jika kamu sudah selesai sebelum hari senin segera kirim dan sms bapak. Senin kita akan diskusi lebih matang lagi. Pkonya sekarang kamu daftar dulu aja. Pembimbing dua said.
Pembimbing satu said : sampai senin kan? Tenang aja. Coba dilihat lagi hasil rapat untuk kapannya terahir pendaftaran.
Pembimbing dua. Coba saya telfon dulu ke jurusan.
masyaAllah pengen nangis liat baiknya bapak.
Pembimbing 1 : yaudah sekarang daftar dulu aj. Meraih lembar persetujuan.
Pembimbing 2 pokonya sampai sidang tetep bimbingan yah.
Pembimbing 1 : senin  nanti saya mau lihat. Sekalian ini simpulannya. Summary sama conclusion itu beda ya. Tolong bedakan.
Dan saya manggut-manggut aj.
“Kegambar kan ki?” pembimbing 2 said.
“Eh iya pak.” Aku mencoba tersenyum
Padahal belum sepenuhnya mengerti. Yang terbayang adalah jurusan sebentar lagi tutup.-_-_tiba-tiba saya teringat dengan Enong. Seorang wanita yang hanya lulusan sekolah dasar yang selalu ingin belajar. Novel karya Andrea Hirata. Beginilah kutipan kecilnya “ berikanlah aku sesuatu yang sangat sulit. Aku akan belajar.!” Kurang lebih seperti itu. Masa aku sudah mau lulus menyerah begitu saja? Nasib saya hampir sama dengan teman yang belum diizinkan oleh pembimbing satu. Tapi saya ikhtiarkan dengan optimal dan tawakkal dihari ini. Hari terakhir pendaftaran sidang. Jika tidak sekarang entah akan kapan karena jurusan kami tidak membuka sebulan sekali seperti dijurusan lain. Dan teman saya hanya menunggu dan menyerah...padahal tinggal sedikit lagi. Bukan bermaksud membandingkan dan merasa lebih baik. Namun saya mencoba belajar bagaimana sebuah ikhtiar, keyakinan dan kekuatan tawakkal diperas bersamaan menghasilkan kebahagiaan.:’)
Begitulah ikhtisar percakapan siang jum’at berkah ini. Sedih, gemetar, bahagia, kagum gemuruh dalam ruang dada tak tertahankan. Ingin rasanya menitikkan air mata. Namun belum saatnya. Segera aku berlari menuju jurusan merapihkan berkas-berkas pendaftaran. Dan itulah saking riwehnya satu jam berkutat dengan hanya tiga map dan beberapa berkas. Belum juga usai. Tangan dan kaki terasa kebas.  sangat dingin. Gemetar terasa sampai dasar hati. Kekalutan itu bertambah seiring dengan alunan lagu dangdut yang terdengar dijurusan. Ah. Semakin tak konsen. Kayaknya gemetar ini ditambah karena tak makan.-_-
Akankah bisa?
“Wah cepetan neng daftarnya. Uda mau tutup ini. “ teh Viji salah satu staf administrasi dijurusan. Perkataan beliau membuat saya sampai lupa dengan perut yang ternyata sudah berdemo karena tak diisi sejak pagi. Cuman berbekal habbat seusai shalat subuh tadi. Teman dekat datang untuk melihat pun aku abaikan.
“neng bisa fotocopiin bentar ini? Saya tunggu sekarangya di ruang lab referensi, dikelas ppk atas.” Ujar pak pembimbing 2 ketika bertemu dijurusan. Ketika tengah riweh mengurus berkas. Segera berlari dan kembali fokus meminta jurusan agar tak tutup dulu. Jam dua sudah sangat sepi.
“Sinih teteh bantu. Jangan gempeur kiki. Kalem aj. Yuk bareng sama teteh ke fakultasnya. Kita benerin dlu sinih teteh bentu masukin yah. Mana ftonya. Eh ini ada yang belum dibolongin.” Teteh itu angkatan atas. Tak pernah mengenalnya. Tengah hamil 3 bulan. Ya Allah aku doakan agar dedenya shalih shalihah dan cerdas selalu membantu orang lain.^^
Yah begitulah pertolongan Allah...
Aku semakin malu...
Dalam perjalanan pulang, nalarku mengatakan bahwa. Ternyata sifat menunda dan pesimis itu beriring bersamaan. Akan mengantarkan siapapun pada jurang kegagalan.
Saya dapat membayangkan jika saya menyerah begitu saja kesempatan ini akan berlalu dengan sia-sia.
 Apapun harus dibarengi dengan kesungguhan. Terlebih syurga...
Dalam riwehnya pendaftaranpun sangat membuat gemelutuk hati dan memeras perasaan. Lupa dengan teman, dan lingkungan sekitar. Apalgi kelak yaumil hisab ya Allah. Hal inilah yang bertengger sejak saya riweh tadi pagi. Hal sekecil ini saya dapat melupakan semuanya. Apalagi kelak.



Bandung, 6 Desember 2013 , saat merasa sangat bodoh karena “label” teman se SMA uda pada wisuda, orangtua yang selalu menanyakan, dan perasaan bersalah karena belum dapat membuat kedua orangtuaku tersenyum bercampur jadi satu. dibilang pintar  dan keren oleh dosen itu, seperti dahaga mendapat pusara air jernih tak berujung digurun pasir yang tandus^^
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pornografi, Anak, Generasi Harapan yang hilang

ini bersumber dari salah satu tulisan seseorang dalam akun fbnya. semoga bermanfaat dan belajar untuk menjadi orangtua yang bijak.

Wajib di baca !!!! Buat semua, dan orang tua yang peduli terhadap mental dan tumbuh kembang anak-anak kita. Terutama nasib negeri ini akan berada di tangan mereka. Hasil Seminar tanggal 30 Oktober di kemang village, Jakarta By Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati) Di share dari teman yang ikut di Jakarta. Panjang tapi sangat menarik buat orang tua agar aware Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh sms anak sekarang, dengan huruf biasa tapi dibuat secara ALAY, tapi dibuat sedemikian rupa, sehingga kami, seluruh orang tua yang ada di ruangan seminar, tidak ada yang bisa membaca sms apakah itu?Apa maksud sms tsb? Alaaahh…sms alay kan bisa dibaca. meski bikin mata dan otak kerja keras dulu buat tau maksudnya? NO! Totally, ga ada satupun yang bisa baca sms tsb. Dan, Taaaraa…..ternyata selain denga huruf alay, sms tsb, dibacanya harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)! Can u imagine thattt???? DAN isinya adalah: ” Hi, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML, Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan… dsb .” (sori saya agak lupa persisnya namun isinya kurang lebih spt itu – ML= Making Love=berhub SEX) Seisi ruangan seminar lgs heboh. Note dr pembicara: SMS sayang2an anak sekarang udah bukan i love u/I miss u, tapi udah soal LAMA GA ML… Demmm…Ihikksss dari awal seminar, mata saya udah melotot lebaarr! 2. Anak2 kita hidup di era digital. Banyak media elektronik & cetak yang diakses anak, banyak yang mengandung unsur pornografi: Games, Internet, HP, TV, VCD, Komik, Majalah dll 3. Yang pertama dibahas adalah GAMES . Games diabad 21, berdasar penelitian, gambar lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja, yang tidak ada di dunia nyata, ketrampilan lebih kompleks dan kecekatan yg lebih tinggi—> Kepuasan dan kecanduan lebih besar. 4. Jenis Games lebih beraneka macam Aksi, adventure, strategi, Role playing. Note dari pembicara: SUPER HATI2 dengan GAMES anak- anak anda! a. Ada games yang bergenre awal action, isinya adalah tembak2an dsb, namun ternyata jika, anak kita udah sampai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan pelacur jalanan…????? b. Ada games yang berjenis role playing, dan naudzubillahimindzalik, ceritanya adalah tentang bagaimana “memperkosa paling asyik??????? Jadi tinggal pilih cerita yang melatarbelakangi , kemudian tinggal pilih perempuan model apa yg mau “dipilih”, modelnya ga pake baju sam sekali, dan tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kal dst. Cursor berbentuk tangan, yg digerakkan oleh anak2-anak kitaa…. ——>Seisi ruangan seminar lgs heboh lagiii….Gumaman Astagfirrullah bertebarann di ruangan…. 5. Pikir baik2 jika anda ingin membelikan games atau anak anak anda beli games sendiri/ meminjam games dari teman! Dan hati-hati , jika didepan sekolah anak2 ada warnet! Jenis Games yang ada, murah dan gampang didapat, jenisnya sudah diluar perkiraan kita, orang tua! Note dari pembicara: suami saya, yg orang IT dan doyan maen games pun, terkejut bukan kepalang, pas tau soal jenis games ini!!:( 6. Internet. Situs Porno bertebaran di dunia maya. Dan, jangan salah, pembuatnya juga anak-anak kita juga! Bahkann…Untuk mendapatkan uang, mereka menjual video sex mereka sendiri!–> Pas seminar kami ditunjukkan ribuan video sex yg gampang diperoleh lewat internet. *tambahan : mohon maaf bagi pengusaha warnet dan games, semoga bisa lebih selektif memilih isi games dan securitas di dalam warnet, sudahkan disediakan filter anti Pornografi? Sudahkan memblokir situs-situs porno? Jangan khawatir warnet kita tidak laku, khawatirlah ketika Allah memintai pertanggung jawaban kita di akhirat nanti akibat kita yang secara tidak langsung menyediakan sarana menuju pornografi dan membiarkannya berlangsung di tempat kita. Note dari pembicara: a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –>> kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML ditangga dan berpakaian lengkap! b. Hamil?siapa takkut!–> Bisa Aborsi ! 7. HP. Hoho…Video2 sex tersebar melalui HP Kapasitas HP yang besar, memungkinkan sang pemilik memiliki file2 berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak anda CLEAN?–>Bisa jadi dia dapat kiriman gambar/video dari temennya! Kasus : (yg pernah ditangani Ibu Elly) Ada seorang Ibu, yg datang ke beliau, shock karena menemukan gambar Vagina-seseorang di BBnya, yg ternyat setelah ditelusuri adalah kepunyaan temen sekolah (wanita) anaknya yang lelaki (yang suka minjem BB beliau!)… 8. Televisi . Program TV yang masih pantas diikuti, bisa dihitung dengan tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Sinetron, telenovela, sinetron2 Jepang/korea , film dsb. Jangan salah, Iklan pun juga menyesatkan.Ayoo jangan anggap enteng sinteron/filim2 korea/jepang! Lama2 anak anda terbrainwash, terbiasa dengan kekerasan, sex bebas! 9. KOMIK . Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ga kalah dengan novel porno lainnya. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan, mungkin tidak menyiratkan 1 kepornoan pun, tapi didalamnya, kita orang tua harus tau bahwa ceritanya ujung2nya tentang sex bebas. Note dari pembicara: Dari, survey yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dvd yang masuk dalam kategori “BaHAYA” adalah NARUT*…semuanya yg berbau NARUT*, hati2!! WATCH OUT!!!! APA TUJUANNYA? APA YANG MEREKA INGINKAN TERHADAP ANAK-ANAK KITA 1.Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki MENTAL MODEL PORNO = perpustakaan porno, yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. 2.Kerusakan otak permanen —> yang hasil akhir yang diinginkan adalah– >INCEST!!! 3.Sasaran tembak utama: Anak2 kita yg belum baligh. Jika sudah mengalami 33-36 ejakulasi–> pecandu pornografi –>PASAR MASA DEPAN!!! Proses Kecanduan & Akibatnya. 1. Didalam otak ada bagian yang disebut PRE FRONTAL CORTEX (PFC). PFC, tempat dibuatnya moral, nilai2, bertanggung jawab untuk: perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, control diri, konsekuensi, pengambilan keputusan. PFC–> Matang diusia 25 thn. 2. Sekali anak mencoba “kenikmatan” semu–>Dopamin ( ket: suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus) diproduksi –> Anak merasa senang–> Kemudian timbul rasa bersalah. 3. Saat anak merasa senang tsb (kebanjiran Dopamin), maka yang aka terganggu adalah: Analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, Makna hubungan, Hati Nurani—> Spiritualitas /Iman akan terkikis–> ANAK TUMBANG–> Mental Model Porno—>INCEST!!!! 4. Bagian otak yang rusak karena Narkoba: 3 bagian saja, tapi oleh Pornografi/SEX: 5 bagian otak yang rusak! 5. Industri yang terlibat Pornografi: Entertainment, Pornografi, Perfilman, Majalah Porno, Musik, Jaringan TV Kabel, Pembuat dan pemasar Video Games dll SIAPKAH KITA SEBAGAI ORTU? 1. Kesalahan Budaya. Yang mengasuh anak: IBU!! Ayah mencari Nafkah, bila perlu baru lapor Ayah!! SALAH BESAR!—> REVOLUSI PENGASUHAN!! ………… (Nyambung dengan artikel pak Gendi, Where’s All The Father Gone?Kemana Para Ayah?…Indonesia , A Fatherless Country???) Lihat fenomena Anak2 Jac Mania?–> Kemana AYAHmu nakkk? Kemana ibumu naak???? Note dari pembicara: Bukan main saya bersyukurnya saya, pas bagian ini. Syukur Alhamdullillah, saya berhasil “memaksa” suami saya untuk ikut seminar ini. 2. Kelalaian kita sebagai ortu: Orang Tua Kurang: 1. Mempunyai waktu dengan anak. Are u a weekend parent? Anak di ikutkan les sana-sini. Pertanyaan oran tua ke anak hanya tentang les mu gimana nak? Nilaimu berapa nak? Kamu ga bolos kan?Kamu biasa ngerjain ujian kan hari ini?—> Anak2 menjadi anak yg BLASTED (Boring– >Lazzy–> Stress!) 2. Mengajarkan agama & penerapannya? —> Eksport! Merasa cukup menyekolahkan anak2 di sekolah berbasis agama. Anak disuruh les ngaji/agama. Penerapan? NOL BESAR!! …. Menyuruh anak sholat tepat waktu, ortu? Bolong2 sholatnya? Ortu berbaj tertutup, anaknya maen ke mall hanya memakai rok mini/tanktop? Anak disuruh les ngaji? Ortunya ngaji aja ga bisa!!!! dsb..dsbb.. 3. Target pengasuhan: UMUM, kurang teguh pada prinsip—> hanyut dalam TREND. Temen anak di sekolah pada punya IPOD, Anak buru2 dibelikan—> malu dibilang ga trendy? Malu anak punyanya HP jadul yg cum bisa sms/telp?–> dibelikan BB palg mutakhir… 4. Tanggap Teknologi & Gagap Teknologi (Gaptek) Ortu bisanya memfasilitasi, tapi nol besar dengan pengetahuan mengenai perangkat yg dibelikan buat anak- anaknya. Buktinya: baca sms alay aja ga bisa!…gimana mo ngawasin anak? Note dr pembicara: Jadi orangtua, harus “GAUL” dan PINTER !!! siapa biang jadi orangtua itu gampang? 5. Memberikan anak perangkat teknologi, tidak tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan. Note dr pembicara: Orang Tua sekarang adalah Generasi ORTU yang ABAI…Generasi ORTU PINGSAN!! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah didepan Komputer, Games, HP, Televisi —> Yakin, Anak anda AMAN???? 6. Berkomunikasi yang baik dan benar : tidak memahami perasaan anak & remaja. TIPS Membuat Anak Tangguh di Era Digital: 1. Hadirkan Allah/Tuhan didalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Allah taat kepadaNYA dari kecil. Hindari: Jangan sampai kamu hamil ya, Bikin malu keluarga! Bapak / Ibu malu!!!—> Salah Besar. Ajarkan bahwa, dimanapun dia berada, Allah tau apa yang dia perbuat! 2. Perbaiki pola pengasuhan/ parenting. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi ortu yang abai bin pin 3. Validasi anak : penerimaan, pengakuan dan Pujian Jangan jadikan anak anda, anak yang BLASTED! Boringg –> Lazzy –> Stressed!! 4. Mandiri & Bertanggung jawab kepada ALLAH, diri sendiri, keluarga & masyarakat. 5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas 6. Mempunyai MODEL yang baik dan benar KOMIK • Cek bacaan anak • Baca dulu sebelum membeli • Secara Berkala periksa meja belajar/ lemari/kolong tempat tidur . Notes: JANGAN SAMPAI KETAHUAN ANAK!! • Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan • Diskusikan bacaan dengan anak GAMES • Perhatikan letak computer/media video games di rumah • Perhatikan jarak antara mata anak/ ruang cukup pencahayaan , layar tidak terlalu terang • Pilihkan meja & kursi yang ergonomis • Buat kesepakatan dengan anak tentang: o Berapa dalam seminggu o Kapan waktu yang tepat o Games apa yg boleh dimainkan o Sanksi apa yang diberlakukan , jika melanggar • Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating Games dalam kemasan games. Banyak video games ber-rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak dengan rating ESRB (Entertainment Software Rating Board, sebuah lembaga pemberi rating untuk games hiburan) diubah menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dsb. Note dari pembicara: Marak video game kekerasan yang menampilkan secara gamblang adegan seksual di tengah-tengah video gamenya seperti GTA: San Andreas dan Mass Effect. GTA: San Andreas mendapatkan kecaman keras dari banyak kalangan dunia seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton, sehingga memaksa produsennya mengganti rating ESRBnya menjadi A (awalnya M (Mature)). Hal ini mengakibatkan profitnya turun hingga $28.8 juta. Pada tanggal 20 Oktober 2003, Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh 2 remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III. Akibat kejadian tersebut Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah. TV • Atur jam menonton TV o No TV dibawah 2 thun o 5-7 tahun paling lama menonton TV 2 jam/hari • Kenalkan dan diskusikan ttg progra TV yang baik dan buruk • Perhatikan jarak menonton INTERNET • Perhatikan letak computer : tidak menghadap dinding • Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno) • Buat Kesepakatan tentang waktu bermain internet • Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di computer IKHTIAR TERAKHIR 1. Perbanyak mendengarkan perasaan. GUNAKAN 2 TELINGA lebih sering daripada satu MULUT 2. Orang tua harus TTS = TEGAS, TEGAR, SABAR 3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan (Seminar, pelatihan, buku parenting dan agama) 4. Setelah semua upaya —> DOA Jujur, pas pada saat mengikuti seminar tsb, beberapa kali, saya menitik-kan airmata – mbrebes mili. Betapa saya merinding hebat dan pengen segera pulang memeluk anak- anak saya.. Semoga saya bukan salah satu orangtua yg pingsan ituu… Semoga anak2 saya (kita), menjadi anak2 yang sholeh dan selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa Amin…aminn..Ya robbal alamin… Mohon maaf jika kurang berkenan… (source: http:// irrasistible.wordpress.com/2011/01/26 sharing-seminar-bu-elly/ ) Serial Liputan LINGKARAN PORNOGRAFI PADA ANAK, juga ada di Seputar Indonesia Siang di RCTI 3 hari ini, saya miris sekali dan hampir menangis sewaktu ada seorang anak SD (kalo dari fisiknya mungkin sekitar kelas 4 ato 5 SD) diwawancarai, ketika ditanya kenapa dia senang ke warnet jawabnya: "mau liat yang porno2x" ....jeduaarr... lengkapnya percakapan si anak dan reporter mungkin spt ini: Reporter(R): Mau apa ke warnet ? Anak(A): Mau lihat yang porno-porno R : Emang Sering ya ke warnet? A : Tiap Hari sepulang sekolah selalu mampir dulu ke warnet R : Sama bapaknya gak dilarang A : Bapaknya gak tau R : Emang bilangnya gimana ke bapak A : kalo bapak tanya dari mana saja kamu,aku bilang dari warnet, main games. (Mungkin kalimatnya tidak sama persis, tapi kira2x seperti itulah dialognya) Buat Para Ortu,Guru dan Semua Oran yang peduli terhadap masa depan anak-anak Indonesia..Please dukung terus pemberantasan pornografi di indonesia...bukan demi diri kita tapi demi masa depan anak-anak kita Mohon Maaf bila ada yang kurang berkenan ******** Saya share dan copas dari FB Bee daycare Depok ******** "Mohon Share. Semoga bermanfaat. Semoga Allah lindungi diri kita dan keluarga, anak-anak kita dari bahaya Pornografi, mari dekatkan diri dan anak-anak pada Al-Qur'an"

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
Copyright 2009 Pelangi Rizqi
Free WordPress Themes designed by EZwpthemes
Converted by Theme Craft
Powered by Blogger Templates