REALITA
PELAKSANAAN KODE ETIK DAN KEPRIBADIAN
Dewasa
ini, banyak sekali hal yang memang harus dievaluasi, dikritisi, dan dibahas
mengenai layanan Bimbingan dan Konaseling dalam seting sekolah. Terutama dalam hal ini kinerja konselor
didalamnya. Seorang konselor yang efektif, perlu memiliki pandangan atau pikiran
yang jelas tentang maksud dan tujuan-tujuan konsling. Beberapa
tujuan konseling aalah : membantu klien merasa lebih baik, membantu klien
merasa percaya diri (self-reliant), dan memperoleh keterampian-keterampilan
untuk menghadapi situasi pada saat ini dan dikemudian hari dalam cara-cara
yangstruktif.
Aspek kunci lainnya dalam konseling yang efektif
adalah hubungan konseling,yaitu kualitas hubungan antara konslor dan konseli.
Konsep Carl Rogers tentang hubungan konseling merupakan
konsep yang kuat dan berguna, dan perlu dipahami oleh calon
konselor.
Ciri-ciri pribai konselor corey (1997:234-235) sebagai berikut :
a. Memiliki cara-cara sendiri. Konselor selalu ada dalam proses
pengambangan gaya yang unik, yang menggambarkan filsafat dan gaya hidup
pribadinya, dan walaupun bebas meminjam ide-ide dan teknik yang lain, ia tidak secara mekanisme menirunya.
b. Memiliki kehormatan diri dan apresiasi diri. Merka meminta, dibutuhkan,
dan menerima orang lain dan tidak menutupi diri dari orang lan sebagai suatu
tampilan yang semu.
c. Mempunyai kekuatan yang utuh , mengenal dan menerima kemampuan
sendiri. Mereka merasa nyaman bersama orang lain dan memungkinkan orang lain
merasa kuat dan aman bersama mereka. Tidak meremehkan orang lain dan
tidak pula mendorong orang lain mempertahankan ketidakberdayaan dan
ketergantungan kepada konselor, mereka menjadi sumberkekuatan dan model bagi
koseli.
d. Terbuka terhadap perubahan danmau mengambil resiko yang lebih besar.mereka mengembangkan diri lebh luas dan
menyadari bahwa makin banyak resiko yang dihadapi mereka menunjukkan
keinginan-keinginan dan keberanian untuk meninggalkan rasa aman dari situasi yang telah dikenalnya secara
berani menerima hal-hal baru yang belum diketahui dan memaksa mengetahui
potensi diri yang belum dikenal mereka.
e. Terlibat dalam proses-proses pengembangan ksadaran
tentang diri dan orang lain. Menyadari bahwa dengan kesadaran yang terbatas,
hanya akan mempeeoleh kebebasan yang terbatas dan bahwa kesadaran meningkatkan
kemungkinan untuk memilih kehidupan yang lebih kaya yang membawa kepada
berbagai tingkat ; perasaan,nilai, keyakinan, motivasi diri, sikap dasar hidup,
raksi ubuh kemampuan pengindraan, dan sebagainya. Mereka megarahkan kesadaran,
bukan menyimpan energi dalam perilaku defensive dengan tujuan
memblokir pengalaman.
f. Mau dan mampu menerima dan memberikan toleransi terhadap ketidak
menentuan. Karena pertumbuhan ditandai oleh ditinggalkannya Sesuatu yang sudah biasa dan memasuki sesuatu yang
tidak biasa atau belum dikenal. Konselor yan efektif mencari suatu tingkat ketidakmenentuan (ambiguity) dalam hidup.
Ketidakmenentuan tidak dianggap sebagai ancaman, tetapi merupakan sesuatu yang
menarik. Dalam membentuk kekuatan-kekuatan egonya, mereka mengembangkan karakteristik
yang menggambarkan lebih percaya diri, lebiih percaya pada proses intuitif,,
lebih ingin tau dan terdorong untuk meakukan eksperimn-eksperimen dengan
perilaku-perilaku baru, dan lebih percaya pada perasaan-perasaan dan
pertimbangan diri hingga pada pemahaman mereka bahwa mereka dapat dipercaya oleh orang lain
khususnya konslei. Meskipun periakunya tidak selalu dapat diramalkan namun pada
umumnya perilaku mereka bersifat ajeg.
g. Memiliki identitas diri, artinya mereka mengetahui siapa diri mereka,
apa yang dapat mereka capai, keinginan-keinginan dalam hidup, dan hal-hal apa
yang penting. Mereka bertanya tentang hidup ingin dan berupaya menguji
nilai-nilai sendiri. Sehingga menampikan esnsi hidup mereka. Secara esensial,
standar mereka diinternalisasi,dan mereka mempunyai keberanian untuk bertindak
dalam cara yang diyakininya sekalipun tanpa imbalan.
h. Memiliki rasa empati ang tidak posesif. Mampu mengalami dan mengetahui
dunia orang lain. Menyadari perjuangan dan penderitaan sendiri, dan mempunyai
kerangka piker untuk mengenal rang lain tanpa kehilangan identitas diri. Dalam
empati terkandung kepedulian, kehangatan, perhatian positif, dan control diri.
Sebagai pelaksana dan pengelola, orang-orang yang
terlibat dalam bimbingan dan konseling adalah yang memiliki keahlian dan
kewenangan secara professional, artinya, mereka adalah orang-orang pilihan dan
bekerja sesuai dengan bidang keahliannya. Penempatan orang-orang yang
berpatokan pada konsep ini memungkinkan munculnya organisasi layanan bimbingan
efektif dan efisien. Artinya, mudah dalam mencapai tujuan yang dan diharapkan
dan hemat dalam waktu serta tenaga yang dikeluarkan.
Materi layanan bimbingan dan konseling hendaknya
membumi, artinya, meteri yang disajikan sesuai dngan kebutuhan peserta didik
dan disediakan bagi pengembangan potensi peserta didik.
Alat dan fasilitas digunakan untuk mempermudah
pencapaian tujuan. Karena itu bagaimana seorang konselor merancang pengunaan
atau pemanfaatan alat dan fasilitas secara efektif dn efisien dalam keseluruhan
layanan bimbingan dan koseling.
Waktu, kadang-kadang dijadikan kambing hitam yan
menghambat pelaksanaan layanan.karena itu kapan suatu kegiatan dilaksanakan secara
tepat tidak akan ada unsur yang merasa terganggu dan dirugikan, tetapi dengan
penggunaan waktu tepat mempermudah tujuan untu dicapai.dalam keseluruhan
kegiatan bimbingan dan konseling keuangan menjadi salah satu factor pendorong
terlaksananya kegiatan. Tetapi perlu disadari bahwa belum tentu banyaknya modal
yang dimiliki sudah memastikan pencapaian
tujuan secara efektif. Dengan demikian tanpa uang disadari kegiatan akan
terhambat tetapi dengan modal pemikiran kreativita konselor dan seluruh
personel bimbingan dan konseling, permasalahan keuangan akan dapat diatasi.
DAFTAR
PUSTAKA
Suherman, Uman, Manajemen
Bimbingan dan Konseling, MADANI : Bekasi
Supriatna, Mamat, Bimbingan dan
Konseling berbasis Kompetensi, Rajawali Press: Jakarta
Penataan Pendidikan Profesional Konselor
dan Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Jalur Pendidikan Formal
0 Response to "Karakteristik Konselor yang Efektif"
Post a Comment